Mendulang Faidah dari Hadits Arbain Nawawi


Merasa bingung mengkombinasikan pelajaran untuk anak-anak? Apakah anak kita termasuk tipe anak yang senang dengan banyaknya mata pelajaran? Ataukah tipe yang merasa terbebani dengan banyaknya mata pelajaran?

Sekarang ini banyak dipakai metode belajar tematik. Satu tema bisa mencakup bahasa Indonesia, matematika, IPA, sosial, seni, bahasa Inggris dan lainnya. Di beberapa sekolah belajar tematik ini dipakai untuk kelas rendah (kelas 1-3).

Tapi yang ingin kubicarakan kali ini bukan tentang pelajaran-pelajaran di atas. Insya-a-llah anak-anak jaman sekarang (terutama para orangtua) sepertinya banyak yang tidak menganggap pelajaran tsb cukup berat. Berbeda dengan pelajaran aqidah, fiqh-ibadah, hadits, bahasa Arab, siroh, akhlaq dan pelajaran diniyah lainnya. Deretan pelajaran ini oleh sebagian orangtua dan juga pengajar dianggap mata pelajaran yang “sangat berat” untuk diberikan kepada anak-anak, sehingga wajar kalau di sekolah-sekolah pada umumnya tidak diberikan, atau paling tidak hanya diberikan sebagian kecil saja. Padahal secara prioritas pelajaran-pelajaran ini lebih penting dari pelajaran umum.  Baca lebih lanjut

Mutsanna


Suatu hari ahmad bertanya, “di ma’had santri-santri akhwat pada sholat di masjid, tapi ummi kok engga?”. Akupun menjelaskan bahwa perempuan itu lebih baik sholat di rumah, boleh-boleh aja ke masjid asalkan ‘aman’. Dengan polos dia bertanya, “kalo ummi keluar nanti ga aman ya?”. Duuh, mau jawab apa nih… “Ya aman-aman aja insyaAllah. Ummi juga suka ke masjid kalau kajian, kadang juga sholat di sana, tapi lebih banyak sholat di rumah. Perempuan itu asalnya disuruh di rumah, boleh keluar kalau ada perlu. Ssstttt… Ga baik perempuan keluar-keluar terus… Kata Allah, ‘waqorna fii buyuutikunna’, dan tetaplah kalian di rumah-rumah kalian…”

Kemudian mulailah terjadi “debat”… Baca lebih lanjut

Tingkatan dalam memahami bahasa arab


Kalau ustadz Abu Qatadah membagi menjadi 3 atau 4 tingkatan, maka aku membagi menjadi 5 tingkatan:

  1. Bisa paham ketika baca, mendengar, dan bisa berbicara bahasa arab, menguasai ketiganya
  2. Bisa menguasai 2 hal, misal paham ketika baca dan mendengar tapi tidak bisa bicara dalam bahasa arab
  3. Menguasai 1 hal saja, misal hanya bisa paham ketika membaca, tapi tidak paham ketika mendengar, tidak pula bisa bicara dalam bahasa arab
  4. Sedikit paham pada salah satunya, sedikit paham ketika membacanya saja, atau sedikit paham ketika mendengarnya saja, atau sedikit bisa bicara dalam bahasa arab, pokoknya sedikit-sedikit aja
  5. Tidak bisa ketiganya, tidak bisa baca, tidak paham ketika mendengar orang berbahasa arab, tidak juga bisa bicara dalam bahasa arab, pokoknya ga bisa apa-apa…

***

Ini bukan joke…

Kita termasuk yang mana?

—penulis hanya menyimpulkan “salah satu” faidah dari kajian beliau—

Bahasa Arab SDIT


Alhamdulillah… bisa download buku gratis belajar bahasa arab buat anak SD di sini. Lumayan nih, menambah koleksi. Sebelumnya terima kasih buat pak guru atau pak ustadz yang kreatif, situsnya yang berisi tentang pelajaran bahasa arab untuk SDIT ini sangat membantu, bermanfaat….

Mari kita meluncur ke sana

Durusul Lughoh Versi Anak-Anak


Sudah kenal kitab durusul lughoh kan? Biasanya kitab ini untuk orang dewasa, atau mungkin usia SD-SMP-SMA sudah bisa mempelajarinya. Tapi, kali ini kitab ini aku manfaatkan buat pelajaran anak usia TK. Terlalu berat? Ga juga… Mufrodat di dalam kitab ini sebagian sudah ahmad tahu. Jadi tinggal dikemas penyampaiannya dengan versi anak-anak. Ya, sederhana saja… lha wong umminya juga ga mahir bahasa arab.

Ide ini juga baru-baru muncul “cling…cling…”. Suatu waktu aku baca-baca lagi durusul lughoh dekat ahmad yang lagi main komputer, eee.. dia nyambung! Nengok lah kepala dia, ummi baca apa sih kok bahasa arabnya kayaknya lain… (gitu kali rasa penasaran di kepalanya). Lagian kali ini bukan hanya ngapal mufrodat itu-itu wae seperti biasanya. Tapi sesuatu yang lain…. Baca lebih lanjut