Kata Orang Anakku Cerewet


Masih ingat rasanya, saat ahmad sudah banyak omong sebelum genap 2 tahun. Tentu saja sebagai orangtua senang dengan perkembangan bicaranya, orang lain saja sampai pusing anaknya tidak bisa-bisa ngomong. Tapi di lain sisi, kadang capek juga meladeni omongannya. Umminya memang “cerewet” , air hujan pun jatuhnya ke pelimbahan juga, alias anaknya ikutan cerewet. Dia pun sangat suka diajak ngobrol, mendengarkan cerita, apa saja, bahkan tidak saja dari umminya. Dia sangat suka diajak ber”interaksi”, dilibatkan dalam pembicaraan, dan ditanya-tanya, dan juga banyak tanya. Anak yang banyak tanya diusia yang masih sangat kecil seringkali menggemaskan orang yang melihat dan mendengarnya. Tapi tak jarang orang merasa “risih” dengan pertanyaan-pertanyaannya. Kadang umminya kasihan sama teman-teman kecilnya, ibu-ibu tetangga, yang terlihat “bosan” ditanya-tanya. Kalau sekali ditanya trus dijawab, jangan harap orang yang ditanya tadi lepas dari pertanyaan yang lainnya (kecuali orang itu segera ‘melarikan diri’).

Dari lantai 2 rumah, si ahmad memperhatikan seorang ibu sedang menjemur baju. Pemandangan biasa yang tidak cukup menarik untuk “dibahas” sebenarnya. Tapi ahmad yang lg “kurang kerjaan”, cukup tertarik dengan aktivitas si ibu tadi. Karena sudah kenal, ahmad tak canggung lg menyapa. “Iiibuuu, lagi apa?”. Lagi njemur. ‘Njemur apa?”. Njemur baju (padahal ahmad jelas-jelas melihat si ibu lagi njemur baju). “Baju siapa?”. Baju ibu… (ya iya lah, masa baju tetangga). “Kok dipelas (diperas)?”. Iya, kan basah. “Kok bajunya basah”. Ya, kan habis dicuci. “Kenapa dicuci?” (mulai gimana gitu si ibu… beliau tidak tahu saya memperhatikan percakapan mereka berdua dari dalam). Kan kotor, jadi dicuci. “Kenapa kotol  (kotor)?” (pertanyaan aneh ga sih???). Kalau habis dipake kan kotor, jadi ya dicuci  (sambil mendengarkan percakapan si anak kecil dengan ibu yang sudah pantas punya cucu ini saya berharap si ibu tidak sebel dengan pertanyaan-pertanyaannya). “Kok dipake jadi kotol (kotor)?”. Ibunya ketawa…. (sepertinya, kehabisan jawaban).

Eee, ahmad sudah mandi belum? (ibunya malah ngeles…). “Sudah makan melon, telus minum susu. Kalo melonnya sudah dimakan, bijinya ditanam. Ni, liat ni, sudah tumbuh geedee, sudah bebunga-bunga. Tapi kuyup (layu maksudnya) kalena kepanasan”. (kali… batin ibu apa hubungannya yang dia tanyakan dengan biji melon yang ditanam?). Saya akhirnya  iba juga dengan si ibu, akhirnya saya pun nongol dari balik pintu. Saya bilang, “ibu, ini ahmad kan lagi suka tanam-tanam, kalo ada biji apa saja maunya ditanam. Pingin nunjukkin ke ibu ceritanya nih bu, tanaman melon ahmad sudah ‘gede’, sudah mulai berbunga”. Kata si ibu, ooo…. ada tanaman melon di situ? Beli dari mana? Saya jawab, “tanam sendiri bu, habis makan melon atau semangka dia kumpulin biji-bijinya, trus ditanam. Maaf ya bu…. senang kali sama ibu, dikira mbahnya…. Nih, gini bu, nanti kalo ibu punya cucu, ditanya-tanya melulu. Jangan bosan ya bu….”. Si ibu pun maklum dan tersenyum, saya berlalu meninggalkannya, biar ahmad tidak semakin banyak bertanya, kasian si ibu tadi…

Kalau orang tua yang “dicerewetin” seperti itu, tentu saya berbaik sangka mereka akan sangat mengerti “isi pikiran anak-anak”. Tapi bagaimana jika dia terlalu banyak bertanya pada teman-teman kecilnya? Tak jarang teman-temannya ogah-ogahan menjawab jika pertanyaannya sudah lebih dari 3. Atau mereka malah sengaja menirukan kata-kata ahmad yang belum bisa bilang “r”. Kasian juga dengarnya, tapi ahmad sungguh sangat polos dan lugu, tidak sadar teman-temannya sedang mengolok-olok pertanyaannya, tapi malah senang karena dia pikir “omongannya” direspon oleh teman-temannya.

Mungkin orang-orang benar, anakku memang cerewet…. Tapi cerewet tidak selalu jelek kan? Dengan “kecerewetannya” ummi selalu merasa terhibur, dan dibuat “geleng-geleng” dengan celoteh dan ulah-ulahnya yang kreatif. Serasa rumah semakin hidup!!! Bayangkan saja jika dirumah tak pernah ada “suara”……

4 thoughts on “Kata Orang Anakku Cerewet

  1. afwan, baru balas koment nya
    maklum, lama ga ngeblog
    tahu aja kamu dek….
    aku juga heran dari dulu kok cerewetnya ga ilang2
    salam buat anak2….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s