Durusul Lughoh Versi Anak-Anak


Sudah kenal kitab durusul lughoh kan? Biasanya kitab ini untuk orang dewasa, atau mungkin usia SD-SMP-SMA sudah bisa mempelajarinya. Tapi, kali ini kitab ini aku manfaatkan buat pelajaran anak usia TK. Terlalu berat? Ga juga… Mufrodat di dalam kitab ini sebagian sudah ahmad tahu. Jadi tinggal dikemas penyampaiannya dengan versi anak-anak. Ya, sederhana saja… lha wong umminya juga ga mahir bahasa arab.

Ide ini juga baru-baru muncul “cling…cling…”. Suatu waktu aku baca-baca lagi durusul lughoh dekat ahmad yang lagi main komputer, eee.. dia nyambung! Nengok lah kepala dia, ummi baca apa sih kok bahasa arabnya kayaknya lain… (gitu kali rasa penasaran di kepalanya). Lagian kali ini bukan hanya ngapal mufrodat itu-itu wae seperti biasanya. Tapi sesuatu yang lain…. Baca lebih lanjut

Iklan

Nemu Ide Baru


Suatu waktu ahmad merajuk minta umminya membuat “sesuatu”, aku bilang ke ahmad, “ntar dong, ummi cari ide dulu”. Jawab ahmad, “idenya pergi ke mana sih mi?”. Hadeuuh, ga mudeng poooll ini namanya. Mmm, “idenya ga pergi kemana-mana sih, belum nemu aja”. Ahmad, “ide tu apaan mi, kok dicari-cari, jauh?” Itu bukan pertama kali aku mendapat pertanyaan yang agak ribet menjelaskan definisinya. Seperti menjelaskan kata “terharu”, susah loh ternyata… akhirnya dipraktekkan aja. Nah, dia paham… ga tahu tapi aslinya, paham benar atau ga. Tapi kalau lagi baca iqro salah-salah, trus diulang-ulang sampai semangat banget dan akhirnya sukses, dia langsung tumpah air mata, dan dia bilang “ahmad terharu miii”, sambil nangis kenceng. Habis tu digendong n dipuji-puji. Mungkin suasana hatinya benar-benar membuncah dengan rasa yang sulit terdefinisikan kali ya… Mendefinisikan sesuatu pada anak-anak sebenarnya ga perlu senjelimet menjelaskan pada orang dewasa kali. Definisi dengan contoh seringkali lebih mengena, dan itu banyak aku praktekkan (jurus bela diri ^^). Dan lain-lainnya, ga perlu dibahas semua di sini, lha wong ini cuma intermezo…

Ide sesungguhnya adalah berikut ini: Baca lebih lanjut

Perjalanan Abadi


Alam Kubur 

Di sinilah awal persinggahan menuju akhirat. Merupakan lubang neraka bagi orang kafir dan munafik, namun merupakan taman bagi orang mu’min. Ada siksa di dalam kubur atas beberapa maksiat, seperti tidak membersihkan diri dari air kencing, mengadu domba, berkhianat dalam rampasan perang, dusta, tidur melalaikan sholat, tidak membaca al Qur-an, berzina, homoseksual, riba, tidak membayar hutang, dan sebagainya. Yang dapat menyelamatkan siksa kubur adalah, amal sholeh yang ikhlas karena Allah, berlindung kepada Alah dari siksa kubur, membaca surat al Mulk, dan sebagainya. Yang dilindungi Allah dari siksa kubur adalah orang yang mati syahid, orang yang menjaga perbatasan dari musuh, orang yang meninggal pada hari jum’at, orang yang meninggal karena menderita sakit perut, dan sebagainya…

Tiupan Sangkakala

Saat malaikat meniup sangkakala pada tiupan yang pertama seperti yang Allah perintahkan kepadanya, yaitu tiupan faza’ (kematian), maka hancurlah alam semesta.

Dan (ingatlah) hari (ketika) ditiup sangkakala, maka terkejutlah segala yang dilangit dan segala yang di bumi, kecuali siapa yang dikehendaki Allah”. (An Naml: 87)

Kemudian setelah empat puluh masa, ditiuplah tiupan ba’ts (kebangkitan). “Kemudian ditiup sangkakala itu sekali lagi maka tiba-tiba mereka berdiri menunggu (putusannya masing-masing)”. (Az Zumar: 68) Baca lebih lanjut