Minta maaf ya….


Minta maaf ya mi….

Suatu sore, pulang main ahmad nangis tersedu-sedu. Rupanya, masalahnya adalah temannya gak mau diajak minta maaf. Setelah berhasil korek keterangan, ternyata, teman mainnya itu tidak mau dicium untuk minta maaf. Lha ya jelas, wong temannya itu perempuan (sama-sama masih kecil sih…tapi kan bukan mahrom). Jelas aja ahmad malah tambah nangis, sudah gak mau diajak minta maaf, didorong pula karena gak mau dicium.

Kata abi, “ahmad hanya boleh cium pipi ummi, abi, mbah uti sama mbah kakung. Kalo ahmad salah sama temen, minta maafnya salaman aja”

Alhamdulillah, apa yang kami sebagai orang tua tanamkan kepada anak –bahwa kalau kita melakukan kesalahan apapun bentuknya dan sekecil apapun itu, kita harus minta maaf– telah begitu melekat pada pribadi ahmad. Di usianya yang belum genap 3 tahun, ahmad sudah terlalu pintar meminta maaf, bahkan dia suka mengajari dan menyuruh teman2nya meminta maaf. Dan usaha ini membutuhkan waktu, contoh, pengorbanan, dan tentu kesabaran…

Namanya kesalahan, pasti manusia pernah melakukannya, ini sudah jadi salah satu kekurangan manusia. Entah itu kesalahan orangtua pada anak, atau kesalahan anak pada orangtua. Sebagai orangtua, idealnya memberi contoh terlebih dulu sebelum menyuruh anak melakukan sesuatu, apalagi itu termasuk “amalan yang mulia” dan bernilai pahala.

Kalau ummi atau abi melakukan kesalahan pada ahamad, entah itu berlaku tidak sabar, membentak, atau memarahi, menegur sampai membuatnya menangis/sedih, terlambat atau salah mengambilkan sesuatu yang diminta, sudah keharusan kami untuk meminta maaf. Alhamdulillah kami tak pernah segan2 mengucapkan “maafin ummi ya… maafin abi ya” ketika kami berbuat sesuatu yang kurang menyenangkan atau membuat sedih hatinya…. (anak ummi memang sensitif sekali perasaannya, hik hik hik…). Apalagi ummi, yang hampir setiap detik bersamanya, pasti paling sering mengucapkan permintaan ini. Dan apa reaksi ahmad? “ya mi…, ahmad sudah gak sedih lagi. Ahmad baik ya? Ummi baik ya?” Jadi terharu…😦

Begitu juga ahmad, dia bahkan jadi terlalu sering meminta maaf kalau melakukan sesuatu yang membuat umminya diam memandanginya (ini tandanya ummi tidak suka dengan sesuatu yang sedang ahmad lakukan, dan ahmad hapal betul ini! Cara ini lebih efektif untuk menghadapi kemarahan, dan hal yang tidak menyenangkan. >daripada umminya sewot dan marah2<). Salah sedikit saja, “mi, maafin ya”, “bi, maafin ya”… “abi baik ya, ummi baik ya, ahmad udah baik”. Ckckckck…. ya jelas ummi sama abinya ga jadi marah/kesel.

Begitulah, sampai heran… anak ummi pintar sekali mengambil hati abi dan umminya. Dan itu selalu dilakukan berulang2, entah dengan disengaja berbuat salah atau “hal aneh” berulang-ulang, atau memang tidak sengaja. Tentu minta maafnya dengan mencium pipi ummi atau abi kiri kanan, dan juga hidungnya…🙂

2 thoughts on “Minta maaf ya….

  1. dari nada bicara saya, biasanya asiyah paham kl saya sedang negur dia.. atau kl saya diemin dan nggak mau senyum… tapi senjatanya tiba2 saya dicium sambil dia nyengir kasih kelihatan giginya yg baru 7 buah…

    kl itu nggak berhasil, dia akan merayu dengan pasang muka memelas siap2 nangis : D

    kl saya masih tetap blm mau senyum dan memeluk dia, mesti deh jadi nangis : )

    **

    jazakillahu khayran untuk cerita2nya ya mb.. masyaalloh bagus2.. saya suka banget : )

  2. tuh kan.. anak2 memang pinter. dan mereka pada dasarnya pemaaf dan juga mau meminta maaf.
    athirah dah berapa nih momongannya? ato baru asiyah aja? kita pernah ketemu di RI belum tho?
    lupa… generasi terakhir yang masih kutemui angkatannya ummi, fafa, turun dikit, muthi, eida, anik, nina, galuh,…dkk
    kayaknya belum pernah ketemu athirah langsung ya? cuma denger tentang athirah aja nih, sebegitu harum beritanya..hehe…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s