Bullying


Banyak bentuk-bentuk bullying yg tidak kita sadari. Ahmad adalah anak yang mungil badannya, gampang sakitnya, tersenggol dikit gampang jatuhnya (kadang disengaja juga sih), tidak suka kekerasan dalam permainan, tidak suka ada yang mengejek dalam bermain, sangat “menghargai” hal-hal kecil, lambat menulisnya. Keadaannya itu membuat dia “banyak” tersiksa. Padahal keadaan itu juga bukan hal yang dia inginkan, atau bahkan keadaan yang sama sekali tidak ia sesali jika toh terjadi pada dirinya. Dikatain agak “nylekit” aja curhat ke umminya, “mi, kok si anu gini-gini mi….”. Di jailin dikit aja ga suka, apalagi kadang teman-temannya main fisiknya agak kelewatan, main-senggol-senggolan saja ambruklah dia, trus katanya “pernah diinjek-injek temannya”. Yah, “diinjek” disini tentu ga bener-bener nginjek sampe gimanaa gitu. Tapi ahmad sangat tidak suka dan sebel. Buat ahmad, perbuatan seperti itu “jahaaat” banget. Diledek karena selalu terlambat menulisnya jg bisa nangis sakit hati. Namanya anak-anak, ada saja yg kasar ngomongnya, bertengkar rebutan sohib, ga ikut aturan permainan, egois, mengancam, meludah, mencakar, memukul, mendorong, dll sebagainya.

Masih banyak lagi cerita bullying yang lainnya. Dan percayakah anda, itu bisa ditemui dimana saja, tak hanya di sekolah, di lingkungan bermain, dalam bentuk kekerasan fisik, tapi juga kekerasan psikis. Tapi anehnya, ada sebagian orangtua anak-anak yang melakukan bullying berkilah, “Ah, namanya juga anak-anak… biasa itu lah. Anak ibu aja yang terlalu lembek, ga tahan banting, cengeng, dll… ”

Subahanallah… anaknya yang melakukan kejahatan dibela dengan mengatakan “itu sesuatu hal yang wajar”. Buatku, adalah ga wajar, anak sekecil itu sudah pintar mengejek, melukai temannya, menghina temannya, kasar omongannya. Dan hal yang tak wajar jika orangtua membiarkan anak-anaknya tidak mengikuti aturan, bahkan mengancam. Tak wajar jika orangtua tak begitu peduli ketika anak-anaknya melakukan hal-hal yang mereka masih anggap wajar padahal itu perbuatan sangat tidak pantas. Aku jadi kawatir, apakah batasan norma baik dan buruk sudah sedemikian berubah? Secara tidak langsung, ibu-ibu seperti itu mengatakan bahwa tidak perlu terlalu menjadi “anak baik”. Tapi itu sungguh fenomena yang hampir ada di mana-mana. “Kalo kamu ga mau, nanti aku ga mau temenin kamu lagi loh”. Dari mana anak-anak ini dapat “perbendaharaan” seperti ini? Aku tak yakin, mereka mengetahui setiap bullying yang telah anak-anak mereka lakukan pada anak-anak lain. Dan sesungguhnya orangtua-orangtua tidak bertanggung jawab seperti ini telah membiarkan anak-anaknya melakukan bullying tanpa mereka sadari.

“Ah, itu biasa maaah….”, kata mereka. Dunia ini benar-benar sudah terbolak-balik.

2 thoughts on “Bullying

  1. hmm.. Tp ada jg lho rin, anak2 yg melakukan perbuatan tdk baik hanya kalo tdk ada umminya. Di dpn umminya dia jd anak manis. Dan anak itu kan jg bs mjd ujian bagi orgtuanya. Ada orgtua yg insyaallah sdh mendidik dgn begitu baik, sdh memberi perhatian cukup tp si anak ternyata mjd anak yg suka melakukan perbuatan yg tdk baik. Lingkungan mmg sgt mempengaruhi anak. Dan yg namanya bersosialisasi dimanapun itu pasti ada efek negatifnya. Sbg orgtua kita harus tetap berusaha membekali anak dgn ilmu shg bs mjd filter dr pngaruh buruk. Salam bwt mas ahmad dari de’ shofi, nufa, dan aya. Kapan ya bs ktemu

  2. @ ummu shofiyyah
    Iya ya… kira2 itu kenapa vie? Aduh, smg ahmad jgn sampe deh berbuat kyk gitu. Selama ini sih habis main, selalu ditanya2, kadang belum ditanya jg dia cerita. Insyaallah blm pernah sih dia “jahatin” tmn2nya, malah lebih sering dia laporan “digini-in lah digituin lah” sm tmn-nya, tp kadang dia jg mukul membalas perlakuan kasar fisik tmnnya,.. tp itu jarang bgt. Anaknya “kurang punya nyali” untuk main kasar ato krn penakut ya? Ato krn terlalu baik hati? Hehe… ga tau lah… smg ga bakat yg begituan.

    Ayo shofi, nufa, n aya main sini…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s