Shiroh Nabi (Bagian 2)


Nasib sumur zam-zam

Setelah berlalu masa yang panjang dengan segala yang terjadi, sumur zam-zam pun akhirnya dipenuhi pasir. Sumur itu menjadi tersembunyi, dan tak ada seorang pun yang mengetahuinya. Tahun demi tahun berlalu… Bersamaan dengan itu, orang-orang Arab telah melupakan segala yanng telah terjadi. Begitu pula, mereka telah melupakan peribadahan mereka kepada Alloh…

Patung-patung Dalam Ka’bah

Sepulang dari perjalanan, orang-orang Arab membawa patung-patung berhala. Lalu mereka meletakkan berhala-berhala itu di dalam Ka’bah. Mulailah mereka beribadah kepada patung-patung itu dan mendekatkan diri kepadanya. Orang pertama yang membawa patung bernama ‘Amr bin Luhay. Patung-patung di dalam Ka’bah pun menjadi semakin banyak, sampai akhirnya berjumlah 360 patung.

Pemimpin Quraisy dan Rumahnya

Pada musim haji, orang-orang pergi ke Ka’bah. Mereka mengunjungi Ka’bah dan memuliakannya (inilah perbuatan yang benar). Namun mereka juga beribadah kepada patung-patung ini (dan inilah kesalahan besar mereka. Abdu Manaf adalah pemimpin Quraisy, beliau adalah salah seorang nenek moyang Nabi Muhammad shollallohu ‘alaihi wa sallam.

Perayaan-perayaan pernikahan diselenggarakan di rumah ‘Abdu Manaf. Orang-orang juga bermusyawarah di rumah beliau, membahas berbagai urusan. Bendera peperangan pun diikat di rumahnya. Beliau tumbuh di rumah yang mulia, sehingga beliau terdidik dalam kemuliaan.

Anak Kembar Laki-laki

Abdu Manaf adalah seorang yang berparas tampan lagi mengagumkan kebaikannya. Dia disebut al qomar (bulan). Dia duduk dalam rumahnya dalam keadaan risau karena istrinya akan melahirkan. Dia juga berharap anak yang akan lahir nanti laki-laki.

‘Abdu Manaf hidup dalam lingkungan yang membenci kelahiran anak perempuan. Kebencian kaum itu sampai-sampai mencapai perbuatan menguburkan anak perempuan hidup-hidup. Mereka melakukannya karena khawatir mendapatkan aib. Begitu juga ‘Abdu Manaf, beliau risau istrinya akan melahirkan anak perempuan. Tetapi Alloh memberinya anak kembar laki-laki.

‘Abdu Manaf pun bergembira dengan kelahiran putra kembarnya. Diantara orang-orang arab ada yang berharap kejelekan (ini jelas perkara yang salah). Dan ada yang berharap kebaikan (inilah yang seharusnya). Hingga seseorang ada yang berkata, “Akan terjadi peperangan di antara keduanya.”

2 thoughts on “Shiroh Nabi (Bagian 2)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s