Belajar Menghitung


Lain anak memang lain kebiasaan. Lain anak memang lain kemampuan. Lain anak memang lain kesukaan…..

Iseng2 umminya nanya, mata ahmad ada berapa? Tanpa dihitung dulu, dia jawab “dua”. (bagus , dalam hati ummi, berarti dia bisa membayangkan berapa jumlah matanya). Trus kata ummi, kalo matanya ditutup satu jadi berapa? Jawabnya, “ada satu”. Kalo ditutup semua? “nol”… katanya (oh, berarti dia bisa ngitung). Trus ganti ummi tanya, kalo tangan ahmad ada berapa? “ada dua”. Kalo tangannya disumputin satu tinggal berapa? “satu”. Kalo disumputin semua” “nol”. Lumayan, belum bosan dia ditanya, malah minta ditanyain jumlah kakinya, hidungnya, lobang hidungnya, telinganya, mulutnya, semua anggota tubuhnya. Iseng2, dia malah jadi belajar berhitung.

Trus, karena dah lancar dengan bilangan 2, besoknya ummi mencari sesuatu yang berjumlah 3, 4 dst, roda becak, roda mobil, kaki kursi, atau apa aja lah… tapi dia sudah tdk tertarik (mungkin karena masih susah menghitung n membayangkan jumlahnya). Tapi lumayan, ini bisa jadi awal dia belajar angka, konsep jumlah dan bilangan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s