Belajar berhitung


Beberapa hari ini ahmad lagi suka main-main game matematika di hp android abinya, android versi murah tapi mahal jasanya (ga punya uang buat beli yang mahal lah). Ya…. meski murahpun masih tetap lebih murah harga sebuah rak buku kayu di pinggiran kampus ITB, atau mini kitchen yang paling sederhana di kiara condong, atau mesin cuci murah idaman ummi di pasar baru untuk menggantikan mesin cuci yang sudah sering ngadat (apa coba maksudnya, dasar istri….). Tapi aku ga ngedumel kok, cuma menyebutkan saja barang-barang yang sedang kuidam-idamkan. Aku yakin, suatu saat barang-barang itu juga akan ada yang ngantar ke rumah. Hehehe….

Dulu, selain susah diajak membaca latin, ahmad juga paling susah diajak berhitung. Tapi ternyata gara-gara android yang bikin ummi cemburu ini…^^… ahmad bertahan lebih lama dalam belajar berhitung. Bahkan sekarang tiada hari tanpa berhitung. Di banding dulu-dulu, daftar belajar ahmad semakin banyak bergambar senyum, dia sendiri loh yang menggambarnya (tapi senyumnya jelek sih, masih bagusan senyum buatan umminya). Tujuh simpan di dada ditambah 4 di tangan…. sambil tak lupa menepuk dadanya, “tujuh simpan di dada”, kemudian menambahkan 4 jari di tangannya, delapan, sembilan, sepuluh, sebelas…. 7 + 4 = 11. Sepuluh simpan di dada, dikurangi lima ditangan…. sambil nepuk dada lagi “sepuluh simpan di dada”, kemudian menghitung mundur 5 jari di tangannya, sembilan, delapan, tujuh, enam, lima… 10 – 5 = 5.

Awal-awal menghitung mundur belepotan banget, tapi setelah sekali dua kali dah lancar. Begitu seterusnya sampai berpuluh-puluh soal (padahal kalo umminya bikin soal pake kertas paling banyak 10 soal dia dah ga telaten). Kalo betul jawabannya, ahmad tinggal sentuh tanda centang (V) dan jika jawaban salah tinggal sentuh tanda silang (x), dan “si pingu” binatang kesukaannya dari kecil (sekarang juga masih kecil sih…) akan memberi pujian atas jawabannya (inilah bagian yang paling dia suka). Kecanduan akhirnya, apalagi abinya malah downloadin macam2 pelajaran berhitung, tiap hari dia nunggu abinya “apa ada game baru hari ini”?

Model berhitung simpan di dada ini kami kenal dari guru tk di sekolah. Maksudnya sih untuk memudahkan anak biar ga perlu ngulang menghitung dari awal, 1, 2, 3, dst…. Tapi ternyata ahmad tetap ga mau disuruh menyimpan bilangan yang ditambah di dadanya… dia tetap rela capek menghitung dari 1, 2, 3, 4, 5, dst… Entah karena dia ga dong (ga mudeng) ato memang karena dia maunya ngitung sesuka dia. Kayaknya sih karena dua-duanya…. karena ga dong-dong itulah akhirnya malas pake cara itu, yang penting jawabannya sama-sama benar meskipun lama… ^^ (itu kesimpulanku). Tapi sekarang dia sudah cukup “canggih” pake model berhitung ini, alhamdulillah….

Sebenarnya ada game berhitung yang cukup bagus juga di G-compris, setipe dengan game diatas…. tapi mungkin ahmad sudah bosan kali karena sejak umur 2 tahun dia sudah ngutak atik G-compris. Aaah senangnya, dia belajar berhitung sendiri. Berhitungnya sudah mulai bisa sambil “membayangkan” lagi….. mencongak gitu. Di usia yang sama dengan ahmad sekarang, memang masih jauh sih kalo dibandingkan dengan abinya yang ngakunya jago matematika. Tapi buatku ahmad tetap lebih hebat dari abinya, soalnya ahmad dah pintar pake komputer di usia 2 th-an, sedangkan abinya di usia 20 th-an, hahaha…… (abinya dilarang protes `-`)

2 thoughts on “Belajar berhitung

  1. sama persis kayak harits kok um, 8+9, dihitung sampai 8, terus ditambah sampai 9. Biarpun diajari berkali-kai, tetep seperti itu um. Kalau harits, berhitung lewat divine kids. Anak sekarang memang pinter2 main komputer, bahkan dah ngrengek-rengek pengen dibelikan notebook sendiri ni um… ^^.

  2. Hehe… mesin cuci… ^^

    Alhamdulillah cara berhitung spt itu ada maksudnya ternyata yha ukh. Btw, sama nih sama harits, Abbas juga minta dibelikan notebook, sudah nabung-nabung Abbasnya. Tapi kemarin tabungannya langsung berkurang banyak pas Abbas minta sepeda baru ^^ yha nabungnya masih lama kali yha buat notebook yg paling murah sekalipun ^^ Barakallahu fiik…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s