Wahai Orangtua Belajarlah dari Anak


Banyak hal menarik selama orangtua dan keluarga bertandang ke Bandung. Salah satunya ketika orangtua harus belajar banyak dari sang cucu. Tak dipungkiri, meskipun sudah menjadi orangtua dan banyak makan asam garam, masih banyak hal yang keliru dan harus diperbaiki.

Ketika lupa makan dengan tangan kiri, sang cucu nyeletuk, “kok mbah makan pake tangan kili (kiri)”. Ketika sang cucu bandel, mbahnya kesel dan habis akal, “sini, takut ada hantu”. Sang cucu menjawab, “kan ga ada hantu mbah…”. Ketika mbah kakungnya sholat di rumah, sang cucu bertanya, “kok mbah kakung ga sholat di masjid?” Ketika mau masuk kamar mandi, mau pergi naik motor, turun hujan, ada petir, bahkan ketika bersin sang cucu berdoa dengan komplit, mbahnya tertegun…. Bahkan mbahnya salah jawab ketika ditanya bahasa arabnya mobil, dan dibetulkan oleh cucunya.

Ternyata sang cucu lebih pintar dan lebih banyak mengamalkan sunnah. Saya jadi malu, tapi sekaligus senang. Sang cucu yang justru memberitahu mbah2nya, pastinya ini akan lebih membekas dan meninggalkan kesan mendalam bagi mereka. Semoga orangtua kita mendapatkan hidayah.

Itu hanya sekelumit hal yang pantas dan tak usah kita merasa malu untuk kita belajar dari seorang anak. Cobalah tengok, masih banyak hal lain yang sebenarnya kita harus belajar dari anak. Bagaimana ketelatenan dan kesabaran anak ketika belajar jalan, kemauan anak ketika diajari membaca, menulis, menggambar, kesediaan anak mendengarkan ketika kita bercerita, kerelaan anak menghentikan tangis dan rengekan ketika meminta mainan atau jajan atau sesuatu yang sangat dia inginkan, kerelaannya meredam marah ketika sesuatu tidak sesuai harapannya, kesediaan anak ketika kita memintanya menghapal dan berdoa, dan kesabaran anak ketika menunggu abi dan umminya melakukan sesuatu yang dia inginkan, kegigihan anak melakukan berbagai aktivitas, dan masih banyak lagi…. Ternyata, bisa jadi kita sebagai orangtua tidak lebih baik dari anak2 kita.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s