Fiqih Anak -Thoharoh-



Pelajaran fiqih untuk anak (Thoharoh)
1. AIR
Alloh menciptakan air untuk semua makhlukNya. Semua air yang turun dari langit dan yang keluar dari bumi suci dan mensucikan. Kita bisa mandi, membersihkan badan, membersihkan najis, dan berwudhu dengan air tersebut. 
Alloh berfirman:
وَأَنْزَلْنَا مِنَ السَّمَاءِ مآءً طَهُوْرًا
Dan Kami menurunkan dari langit air yang suci” (Al Furqon:48)
Nabi Muhammad sholallohu 'alaihi wa salam juga bersabda:
هُوَ الطَّهُوْرُ مَاءُهُ الحِلُّ مَيْتَتُهُ
Ia (laut itu) suci airnya halal bangkainya”
إِنَّ الْمَاءَ طَهُوْرُ لاَ يُنَجِّسُهُ شَيْءُ
Sesungguhnya air itu suci, tidak bisa dinajiskan oleh sesuatupun” 
 
2. NAJIS
Najis adalah kotoran-kotoran yang harus dibersihkan dan dicuci oleh setiap muslim. Misalnya, air kencing, kotoran manusia, kotoran hewan yang dagingnya tidak boleh dimakan, air liur anjing, dan bangkai (kecuali bangkai ikan, belalang, dan hewan yang tidak berdarah).
Najis-najis ini bisa dibersihkan dengan menggunakan air sampai hilang baunya, rasanya, dan warnanya. Membersihkannya antara lain dengan dituang air, atau disiram, atau digosok dengan air. Tetapi kadang kita boleh membersihkan/menyucikan najis dengan menggunakan selain air, seperti batu dan debu/tanah, kalau kita tidak menemukan air untuk bersuci atau membersihkannya.
Jika kita buang air besar, kita juga harus membersihkan tempat keluar kotorannya (dubur) menggunakan air/cebok, ini disebut istinja. Istinja juga tidak boleh menggunakan tangan kanan. Sampai bersih ya....
3. ADAB DI KAMAR MANDI
- Sebelum masuk WC kita membaca doa:
بِسْمِ اللهِ اللَّهُمَّ إِنىِّ أَعُوْذُبِكَ مِنَ الْحُبُثِ وَالْخَبَا ءِثِ
Dengan menyebut nama Alloh, Ya Alloh sesungguhnya aku berlindung kepadaMu dari godaan syaithon laki-laki dan syaithon perempuan.”
- Bila keluar, membaca doa:
غُفْرَا نَكَ
Aku memohon ampunan kepadaMu”
- Masuk dengan menggunakan kaki kiri, dan keluar dengan kaki kanan
- Ketika buang air kecil/buang air besar kita tidak boleh menghadap kiblat atau membelakanginya
- Tidak boleh memegang kemaluan menggunakan tangan kanan
- Menjaga dari percikan kotoran supaya tidak mengenai badan atau pakaian
4. WUDHU
Sebelum kita melakukan ibadah seperti sholat, membaca al qur'an, dzikir sebaiknya kita wudhu terlebih dulu. Bahkan sebelum tidur Nabi juga menyuruh kita berwudhu. Kita harus wudhu menggunakan air yang suci. Air yang bisa digunakan untuk wudhu antara lain, air sumur, air hujan, air sungai, air laut, mata air, air embun, dan juga cairan es.
Wudhu bisa batal karena kencing, buang air besar, kentut, pingsan/hilang kesadaran, tidur pulas, dan makan daging onta. Jika hendak sholat tapi batal, kita harus wudhu kembali.
Tata cara wudhu:
1. Niat di dalam hati
2. Membaca bismillah
3. Membasuh kedua telapak tangan 3x
4. Berkumur, menghirup air ke hidung (istinsyaaq), dan menyemburkannya (istinsaar) 3x
5. Membasuh muka 3x
6. Membasuh kedua telapak tangan sampai siku 3x, mulai dari kanan lebih dulu
7. Mengusap kepala dan telinga sekaligus 1x
8. Mencuci kedua kaki hingga mata kaki dengan menggosok jari-jari kaki, mulai dari kanan lebih dulu
9. Membaca doa setelah wudhu:
أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاَّ الله وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَ أَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُه
5. TAYAMMUM
Tayammum adalah bersuci dengan menggunakan debu, sebagai pengganti air. Kita boleh bertayammum jika kita tidak menemukan air, atau karena kita sakit dan akan bertambah parah jika menggunakan air, atau karena diiingin sekali.
Cara bertayamum:
Jika hendak tayammum, kita harus menggunakan debu/tanah yang bersih, caranya cukup dengan menepukkan kedua telapak tangan di permukaan tanah, kemudian meniup kedua telapak tangan, lalu mengusapkan keduanya pada wajah dan kedua telapak tangan kita. Cukup, selesai... mudah kan?
Tayammum juga seperti halnya wudhu, akan batal sebab kencing, buang air besar, kentut, pingsan/hilang kesadaran, tidur pulas, dan makan daging onta.
Begitulah, Alloh sungguh sayang kepada kita. Jika karena sesuatu hal kita tidak bisa wudhu menggunakan air, Alloh memperbolehkan kita menggunakan debu/tanah. Alloh tidak pernah memberikan beban pada seseorang kecuali sebatas kemampuannya
About these ads

Satu pemikiran pada “Fiqih Anak -Thoharoh-

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s