Tidur sendiri


Kemarin siang ahmad merasa sangat bersalah sekali sama ummi, karena dia main spidol permanen yang ummi larang, dia coret2 di white board, dan juga di tubuhnya. Syukur cepat ketahuan, jadi baru bagian tangan yang jadi korban. Akhirnya ahmad gak berani dekat2 ummi, padahal dia sudah minta maaf. “Mi, maaf ya, ummi udah sayang sama ahmad?”, katanya polos dengan wajah penuh rasa bersalah.

Akhirnya dia menyendiri, makan keripik di depan komputer. Tadinya terdengar suara “kres…kres…kress… suara kripik lagi dimakan”. Tapi kok lama2 gak ada suara. Curiga juga, jangan2 ahmad buat ulah yang lain atau keluar rumah. Begitu dilihat, eeeee….ternyata anaknya dah tidur, dengan mulut celemotan, tangan juga celemotan, dan tangan yang lain masih pegang bungkus keripik. Hi…anak ummi ketiduran. Dia kecapekan rupanya, saking ngantuknya tidur di lantai pun pulas, sampai dipindah ke kasur pun gak bangun.

Rupanya anak ummi sudah gede… itu ahmad sendiri yang bilang. Sudah beberapa kali ahmad bisa tertidur sendiri (tidur siang), kadang minta tidur sendiri tanpa ditemani, kadang juga karena ketiduran saking capeknya main seperti kejadian di atas. Siang ini juga, habis makan kolak ubi kesukaannya, minum susu, makan emping oleh2 dari mbah utinya, n gosok gigi, ahmad masuk kamar. Panggil ummi suruh pijitin kaki n tangan (katanya capek, minta dipijitin), pake selimut (padahal biasanya selimutnya dibuang), umminya disuruh keluar. 5 menit ummi tengok ke kamar, eeee sudah tidur…. sampai lupa belum berdoa.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s