Standar Kompetensi Belajar Anak Usia…. (Ahmad) -bagian 1-


Sebenarnya sudah lama hendak menyusun acuan kompetensi dasar yang sebaiknya diberikan pada ahmad. Kenapa tidak jadi-jadi? Karena ternyata mengejawantahkan ide pembelajaran itu lebih mudah ke praktek nyata. Dengan kata lain, aku sulit menuangkannya dalam bagan dan kata-kata yang sistematis (alias merasa ribet). Tapi ternyata, setelah apa yang telah kuberikan pada ahmad, dari proses, sampai hasil sederhana yang kini kami peroleh itulah kemudian malah bisa dirangkum menjadi beberapa point di bawah ini. Dengan mengacu pada buku panduan TKIP al Madinah Surakarta, kurikulum TK Bin Baz, beberapa hal yang kami peroleh dari TK An Najiyah, beberapa buku aqidah, fiqh, shirah, buku-buku panduan pendidikan anak, dll buku yang kami miliki, informasi mengenai homeschooling, beserta pengalaman pribadi, maka jadilah kurikulum sederhana ini. Tentunya masih banyak kekurangan, dan masih banyak yang perlu orangtua kembangkan pada saat mempraktekkannya. Semoga kelak menjadi bekal ketika anak kita dewasa.

1. AQIDAH

Tujuan:

Anak dapat mengenal Allah dan meyakini adanya Allah, rububiyahNya, uluhiyahNya, dan asma wa sifatNya, melalui pengenalan terhadap kalimat tauhid, kalimat thayyibah, dan rukun iman

No.

Standar Kompetensi

Kompetensi Dasar

Penilaian

BM

K

C

B

SB

1 Mengetahui 3 landasan aqidah 1. Mengetahui dimana Allah?
2. Mengetahui siapa Rabbmu?
3. Mengetahui siapa Nabimu?
4. Mengetahui apa agamamu?
5. Mengetahui apa kitab sucimu?
6. Menyebutkan macam-macam ciptaan Allah
7. Menyebutkan beberapa nama dan sifat Allah
8. Mengetahui bahwa manusia wajib beribadah hanya pada Allah
9. Mengetahui bahwa manusia wajib mentaati dan mencontoh Rasulullah
10. Mengetahui bahwa tidak ada sesembahan yang benar kecuali Allah
11. Mengetahui bahwa tidak ada contoh (panutan) yang paling baik kecuali Rasulullah
12. Mengetahui bahwa agama yang benar adalah islam
2 Mengetahui kalimat tauhid 1. Melafadzkan kalimat “laa ilaaha illallah”
2. Melafadzkan kalimat syahadatain
3. Mengetahui makna kalimat “laa ilaaha illallah”
4. Mengetahui makna syahadatain
5. Menunjukkan contoh sesembahan yang bathil selain Allah
5. Menunjukkan contoh panutan yang bathil selain Rasulullah
3 Mengetahui kalimat-kalimat thayyibah 1. Menghapalkan kalimat thayyibah: syahadat, ta’awudz, basmalah, tahlil, tahmid, takbir, tasbih, istirja’ dan terbiasa mengucapkannya
2. Mengetahui makna kalimat thayyibah: syahadat, ta’awudz, basmalah, tahlil, tahmid, takbir, tasbih, istirja’
3. Menunjukkan ciptaan Allah yang indah, besar, dan mengagumkan
4. Mengungkapkan perasaan dengan mengucapkan kalimat thayyibah
5. Membiasakan mengucapkan basmallah ketika hendak melakukan kegiatan
6. Membiasakan mengucapkan kalimat istirja’ ketika jatuh, atau mendapatkan musibah
7. Membiasakan mengucapkan kalimat tahmid ketika mendapat nikmat/rahmat Allah
8. Membiasakan mengucapkan kalimat tasbih ketika melihat sesuatu yang megagumkan
4 Mengenal rukun iman 1. Menghapal rukun iman
2. Mengetahui arti malaikat, Rasul/nabi, hari kiamat, dan takdir
3. Mengetahui macam-macam tauhid (rububiyah, uluhiyah, asma wa sifat)
4. Menyebutkan nama-nama malaikat dan tugasnya
5. Mengetahui sifat/ciri-ciri malaikat
6. Menyebutkan nama-nama Nabi dan mengetahui tugasnya
7. Menyebutkan nama-nama kitab Allah yang diturunkan pada NabiNya
8. Mengenal kejadian hari kiamat dan mengetahui tanda-tandanya
9. Mengenal tentang surga dan neraka, pahala dan dosa
10. Mengetahui sebab-sebab yang bisa mengantarkan ke surga dan neraka
11. Mengenal iman kepada takdir yang baik dan buruk dan menunjukkan dalam contoh kehidupan nyata
12. Mengenal hal-hal dan kisah-kisah penyubur iman
5 Mengenal Allah melalui nama dan sifat 1. Mengetahui nama dan sifat Allah dari al qur’an dan hadits shahih
2. Menghapalkan nama dan sifat Allah beserta artinya
3. Menunjukkan contoh sederhana bahwa Allah memiliki sifat Ar Rahman, Ar Rahim, As Sami’, Al Bashir, Al ‘Aziz, Al Hakim, Al Kholiq, Al ‘Alim, Ar Roziq, Al Ghoniy, dll
4. Menggunakan nama dan sifat Allah dalam doa

Keterangan:

BM : Belum Muncul

K : Kurang

C : Cukup

B : Baik

SB : Sangat Baik

Penilaian tersebut dimaksudkan untuk memudahkan evaluasi, apakah anak sudah cukup menyerap informasi dan pelajaran yang kita sampaikan, memahami, dan mempraktekkannya ataukah belum. Jadi jika di tahun pertama belum memberikan hasil yang baik, akan terus dilanjutkan di tahun berikutnya. Terus demikian, hingga jadilah ilmu itu amaliyah… itulah tujuan utamanya. Amin, amin.

Patokannya dimulai sejak usia berapa ya? Nah, bingung tho… Maklum, selama ini mengajar dan mendidik lebih banyak pakai “insting”. Kalau aku sih sah-sah saja apakah mau mengenalkannya sejak lahir, sejak bayi, sejak balita, pokoknya tidak ada kata terlambat. Semua bisa diaplikasikan pada semua jenjang usia, hanya beda caranya. Yang parah, kalau sampai tidak pernah kita kenalkan sama sekali. Nanti di akhirat, yang “ditanya” tentang anak-anak kita bukanlah guru2nya di sekolah, bukan ustadz2nya, tapi kedua orangtuanya. 

 

  • Bersambung…..