Murid “spesial”


Ahmad memang telah terdaftar sebagai salah satu murid TK, tapi dia bukan seorang anak sekolah seperti teman-teman lainnya. Kalau teman-temannya berangkat pagi karena kelas dimulai pukul 08.00, ahmad berangkat jam 9 atau saat jam istirahat mulai, atau semau dia mau berangkat jam berapa. Kalau teman-temannya pulang jam 12 atau setelah selesai sholat dzuhur, ahmad tak akan malu-malu pulang sebelumnya jika tiba-tiba dia berubah mood atau hanya sekedar mau pulang tanpa alasan yang jelas. Kalau teman-temannya berangkat setiap hari, ahmad paling 2 atau 3 hari setiap minggunya. Sepertinya abinya membayar SPP untuk membayar biaya “main” di sekolah….

Bersyukurnya saya, bu guru sangat memahami dan mengerti “kemauan” ahmad dan umminya, bahwa tempat belajarnya bukan hanya di sekolah. Bu guru tahu bahwa ahmad belajar di rumah. Tak ada peringatan untuk sekolah lebih rajin, apalagi skors jika terlambat dan banyak absen. Terimakasih untuk semua pihak yang sudah mengerti dan tidak memaksa ahmad untuk sama dan “seragam” dengan anak-anak lainnya. Begitu juga dengan pakaian sekolahnya….. (maap, ahmad tidak punya seragam :> ). Duh, begitu “spesialnya” anak saya…..

Meskipun dia senang sekali “menyandang gelar” anak TK, sejatinya dia anak HS. Baca iqro’, latihan membaca, hapalan, dll-nya sebenarnya lebih fokus (konsentrasi) di rumah, karena inti dari pembelajaran adalah tetap di rumah. Tak dipungkiri dia mendapatkan banyak hal di sekolah, termasuk menemukan dunia pertemanannya yang baru dengan anak-anak beragam karakter, dan latar belakang keluarga. Ada anak yang sangat pendiam, ada anak yang sangat heboh (playmaker di kelas), ada anak yang suka melamun, ada anak yang gampang menangis, ada anak yang senang belajar bahasa arab, ada anak yang menonjol dalam membaca dan menghapal, ada anak yang rajin menulis, dan ada anak yang sering menguap juga (seperti ahmad….🙂 herannya, kalau jam istirahat dia langsung hilang kantuknya). Semua itu memberi “pelajaran” berharga untuk ahmad. Tapi sebenarnya mereka semua anak-anak manis, dan baik, nurut sama bu guru. Apa saja kata bu guru, akan dibawa pulang ke rumah, dan kadang membuat saya cemburu….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s