Pulang Kampung Yuuuk…


Siapa bilang belajar harus selalu di kelas… di depan seorang guru dengan 20-40 orang murid… Acara “pulang kampung” pun bisa jadi ajang belajar buat anak.

Naik kereta api… tut…tut…

Bulan april kemarin kami mudik. Ya… perjalanan yang sangat menyenangkan buat ahmad, naik kereta Bandung-Solo (meskipun sekedar kereta bisnis), bukan pengalamam pertama ahmad. Tapi kali ini tentunya beda rasanya, ahmad sudah 2 tahun 4 bulan, sudah cukup besar untuk bisa menikmati banyak hal baru dan menarik dalam kereta. Kereta yang panjang, banyak gerbong, ada kipas angin, banyak penumpang, dan banyak penjual berseliweran. Kereta berhenti di tiap stasiun yang dilewati. Penjual pun pada naik menawarkan barang dagangannya. Dasar anak kecil, dengan asyik dia menirukan setiap penjual keliling yang masuk kereta, sampai-sampai tiap penjual selalu mampir ke kursi kami walaupun kami tidak membelinya… “ail-ail… makan-makan…aqua mijon…”. Ketika kondektur yang mengecek tiket penumpang datang, dengan senang hati ahmad menyodorkan tiketnya, kondekturnya pun jadi ketawa… Jadi inget Toto-chan yang dengan berat hati memberikan karcis keretanya pada pengumpul karcis kereta, sampai-sampai dia bercita-cita jadi penjual karcis kereta. Anak-anak….🙂

Sebelum pulang kampung, ahmad selalu mendengarkan cerita tentang mbah uti dan mbah kakungnya, omnya, dan teman-teman di jawa, tentang pantai yang akan dikunjungi dsb, sampai-sampai ahmad sudah tak sabar lagi. Sampai rumah pun… seperti tak ada rasa lelah capek. Bukannya istirahat, langsung main sama mbah uti dan mbah kakungnya.

Siram bunga yuk…

Ahmad benar2 menikmati liburan “di kampung” mbah uti. Mbah uti rajin menanam bunga, banyak bunga di halaman, dan di taman dalam rumah. Senangnya ahmad boleh main air… Semprot sana-semprot sini pake selang air di halaman, belajar nyiram bunga sampai basah kuyup pun umminya gak kawatir demam dan batuk pilek. Ya… mumpung pulang ke jawa, airnya pun serasa hangat… Kalau sudah balik bandung, mana boleh dia main air duiiiiiingin sampai basah kuyup.

Panggil teman-temanmu…

Senangnyaaaa dapat teman baru… banyak teteh, aa… meskipun baru kenal, ahmad tidak canggung lagi main dan ngobrol dengan mereka. Cuma sayangnya, teman-temannya banyak bengong karena “lain bahasa”. Buat ahmad mah, yang penting main, banyak teman, gak ngerti mereka ngerti omongannya apa gak. “teman-teman… ayo kesini…”, teman-temannya pada kabur…

Bermain bola…

Sebuah bola plastik sudah disiapin mbah kakungnya untuk cucu tercinta. Maklum, cucu mbah kakung baru satu, pintar dan menyenangkan lagi, siapa yang gak senang… hehe, umminya ge-er… Padahal ahmad tadinya gak begitu senang main bola, tapi sekarang kok jadi senang banget ya… Oh, tau ummi… soalnya suasana baru, teman mainnya juga baru. Saking senangnya bisa main dengan banyak orang, sampai2 gak mau makan.

Main sama Om…

Ceritanya sih mau “unjuk kebisaan”… Ni lho om, ahmad udah bisa “nyetel” komputer/laptop, dah bisa muter CD sendiri, main komputer… Aksilah si anak kecil ini di depan mbah-mbahnya dan omnya. Semua dibuat senang dan ketawa dengan ulah si ahmad yang ‘gaya…’

Naik sepeda ontel…

Mbah uti dan mbah kakung gak libur kerja. Jadi, abi yang harus gantian nemenin main. Sudah “kadung” senang main di luar, maunya keluaaaar terus. Wah, enak nih jalan-jalan naik sepeda, keliling-keliling, yang penting anak senang… Mumpung abi gak kerja nih, gantian momong anak…

Ke pemancingan yuk…

Seorang teman mengajak kami makan di pemancingan “njanti-klaten”. Satu rombongan, 2 ummi, 2 abi, dan 3 anak kecil yang umurnya gak jauh beda. Jadi klop soal mainan… Sambil nunggu pesanan datang, anak-anak main di ayunan dan jungkat-jungkit yang di sediakan, nyemplung ke kolam, dan belajar mancing (ih, lama banget… masa nunggu makan sampai 1 jam lebih. Opo tumon?). Anak-anak memang selalu melimpah energinya, gak ada habisnya… gak capek main, lari-lari, gak tahu umminya “ketar-ketir” takut kecemplung kolam ikan. Pesanan datang, kita santap, pulang deh… Ahmad langsung tidur di dalam mobil, kecapekan…….

Akhirnya, ke pantai juga…

Ahmad selalu “nagih” minta ke pantai. Tapi karena ummi sakit, ummi gak bisa langsung ngajak ke pantai (duh kasihan bener, mau mudik malah maag kambuh, disusul diare, n batuk pilek, di perjalanan tambah parah deh…). Giliran tiba saatnya ke pantai… ahmad-nya takut, gak mau turun ke pasir. Tapi mbahnya memang pinter merayu cucunya. Begitu mau turun, langsung mau ngejar air, padahal pantai selatan ombaknya gedeee… Maunya di pantai aja main air, gak mau diajak pulang… Omnya pun turun tangan gantian megangin, takut kebawa arus… (sudah banyak korban yang tenggelam).

Monyetnya kok gak cebok…

Qodarulloh… pulang kampung ada undangan dari teman SMA yang nikah. Kami sempatin deh datang… wong yooo temen akrab satu bangku. Acara udah selesai… Memang sengaja kami datang terlambat, biar gak terjebak ikhtilat dan acara yang “gak syar’i”. Waktu main2 di halaman rumah teman yang nikah tersebut, spontan ahmad nyeletuk “kok monyetnya gak cebok…”. Ternyata ahmad lihat monyet kepunyaan tuan rumah lagi pipis di atad atap. Pengantinnya langsung ketawa…

Naik kereta lagi…

Harus balik ke bandung lagi nih. Jatah cuti abi udah habis. Ternyata kurang lama cutinya, belum puas di kampung, masih capek perjalanan udah harus naik kereta lagi… Semua sedih ditinggal ahmad. Meskipun kedatangan ahmad membuat semua jadi sibuk, capek, tapi semua senang. Perilakunya yang alami, keingintahuannya yang sangat besar, tingkahnya yang suka bikin ketawa, membuat rasa capek berubah jadi menyenangkan. Itung-itung pada refreshing biar pada gak suntuk. Selamat tinggal semuanya… Semoga tahun depan tabungan kami cukup buat pulang kampung lagi dan bersilaturahmi ke keluarga yang lain yang belum atau cuma sesaat kami kunjungi……….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s