Anakku “Takut” Bermain dengan Anak Kecil???


Anak kecil kami sangat suka berteman. Begitu dia sudah “on”, dia begitu gampang akrab dengan “teman barunya”. Maka tak heran jika sehari-harinya dia membawa anak-anak tetangga main ke rumah. Pernah suatu hari dia mengajak masuk 5 anak ke rumah. Tambah ahmad sendiri jadi 6 anak. Uhhh, segitu aja udah rame banget. Tapi anak ummi senang, biarlah, toh ada di rumah sendiri, omongan terkontrol, bahkan mereka sering saya selip-selipin “nasihat”, dengan gaya anak-anak tentunya. Dia juga suka sok ngajarin teman-temannya  (dalam hati, ih gaya banget, dia waktu itu berumur 3 th). Namanya anak-anak, teman-temannya mau saja diatur-atur (mungkin karena mereka merasa sedang berada di rumah orang lain, jadi ga enak lah mau bantah-bantah).

Berhasil membawa 5 orang temannya, keesokan harinya ummi kaget, sudah ada 11 anak menunggu di depan pintu (tentu saja mereka menunggu dipersilahkan masuk oleh ahmad, tapi ahmad tidak langsung membawa masuk, karena dia selalu minta ijin ke saya). Spontan ummi bilang “tidaaaaaak”, mainnya di luar aja dulu ya…. ummi lagi beres-beres (agak teriak sih karena kaget ada kesebelasan siap bertanding, dan emang lg beres-beres rumah jg waktu itu). Ga sanggup ummi menampung mereka di ruangan kecil kami, dan tentu saja lebih susah lg menghandle “kepentingan” mereka, sementara anak-anak yang ahmad bawa bukan hanya anak-anak sepantaran dia umurnya, tapi ada yang kelas 2, 4, dan 5 SD, anak-anak perempuan lg, dan jelas secara fisik mereka sudah terlihat besar (herannya, kok mereka mau sih diajak-ajak ahmad).

Itu hanya bagian dari dunia “pertemanan” dia dengan anak-anak tetangga. Dan saya sering heran, dia begitu “rela” teman-temannya mengobrak-abrik mainannya, meminjaminya, dan bergantian naik sepeda serta mobil miliknya, bahkan saya sering perhatikan dari dapur, dia lebih banyak mengalah demi “mendapatkan kawan”, tp saya lebih sering menjadi “wasit” permainan mereka. Padahal seringkali dia menangis jika ada teman kecilnya yang memegang mainannya, membongkar lego-legonya, merubah susunan mobil-mobilnya, mencoret kertas-kertasnya, dsb. Berbulan-bulan saya perhatikan, ternyata dia “lebih suka” main dengan anak-anak yang usianya lebih tua darinya. Apa pasal? Karena mereka lebih bisa “merawat” mainan miliknya, lebih bisa diajak kompromi, sehingga dia merasa “save” dengan semua barang miliknya. Sedangkan anak “kecil” terkadang memasukkan mainannya ke mulut, dan dia anggap si kecil temannya tadi mengotori mainannya, merebut yang dia pegang, atau menyobek-nyobek kertas miliknya sehingga dia menganggap si kecil tadi telah merusak miliknya.

Tentu saja sudah berbulan-bulan lamanya, saya memberi pengertian tentang bagaimana “berteman”, bagaimana ketika teman datang ke rumah, bagaimana jika main ke rumah teman. Dan tak pernah lupa menjelaskan bahwa teman “kecilnya” sebenarnya tidak ingin merebut mainannya, merobek kertasnya, menghancurkan lego-legonya, tp karena temannya masih kecil, mungkin belum tahu bagaimana pegang mainan dengan benar, pegang kertas, jadi sering dimasukin ke mulut, dirobek-robek, padahal dia tidak sengaja. Teman kecilnya juga cuma ikut-ikutan, karena dia mungkin penasaran dengan mainan temannya. Dulu ahmad waktu kecil juga begitu, sama kan…..

Dia selalu terlihat paham ketika dijelasin, tapi ketika dia berhadapan lg dengan teman kecilnya kejadian sama selalu terulang, menangis, teriak, merebut kembali mainannya, yah… semacam itulah. Bahkan sampai sekarang saya masih mencari tahu bagaimana membuat dia mengerti bahwa bermain dengan teman yang kecil sama menyenangkannya dengan teman-temannya yang lebih besar, bahwa bermain dengan teman-teman yang lebih kecil darinya bukan hal yang “menakutkan”.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s