Nabi Ibrohim Menghancurkan Berhala


Mu’jizat Nabi Ibrohim

Jika ahmad sedang menyukai sesuatu, pasti dia akan mengulang-ulang apa yang disukainya itu. Contohnya, waktu baru dibelikan sepeda, seharian ahmad main sepeda, naik keliling-keliling di dalam rumah sampai-sampai gak tidur siang. Begitu juga jika ummi menceritakan sesuatu. Selama beberapa malam, ummi harus membacakan buku kisah Nabi Ibrohim menghancurkan berhala… (pokoknya umminya dilarang bosan). Bahasa ceritanya pun harus menarik dan jangan terlalu kaku sesuai EYD.

Dulu…
Ada seorang bernama Azar, pekerjaannya menjual patung. Waktu itu, di negeri tempat tinggal Azar ada rumah yang sangat besar, di dalamnya ada patung sangat banyak. Orang-orang sujud menyembah patung-patung itu. Azar juga sujud menyembah patung.

Azar punya anak laki-laki (seperti ahmad, ahmad kan anak laki-laki), namanya Ibrohim. Nabi Ibrohim melihat ayahnya dan orang-orang sujud menyembah patung. Padahal patung itu cuma dari batu, tidak bisa bicara dan tidak bisa mendengar. Nabi Ibrohim heran melihat mereka, kenapa orang-orang bersujud menyembah patung?

Nabi Ibrohim pun berkata pada ayahnya, memberinya nasihat… Ayah, kenapa engkau sujud menyembah patung-patung itu? Kenapa engkau meminta pada patung-patung itu? Patung kan tidak bisa bicara dan tidak bisa mendengar? Patungnya juga tidak bisa mencelakakan dan tidak bisa memberi manfaat. Kenapa engkau malah memberinya makanan dan minuman untuk mereka? Patungnya kan juga tidak bisa makan dan tidak bisa minum… Ternyata Azar sang ayah tidak paham dan marah… Orang-orang juga dinasihati oleh Nabi Ibrohim agar tidak menyembah patung, tapi mereka juga marah dan tidak paham… Nabi Ibrohim pun berkata, kalau orang-orang itu pergi, aku akan menghancurkan patung-patung itu. Mudah-mudahan mereka sadar.

Kemudian tiba waktunya hari raya, orang-orang bergembira. Mereka semua pergi merayakan, dan tinggallah Nabi Ibrohim sendirian di rumah. Kemudian Nabi Ibrohim mendatangi patung-patung, dan berkata:
“Apa kalian tidak bisa bicara?”
“Apa kalian tidak bisa mendengar?”
“Ini makanan dan minuman, kenapa tidak kalian makan dan minum?

Ditanya seperti itu, patung-patungnya tetap saja diam. Karena mereka hanya batu yang tidak bisa bicara.
Nabi Ibrohim kemudian berkata:
“Maa lakum laa tanthiquun…” (surat ash shoffaat:92)
Tapi patung-patung itu tetap saja tidak bicara.

Nabi Ibrohim pun jadi marah. Beliau mengambil kapak, dan patung-patung itu dipukul-pukul, dihancurkan… Nabi Ibrohim menyisakan satu patung yang paling besar, dan menggantungkan kapak di leher patung besar tersebut.

Setelah orang-orang selesai berhari-raya, mereka pulang. Ternyata patung-patung mereka sudah hancur. Mereka jengkel dan marah.
Mereka berkata:
“Siapa yang melakukan perbuatan ini terhadap tuhan-tuhan kami?” (surat al anbiya:59).
Mereka juga berkata:
“Kami mendengar ada seorang pemuda yang mencela patung-patung ini, namanya Ibrohim” (surat al anbiya:60)
Mereka bertanya:
“Apakah engkau yang melakukan perbuatan ini terhadap tuhan-tuhan kami wahai Ibrohim?” (surat (al anbiya:62)
Nabi Ibrohim menjawab:
“Sebenarnya yang menghancurkannya adalah patung yang besar ini, maka tanyakanlah kepada mereka, jika mereka mampu berbicara.” (surat al anbiya:63)

Orang-orang pun paham, patung-patung tuhan mereka hanya batu, tidak mungkin bisa bicara dan mendengar. Patung yang besar itu juga batu, tidak bisa jalan dan bergerak, dan tidak bisa menghancurkan patung-patung kecil lainnya.

Orang-orang itu pun berkata:
“Engkau tahu wahai Ibrohim, kalau patung-patung itu tidak bisa bicara.”
Nabi Ibrohim pun menjawab:
“Lalu bagaimana bisa kalian menyembah patung-patung itu? Apa kalian tidak sadar?”
Orang-orang pun diam dan malu….

Setelah kejadian itu, mereka berkumpul. Mereka bersiasat hendak melakukan hukuman kepada Nabi Ibrohim yang telah menghancurkan patung mereka. Mereka berencana hendak membakar Nabi Ibrohim.

Kemudian mereka mengumpulkan kayu dan menyalakan api, Nabi Ibrohin pun dilempar ke dalam api. Tapi, Alloh menolong Nabi Ibrohim… dan Alloh berkata kepada api, “Wahai api, menjadi dinginlah dan menjadi keselamatan bagi Ibrohim.” (surat al anbiya:69)

Tiba-tiba api pun menjadi dingin… Nabi Ibrohim selamat, dan orang-orang kafir itu tidak bisa mencelakai Nabi Ibrohim. Mereka pun tercengang dan bingung….

Begitulah kisahnya… makanya ahmad harus seperti Nabi Ibrohim. Kalau ahmad beriman pada Alloh, menyembah Alloh, tidak menyembah patung, Alloh pasti mau menolong ahmad, Alloh pasti sayang sama ahmad, seperti Alloh sayang nabi Ibrohim…

(Diceritakan ulang dari buku “Nabi Ibrahim Sang Penghancur Berhala” karya Abu Umar Ibrahim terbitan Hikmah Anak Sholeh-Yogyakarta)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s