Menghapal Syahadatain


Kejutan Buat Ummi

Kalimatnya mudah, tidak terlalu panjang, hanya mungkin untuk anak kecil tidak mudah diucapkan. Apalagi jika si anak masih sulit bicara. Tapi buat ahmad yang pintar bicara, sapertinya ummi terlalu menganggap ‘gampang’ pelajaran ini.

Pikir ummi, ahmad dengan cepat bisa mengucapkan dan menghapalkannya. Eeeeee… salah perkiraan nih. Awal-awal diajari, suusah banget mengucapkannya, belepotan, dan yang paling ‘menyedihkan’, ahmad terkesan ogah-ogahan diajarin.

Wah, harus pelan-pelan dan cari cara yang baik dan menarik nih ngajarnya. Gak baik atuh terlalu memaksa anak, hatta itu ucapan paling “agung” sekalipun. Yah, sabar aja. Ahmad memang anak kecil seperti anak-anak kecil lainnya, ogah didikte, dites, dan semacamnya.

Ummi kurang begitu ingat berapa lama ahmad belajar mengucapkan syahadat. Yang jelas ummi ganti teknik mengajar, dengan sering-sering diucapkan keras-keras di dekat ahmad, tanpa menyuruh ahmad ikut mengucapkan tentunya (karena cara ini kurang mempan), di sela2 ahmad main, mau bobok siang, mau tidur malam, sambil makan, sambil apa aja lah… curi2 kesempatan. Ummi tahu, anak ummi sebenarnya sudah merekam dalam otaknya, dan tertarik untuk menirukan, minimal tertarik mencoba mengucapkan…

Ternyata… tahu-tahu ahmad kasih kejutan buat ummi, suatu waktu tanpa diminta ahmad bisa mengucapkan sendiri. Eh… anak ummi sudah hapal syahadat….lafadznya pun benar… Duuuh senengnya ummi… alhamdulillah….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s