Kurikulum Fiqh dan Materi (3-6 th)


KURIKULUM FIQH
(3-6 th)

Tujuan:
1. Mengenal berbagai jenis air dan kegunaannya untuk bersuci
2. Mengenal dan mengetahui macam-macam najis dan cara membersihkannya
3. Mengetahui adab-adab buang air (ke kamar mandi) dan bisa mempraktekannya
4. Mengenal istinja (cebok) dan adab-adabnya
5. Mengenal wudhu dan mengetahui tata caranya serta belajar mempraktekannya
6. Mengenal tayammum dan tata caranya
7. Mengenal adzan dan iqomah , mengetahui bacaannya, dan belajar mempraktekannya serta bisa mengucapkan doa setelah adzan
8. Mengenal waktu-waktu sholat wajib, jumlah rokaatnya, dan mengetahui gerakan/tata cara sholat serta belajar mempraktekannya
9. Mengetahui pentingnya sholat berjamaah di masjid
10. Mengenal sekilas tentang sholat jum’at
11. Mengenal sekilas beberapa macam sholat sunnah
12. Mengenal zakat
13. Mengenal puasa romadhon
14. Mengenal seputar hari raya ‘idul fithri dan ‘idul addha

MATERI

A. AIR

Alloh menciptakan air untuk semua makhlukNya. Semua air yang turun dari langit dan yang keluar dari bumi suci dan mensucikan. Kita bisa mandi, membersihkan badan, membersihkan najis, dan berwudhu dengan air tersebut.
Alloh berfirman:
وَأَنْزَلْنَا مِنَ السَّمَاءِ مآءً طَهُوْرًا
“Dan Kami menurunkan dari langit air yang suci” (Al Furqon:48)
Nabi Muhammad sholallohu ‘alaihi wa salam juga bersabda:
هُوَ الطَّهُوْرُ مَاءُهُ الحِلُّ مَيْتَتُهُ
“Ia (laut itu) suci airnya halal bangkainya”
إِنَّ الْمَاءَ طَهُوْرُ لاَ يُنَجِّسُهُ شَيْءُ
“Sesungguhnya air itu suci, tidak bisa dinajiskan oleh sesuatupun”
Macam-macam air yang bisa dipakai untuk bersuci antara lain:
– air sumur
– air hujan
– air sungai
– air laut
– mata air
– air embun
– cairan es
– air yang disuling

B. NAJIS

Najis adalah kotoran-kotoran yang harus dibersihkan dan dicuci oleh setiap muslim pada bagian yang terkena najis.

Macam-macam najis antara lain:
– air kencing
– kotoran manusia
– kotoran hewan yang dagingnya tidak boleh dimakan
– air liur anjing
– bangkai (binatang yang mati tanpa disembelih secara syar’i)
– tulang bangkai
Akan tetapi ada bangkai yang tidak najis, yaitu bangkai ikan, belalang, dan hewan yang tidak berdarah seperti lebah/tawon, lalat, dan semut).

Najis-najis ini bisa dibersihkan dengan menggunakan air sampai hilang baunya, rasanya, dan warnanya. Membersihkannya antara lain dengan dituang air, atau disiram, atau digosok dengan air. Kalau bejana kita dijilat anjing, kita membersihkannya dengan cara mencucinya 7 kali, yang pertama dicampur dengan tanah. Kalau pakaian kita terkena kencing (pipis), pakaian kita juga harus dicuci. Kalau bagian bawah sandal kita terkena najis, kita menggosokkannya ke tanah. Tetapi kadang kita boleh membersihkan/menyucikan najis dengan menggunakan selain air, seperti batu dan debu/tanah, kalau kita tidak menemukan air untuk bersuci atau membersihkannya.

C. ADAB DI KAMAR MANDI

– Sebelum masuk WC kita membaca doa:
بِسْمِ اللهِ اللَّهُمَّ إِنىِّ أَعُوْذُبِكَ مِنَ الْحُبُثِ وَالْخَبَا ءِثِ
“Dengan menyebut nama Alloh, Ya Alloh sesungguhnya aku berlindung kepadaMu dari godaan syaithon laki-laki dan syaithon perempuan.”
– Bila keluar, membaca doa:
غُفْرَا نَكَ
“Aku memohon ampunan kepadaMu”
– Masuk dengan menggunakan kaki kiri, dan keluar dengan kaki kanan
– Sebaiknya kita kencing atau buang air besar di tempat tertutup, kalau di WC kita tutup pintunya agar tidak terlihat orang
– Kita juga tidak boleh kencing di jalan yang dilalui orang atau di tempat berteduh mereka.
– Ketika buang air kecil/buang air besar kita tidak boleh menghadap kiblat atau membelakanginya
– Tidak boleh memegang kemaluan menggunakan tangan kanan
– Menjaga dari percikan kotoran supaya tidak mengenai badan atau pakaian
– Tidak boleh membawa al qur’an atau sesuatu yang terdapat lafadz Alloh
– Setelah kita buang air besar, kita harus cebok atau membersihkan tempat keluarnya kotoran dengan menggunakan air, ini juga dinamakan istinja’
– Ketika cebok (istinja’) kita tidak boleh mengunakan tangan kanan, tetapi dengan tangan kiri
– Kita juga tidak boleh cebok (isitinja’) menggunakan tulang atau kotoran binatang

D. WUDHU

Sebelum kita melakukan ibadah seperti sholat, membaca al qur’an, dzikir sebaiknya kita wudhu terlebih dulu. Bahkan sebelum tidur Nabi juga menyuruh kita berwudhu. Berwudhu termasuk ibadah terhadap Alloh, yaitu mencuci anggota badan tertentu dengan tata cara tertentu pula.

Kita harus wudhu menggunakan air yang suci. Air yang bisa digunakan untuk wudhu antara lain, air sumur, air hujan, air sungai, air laut, mata air, air embun, dan juga cairan es.
Wudhu bisa batal karena kencing, buang air besar, kentut, pingsan/hilang kesadaran, tidur pulas, dan makan daging onta. Jika hendak sholat tapi batal, kita harus wudhu kembali.

Tata cara wudhu:
1. Niat di dalam hati
2. Membaca bismillah
3. Membasuh kedua telapak tangan 3x
4. Berkumur, menghirup air ke hidung (istinsyaaq), dan menyemburkannya (istinsaar) 3x
5. Membasuh muka 3x
6. Membasuh kedua telapak tangan sampai siku 3x, mulai dari kanan lebih dulu
7. Mengusap kepala dan telinga sekaligus 1x
8. Mencuci kedua kaki hingga mata kaki dengan menggosok jari-jari kaki, mulai dari kanan lebih dulu
9. Membaca doa setelah wudhu:
أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاَّ الله وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَ أَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُه أللهم اجعلني من التوا  بين واجعلني من المتطهرين

E. TAYAMMUM

Tayammum adalah bersuci dengan menggunakan debu atau pasir, sebagai pengganti air. Kita boleh bertayammum jika kita tidak menemukan air, atau karena kita sakit dan akan bertambah parah jika menggunakan air, atau karena diiingin sekali.

Cara bertayamum:
Jika hendak tayammum, kita harus menggunakan debu/tanah yang bersih, caranya cukup dengan menepukkan kedua telapak tangan yang direnggangkan di permukaan tanah, kemudian meniup kedua telapak tangan, lalu mengusapkan keduanya pada wajah dan kedua telapak tangan kita. Cukup, selesai… mudah kan?

Tayammum juga seperti halnya wudhu, bisa batal dengan sebab kencing, buang air besar, kentut, pingsan/hilang kesadaran, tidur pulas, dan makan daging onta.
Begitulah, Alloh sungguh sayang kepada kita. Jika karena sesuatu hal kita tidak bisa wudhu menggunakan air, Alloh memperbolehkan kita menggunakan debu/tanah atau pasir. Alloh tidak pernah memberikan beban pada seseorang kecuali sebatas kemampuannya.

F. ADZAN DAN IQOMAH

Adzan adalah panggilan untuk mengerjakan sholat. Seorang yang adzan dinamakan muadzin. Seorang muadzin harus muslim, suaranya keras, amanah dan jujur, juga harus tahu waktu-waktu sholat. Jika waktu sholat tiba seorang di antara kita hendaklah mengumandangkan adzan.

Lafadz adzan:
ألله أكبرألله أكبر, ألله أكبرألله أكبر
أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاَّ الله , أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاَّ الله
أَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُوْل الله , أَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُوْل الله
حي علي الصلاة, حي علي الصلاة
حي علي الفلاح,  حي علي الفلاح
ألله أكبرألله أكبر
لاَ إِلهَ إِلاَّ الله
Pada waktu terdengar adzan, kita hendaknya mendengarkannya dengan baik, dan menjawab adzan dengan mengucapkan sesuai yang diucapkan muadzin. Hanya saja ketika muadzin mengucapkan,
حي علي الصلاة, حي علي الصلاة
حي علي الفلاح,  حي علي الفلاح
kita mengucapkan:
لا حول و لا قوة إلا با لله

Selesai mendengar adzan, kita juga berdoa:
اللهم رب هذه الدعوة التا مة والصلاة القا إمة ات محمدا الوسيلة والفضيلة وابعثه مقاما محمودا الذي
وعدته
Antara adzan dan iqomah, hendaknya di beri jarak waktu, agar orang-orang yang mendengar adzan bisa bersiap-siap, berwudhu, berjalan dari rumahnya menuju masjid, dan dan sholat sunnah di masjid sebelum iqomah dikumandangkan. Ketika iqomah, suaranya sebaiknya sedikit dipelankan tidak seperti saat adzan, dan membacanya lebih cepat.

Lafadz iqomah:
ألله أكبرألله أكبر
أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاَّ الله
أَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُوْل الله
حي علي الصلاة
حي علي الفلاح
قد قا مت الصلاة , قد قا مت الصلاة
ألله أكبرألله أكبر
لاَ إِلهَ إِلاَّ الله

G. SHOLAT

Sholat adalah rukun islam yang kedua. Sholat dilakukan ketika sudah tiba waktunya. Kalau belum tiba waktu sholat tapi kita melaksanakan sholat, maka sholat kita tidak sah, dan harus diulang setelah masuk waktu sholat. Ketika sholat kita harus menutup aurat. Badan, pakaian, dan tempat sholat pun harus suci dari najis. Sholat juga harus menghadap kiblat, tidak boleh menghadap ke selainnya.

Kita harus rajin sholat pada waktunya, begitu mendengar adzan, kita sebaiknya bersegera melaksanakan sholat. Menunda-nunda sholat itu tidak baik, kita bisa kehilangan pahala menyegerakan sholat. Sholat berjama’ah adalah sholat yang dilakukan bersama-sama baik di masjid maupun di selain masjid. Sholat berjama’ah pahalanya 27 derajat lebih banyak dibandingkan sholat sendirian. Laki-laki harus sholat berjamaa’ah di masjid, sedangkan perempaun sebaiknya sholat di rumah.

Dalam sehari, kita melaksanakan sholat wajib sebanyak 5 kali (5 waktu):
1. Sholat dzuhur, sebanyak4 rokaat, dikerjakan setelah tergelincirnya matahari
2. Sholat ‘ashr, sebanyak 4 rokaat, dikerjakan sejak berakhirnya waktu dzuhur sampai matahari tenggelam
3. Sholat maghrib, sebanyak 3 rokaat, dikerjakan mulai terbenamnya seluruh bulatan matahari sampai hilang awan merah di langit
4. Sholat isya’, sebanyak 4 rokaat, dikerjakan sejak habis waktu maghrib hingga pertengahan malam
5. Sholat shubuh, sebanyak 2 rokaat, dikerjakan setelah terbitnya fajar shodiq (fajar kedua) sampai terbit matahari

Tatacara melaksanakan sholat:

1. Menghadap kiblat, dengan sutroh (pembatas) di depan kita
2. Takbirotul ihrom dengan mengucapkan Allohu akbar sambil mengangkat kedua tangan sejajar dengan bahu atau telinga
3. Kemudian bersedekap dengan meletakkan telapak tangan kanan di atas punggung telapak tangan kiri di atas dada
4. Membaca doa istiftah:
أللهم  باعد بيني و بين خطا يا ي كما با عدت نين المشرق والمغرب اللهم نقني من خطا يا ي كما ينقى الثوب الأ بيض من الدنس اللهم اغسلني من خطا يا ي با الماء والثلج والبرد
5. Membaca ta’awudz
أعو ذب الله من الشيطا ن الرجيم
6. Membaca basmalah dan surat al fatihah
7. Membaca surat selain al fatihah
8. Ruku’, yaitu membungkukkan punggung (kepala sejajar punggung , telspak tangan diletakkan di lutut dengan kuat sambil membentangkan jari-jemarinya, seolah-olah menggenggam kedua lutut). Ketika ruku kita sembari bertakbir dengan mengangkat kedua tangan sejajar bahu atau telinga
9. Membaca doa ruku’ 3x:
سبحا ن ربي العظيم
10. Bangkit dengan mengangkat kepala dari ruku’ (i’tidal) sambil mengangkat kedua tangan sejajar bahu atau telinga sambil mengucapkan:
سمع الله لمن حمده
11. Ketika sudah berdiri tegak kembali, membaca:
ربنا و لك الحمد
12. Kemudian bersujud sambil mengucapkan takbir (Allohu akbar), ini sujud yang pertama. Ketika sujud, kita menempelkan kening dan hidung, kedua telapak tangan, kedua lutut, dan ujung jari-jari kaki.
13. Membaca doa ketika sujud 3 x:
سبحا ن ربي الأ على
14. Bangkit dari sujud sambil mengucapkan takbir (Allohu akbar), kemudian duduk, telapak kaki kiri kita baringkan di lantai dan didududki pleh pantat, sedangkan telapak kaki kakan kita tegakkan dan jari-jemari menghadap kiblat, sementara telapak tangan berada di atas ujung paha dekat lutut
15. Membaca doa ketika duduk di antara dua sujud:
رب اغفرلي وارجمني واجبرني وارفعني واهد يني وعا فني وارزقني
16. Kemudian sujud kembali yang kedua kalinya sambil bertakbir (caranya seperti sujud yang pertama)
17. Kemudian bangkit berdiri untuk rokaat yang kedua dengan bertumpu pada kedua tangan sambil mengucapkan takbir pula, namun sebelum bangkit untuk berdiri kita duduk lebih dahulu (namanya duduk istirahat)
Pada rokaat kedua kita melakukan seperti pada rokaat pertama baik gerakan maupun bacaan, hanya saja kita tidak lagi membaca doa istiftah, sampai sujud kembali.
Bila jumlah rokaat sholat yang kita kerjakan hanya dua, maka setelah sujud kedua kita tetap duduk seperti duduk di antara dua sujud, namanya duduk tasyahud. Ketika duduk tasyahud jari-jari kita genggam semua kecuali jari telunjuk kita acungkan ke arah kiblat.
Ketika tasyahud, kita membaca:
التحيا ت لله والصلوا ت والطيبا ت السلا م على النبي ورحمة الله وبركا ته السلا م علينا و على عباد الله الصا لحين أشهد أن لا إله إلا الله وأشهد أن محمدا عبده ورسوله اللهم صل على محمد و على آل محمد كما صليت على إبراهيم وعلى آل إبراهيم إنك حميد مجيد أللهم بارك على محمد وعلى آل محمد كما باركت على إبراهيم وعلى إبراهيم إنك حميد مجيد اللهم إني أعو ذبك من عذا ب جهنم و من عذا ب القبر و من فتنة المحيا و المما ت و من شر فتنة المسيح
الدجا ل
Agak panjang ya doanya… tapi kalau kita ulang-ulang sambil latihan sholat, pasti akan cepat hapal.
Setelah selesai membaca doa tasyahud, sholat kita tutup dengan salam, kita menolehkan kepala ke kanan kemudian ke kiri, sambil mengucapkan salam:
السلا م عليكم و رحمة الله

H. SHOLAT JUM’AT

Sholat jum’at, sebagaimana namanya, dikerjakan hanya pada hari jum’at saja. Sholat jum’at wajib dikerjakan oleh laki-laki, sedangkan perempuan tidak. Anak kecil juga tidak wajib, tapi alangkah baiknya jika sejak kecil latihan mengikuti sholat jum’at di masjid.

Sholat jum’at dikerjakan jika telah masuk waktu dzuhur. Laki-laki yang tinggal menetap wajib datang ke masjid melaksanakannya. Sedangkan orang-orang yang sedang dalam bepergian (safar) tidak harus melaksanakannya. Sholat jum’at sebanyak 2 rokaat saja, dan diawali dengan 2 khutbah. Ketika sedang khutbah, kita harus mendengarkannya dan tidak boleh bercakap-cakap, bahkan haram berbicara ketika khotib sedang berkhutbah.

Hari jum’at adalah salah satu hari raya umat islam, selain hari raya idul fitri dan idul adhha. Kita sebaiknya melakukan amalan-amalan baik (yang disunnahkan) pada hari ini, seperti:
1. Membaca sholawat atas Nabi
2. Membersihkan badan dengan mandi, memotong kuku, dan memakai wewangian
3. Dianjurkan untuk pergi ke masjid lebih awal untuk mengerjakan sholat sunnah, berdzikir, dan membaca al Qur’an sampai Imam berkhutbah
4. Membaca surat al kahfi
5. Memperbanyak berdoa

I. MENGENAL BEBERAPA MACAM SHOLAT SUNNAH

Sholat sunnah adalah sholat yang tidak diwajibkan Alloh untuk dikerjakan hambaNya. Orang yang tidak mengerjakan sholat sunnah tidak berdosa, tapi bagi yang mengerjakannya akan mendapatkan pahala. Lain dengan sholat wajib yang berdosa apabila meninggalkannya.

Macam-macam sholat sunnah antara lain:

1. Sholat sunnah rowatib (sholat sunnah yang mengiringi sholat wajib). Jumlahnya ada 10:
– 2 rokaat sebelum dzuhur
– 2 rokaat setelah dzuhur
– 2 rokaat setelah maghrib
– 2 rokaat setelah ‘isya
– 2 rokaat sebelum shubuh
2. Sholat dhuha
Waktu sholat dhuha dimulai dari naiknya matahari sekitar satu tombak setelah terbit matahari sampai sebelum matahari tergelincir. Jumlahnya paling sedikit 2 rokaat, paling banyak 8 rokaat (dengan 2 rokaat-2 rokaat salam)
3. Sholat tarowih
Sholat tarowih adalah sholat sunnah yang dikerjakan pada malam bulan puasa romadhon. Waktunya, setelah sholat ‘isya hingga terbit fajar. Bisa dikerjakan 10 rokaat dengan 1 rokaat witir, bisa juga dikerjakan 8 rokaat dengan 3 rokaat witir. Semua ada sunnah atau contoh dari Nabi Muhammad
4. Sholat istisqo’
Sholat istisqo’ adalah sholat meminta hujan kepada Alloh. Sholat ini disyariatkan waktu tanah kering, gersang, dan lama tidak hujan, sehingga orang-orang tidak bisa melakukan kegiatan pertanian dan peternakan. Jumlahnya 2 rokaat, setelah itu dilaksanakan khutbah. Sholat istisqo’ juga dilakukan di tanah lapang, tata caranya seperti sholat ‘id.
5. Sholat gerhana
Sholat gerhana yaitu sholat yang dilakukan ketika terjadi gerhana, baik gerhana matahari maupun gerhana bulan, sampai gerhana tersebut hilang. Sholat gerhana dilakukan dengan cara berjama’ah, tapi boleh juga dilakukan sendiri-sendiri.

J. ZAKAT

Zakat adalah rukun islam yang ketiga. Sebagai umat islam,  jika kita mampu, dan memiliki harta benda yang telah mencapai nishob serta melewati masa 1 tahun maka kita wajib berzakat. Orang yang tidak mau memberi zakat diancam Alloh dalam neraka.

Ada beberapa macam zakat:

1. Zakat Fitrah

Zakat fitrah adalah menshodaqohkan harta sebagai pembersih bagi orang-orang yang berpuasa berupa makanan pokok seperti gandum, kurma, kismis, beras, jagung dan yang semisalnya. Waktu yang paling utama membayarkan zakat fitrah adalah setelah terbenam matahari malam ‘idul fithri, sampai sebelum orang-orang berangkat sholat ‘ id. Bagi yang punya, boleh juga membayar zakat fitrah satu atau dua hari sebelum ‘idul fithri. Jika dibayarkan setelah sholat ‘id maka bukan termasuk zakat fitrah tetapi shodaqoh biasa.

Kita wajib membayar zakat fitrah, baik laki-laki maupun perempuan, anak kecil  maupun dewasa, merdeka maupun budak. Sedangkan yang berhak menerima pemberian zakat fitrah adalah orang-orang fakir miskin saja.

2. Zakat Mal

Zakat mal adalah menshodaqohkan harta sebagai pemberzih harta-harta yang kita miliki, dan pensuci pemilik-pemiliknya.

Harta benda yang harus kita zakati antara lain:
1. Emas dan perak
2. Tanaman dan buah-buahan: gandum, kurma, dan anggur kering
3. Binatang ternak: onta, sapi, dan kambing
4. Rikaz: harta karun yang didapat tanpa niat mencarinya

Apabila jumlah harta benda tadi telah mencapai jumlah yang cukup untuk dizakati (nishob) dan telah mencapai 1 tahun (kecuali tanaman setelah panen), maka kita wajib membayar zakatnya.

Zakat ini diberikan kepada orang-orang yang berhak menerimanya, yaitu:
1. Orang-orang fakir
2. Orang-orang miskin
3. Para ‘amil zakat
4. Orang-orang muallaf
5. Budak
6. Orang-orang yang mempunyai hutang
7. Orang-orang yang berperang di jalan Alloh
8. Ibnu sabil (orang yang kehabisan bekal dalam perjalanan)

K. PUASA ROMADHON

Puasa termasuk salah satu rukun islam. Puasa adalah menahan diri dari mkan danminum serta dari hal-hal lain yang membatalkan puasa dengan disertai niat, sejak terbit fajar sampai tenggelam matahari. Puasa romadhon dikerjakan selama satu bulan penuh, yaitu selama 29 hari, atau digenapkan menjadi 30 hari jika tidak tampak hilal.

Puasa romadhon adalah amalan ibadah yang mulia, dan mempunyai banyak keutamaan. Orang yang melakukan puasa romadhon akan mendapatkan banyak pahala. Puasa romadhon juga bisa menghapus dosa-dosa yang telah lalu, menjadi tameng atau perisau dari api neraka, dan dapat memasukkan seseorang ke surga. Bahkan bagi orang yang rajin berpuasa disediakan Alloh pintu ar royyan, yaitu salah satu pintu surga untuk orang-orang yang berpuasa.

Bulan romadhon juga merupakan bulan turunnya al qur’an kepada Nabi Muhammad. Jika tiba bulan romadhon, maka dibukalah pintu-pintu surga dan ditutup pintu-pintu neraka serta para syaithon dibelenggu. Dalam bulan romadhon ada malam yang lebih utama dari malam seribu bulan, disebut malam lailatul qodr.

Kita semua umat islam baik laki-laki maupun perempuan diwajibkan berpuasa romadhon, kecuali bagi orang yang sakit, orang yang sudah sangat tua, ibu hamil dan menyusui, dan orang yang berhalangan. Akan tetapi setelah selesai bulan romadhon mereka harus membayar hutang puasanya. Sedangkan anak kecil juga belum diwajibkan puasa, tetapi lebih baik latihan berpuasa sejak kecil agar setelah besar nanti sudah terbiasa.

Jika kita hendak berpuasa, disunnahkan untuk makan sahur dan mengakhirkannya, jangan terlalu cepat mendahulukan makan sahur. Makan sahur adalah barokah, juga bisa menguatkan badan ketika siang hari berpuasa. Waktu yang baik untuk makan sahur adalah sebelum terbit fajar (waktu shubuh).

Ketika puasa kita tidak boleh makan dan minum, juga tidak boleh muntah dengan sengaja, karena itu bisa membatalkan puasa kita. Di siang hari ketika kita puasa, kadang kita merasa sangat haus dan kepanasan, kita dibolehkan mengguyurkan air ke atas kepala kita. Kita juga tetap boleh bersiwak/menggosok gigi. Waktu berpuasa, kita tidak boleh mengerjakan perbuatan jelek dan sia-sia, tapi kerjakanlah kegiatan yang bermanfaat seperti berdzikir dan berdoa, mengaji, membaca al qur’an, belajar, membantu ummi dan abi, menghapal surat dan hadits, atau membaca kisah2 Nabi dan sahabat. Di waktu malam, bisa ikut abi dan ummi sholat tarowih. Bershodaqoh dan memberi orang lain makan untuk berbuka juga mendatangkan banyak pahala untuk kita.

Jika matahari telah tenggelam atau telah tiba waktu maghrib, kita disunnahkan untuk segera berbuka puasa. Sebaiknya kita berbuka dengan makan kurma terlebih dulu, jika tidak punya maka minum air seperti Nabi Muhammad. Jangan lupa sebelum berbuka berdoa terlebih dahulu….

L. HARI RAYA

Setiap tahun, umat islam mempunyai 2 hari raya, yaitu hari raya ‘idul fithri dan hari raya ‘idul adhha.

Hari raya ‘idul fithri dilaksanakan pada tanggal 1 syawwal, yaitu tepat setelah selesai bulan romadhon, hari berbuka umat islam setelah sebulan penuh berpuasa. Pagi hari umat islam berjalan berbondong-bondong menuju tanah lapang untuk melaksanakan sholat ‘idul fithri. Mereka berjalan sambil mengumandangkan takbir. Takbir berhenti ketika sholat dimulai. Sholat ‘idul fithri hukumnya wajib bagi laki-laki dan perempuan. Sebelum berangkat ke tanah lapang, disunnahkan makan terlebih dahulu.

Adapun hari raya ‘idul adhha dilaksanakan pada tanggal 10 dzulhijjah. Sholat ‘idul adhha hukumnya juga wajib. Akan tetapi tidak disunnahkan makan lebih dulu sampai pulang dari sholat. Seperti sholat ‘idul fithri, sholat ‘idul adhha juga disunnahkan dilaksanakan di tanah lapang.

Pada hari raya, kita dianjurkan melakukan amalan-amalan sunnah, seperti:
1. Mandi sekujur tubuh
2. Memakai pakaian yang terbaik (pakaian yang terbaik, bukan berarti pakaian baru)
3. Makan sebelum berangkat ke tanah lapang pada hari raya ‘idul fithri
4. Menunda makan pagi pada hari raya ‘idul adhha sampai pulang sholat dengan daging kurban
5. Melewati jalan lain ketika berangkat dan pulang sholat ‘id
6. Takbir pada hari raya, pada hari raya ‘idul fitrhri takbir sejak berangkat sholat hingga sholat, sedang pada hari raya ‘idul adhha takbir sejak shubuh hari ‘arofah hingga ashar akhir hari tasyrik

Tatacara sholat ‘id:
Sholat ‘idul fithri dan ‘idul adhha dikerjakan sebanyak 2 rokaat, tanpa adzan dan tanpa iqomah. Pada rokaat yang pertama bertakbir 7 kali (setelah takbirotul ihrom), dan pada rokaat kedua bertakbir 5 kali setelah takbir al intiqol (takbir perpindahan). Setelah selesai sholat, dilaksanakan khutbah.

Maroji’:
1. Al Wajiz Fii Fiqhis Sunnah wal Kitabil  ‘Aziz, ‘Abdul ‘Adzim bin Badawi, Pustaka As sunnah
2. Ayo Sholat, Abu Umar Urwah, Darul Ilmi
3. Adab Buang Air dan Mandi, Dr. Said bin Ali bin Wahf AL Qohthoni, Irsyad Baitus Salam
4. Ayo Puasa, Abu Umar Urwah, Darul Ilmi
5. Buku Panduan Untuk Orang tua, TKIP Al Madinah, Sukoharjo
6. Doa dan Dzikir Nabi, Dr. Said bin Ali bin Wahf Al Qohthoni
7. Panduan Sholat Jamaah dan Solat Safar, ‘Abdul ‘Adzim bin Badawi, Media Tarbiyah
8. Pelajaran Fiqh Ibadah Untuk Anak Islam, Abu Umar Ibrahim dan Ummu Umar Nabila, Hikmah Anak Sholih

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s