5 tahun


Pertengahan november ini ahmad genap 5 tahun. November ini juga, tak terasa 6 tahun sudah aku menikah. Ini bukan dalam rangka peringatan ulang tahun kelahiran dan ulang tahun pernikahan lho ya. Hanya saja, kalo ingat bulan november kok ya selalu ingat 2 peristiwa besar itu. Sampai detik ini begitu banyak kenikmatan yang Allah berikan, tak terhitung jumlahnya. Alhamdulillahilladzi bi ni’matihi tatiimushshalihat. Juga begitu banyak kepahitan hidup, musibah, ujian… -khususnya untuk aku pribadi-. Alhamdulillah ‘ala kulli haal…

Kalau ingat 5 tahun lalu, ahmad adalah seorang bayi mungil, belum bisa apa-apa, kecuali menangis, menyusu, pipis dan pup “seenaknya”, begadang, dan lain-lain kebiasaan bayi baru lahir. Tapi dia anak yang sangat baik, aktif, sangat ceria, sejak umur 4 bulan aja sudah bisa ketawa “ngakak-ngakak”. Setelah Allah beri nikmat terbesar iman, sunnah, menunjukkanku manhaj salaf, nikmat kedua orang tua, memberiku seorang suami, maka nikmat memiliki ahmad adalah nikmat terbesar lainnya yang Allah berikan. Tak terlukiskan…

Untuk anak manis sepertinya, tak tega rasanya harus melewati sekian banyak musibah, dari kawasaki, musibah kematian adiknya berturut-turut, mengalami banyak trauma, dan lain-lainnya. Tapi itulah rute hidup keluarga ini, yang sudah Allah gariskan sedemikian rupa untuk kami lewati. Ini baru sebagiannya saja, masih panjang perjalanan hidup yang tak pernah kami tahu akan seperti apa lika-likunya. Dan sekarang, ahmad yang mungil itu sudah menjelma menjadi anak-anak, tambah besar, tambah semuanya…

Panjang sekali prolognya. Maksud hati, di posting kali ini aku sebenarnya mau nyatet resume ahmad menjalani 5 tahun awal belajarnya. Berikut hasilnya, secara singkat:

Aqidah

Alhamdulillah, ahmad insyaAllah sudah paham konsep iman, tauhid rububiyyah, uluhiyyah, asma wa sifat secara sederhana. Untuk anak seusianya, aku rasa cukup. Bahkan jujur aku bangga, dan juga malu… ketika aku seumur dia dulu, aku seperti apa ya? Alhamdulillah Allah memberi kenikmatan ini untuknya.

Ibadah

Alhamdulillah, ahmad juga sudah ngerti berbagai macam ibadah, melaksanakan sebagiannya sekemampuannya. Sudah bisa wudhu dan doanya. Dah bisa sholat (dan hapal bacaannya) meskipun masih jarang-jarang prakteknya. Dah ngerti puasa meski belum pernah mempraktekkannya, paling sesekali ikut sahur dan tarawih. Prestasi yang dicapainya adalah beberapa kali ikut tarawih tuntas 11 rakaat (ditambah isya 4 raka’at). Juga dah 2-3 th ini sudah ikut melaksanakan sholat ‘idul fitri dan ‘idul adha di lapang (alhamdulillah ikut berdiri sholat, bukan main-main di lapang). Alhamdulillah… Dah ngerti sedikit-sedikit tentang zakat, haji, melalui cerita-cerita. Alhamdulillah bagian-bagian dari rukun islam ini sudah dipahami sesuai level usianya. Dll-nya…

Akhlak

Alhamdulillah, ahmad anak yang berakhlak cukup baik, sopan, dermawan, pengasih, penyayang, pemaaf dan peminta maaf, suka membantu, dllnya. Dia juga berusaha melaksanakan adab-adab sehari-hari sebaik dia bisa. Alhamdulillah, ahmad sangat peka jika dimotivasi dengan kebaikan, mempan diberi targhib dan tarhib.

Hapalan Qur’an

Dengan kemampuan hapalannya yang “low speed”, alhamdulillah bulan ini sampai surat Al Ghosiyah. Semoga segera bisa mutqin juz 30. Mudah-mudahan juga speed-nya meningkat. Amin..amin.. namanya juga impian dan harapan…

Hapalan hadits

Kalau yang ini baru sedikit, baru ngapal beberapa hadits pendek dari buku Metode Pendidikan Anak Muslim Usia Pra Sekolah Darul Haq, 2 hadits arba’in, dan sekarang mulai rutin pake buku 100 hadits pendek terbitan Mutiara Ilmu (diambil dari hadits-hadits Sahih Bukhari Muslim). Semoga bisa terus berlanjut…

Bahasa Arab

Alhamdulillah mufrodat sudah cukup banyak, dan sekarang lagi belajar durusul lughoh jilid 1 (diambil yang mudah-mudah). Metode belajar secara lisan, tanya jawab, dan kadang mengerjakan “sual” bahasa arab buatan tangan sendiri, baik di kertas maupun di papan tulis. Untuk standar pribadi, ya cukup lah… ga muluk-muluk, “semudeng-nya” ahmad saja. Semoga dia menjadi anak yang mencintai bahasa agamanya….

Doa

Alhamdulillah, sedari kecil ahmad suka kalau diajarin berdoa. Lebih dari 20-an doa sudah dihapal. Mungkin karena langsung bersentuhan dengan aktivitas dan “kebutuhan” sehari-hari. Dan alhamdulillah, dia berusaha selalu mengamalkan doa-doa yang dihapal, tentunya dengan sering diingatkan.

Baca-baca

Untuk urusan baca ini, alhamdulullah dah hampir selesai IQRO jilid 6, AISM sudah tamat bulan lalu. Sekarang beralih ke baca kisah, pake buku Aku Cinta Rasul Darul Ilmi. Kalau dulu dibacain kisah, sekarang disuruh baca kisah sendiri, sambil memperlancar baca sambil belajar shiroh. Tapi tetap didampingi, soalnya suka ga sabaran, loncat-loncat sak-enake dewe. Buku-buku lain selingan… Alhamdulillah dah cukup lancar baca latinnya, bisa baca petunjuk “ngegame” juga…

Shiroh

Selama ini sih sering dibacakan kisah-kisah para nabi, sahabat. Sejauh ini sangat menyukai. Bahkan cerita totto chan dan cerita nenek hebat dari saga juga suka (dengan diedit/difilter), juga cerita-cerita lainnya. Seperti di posting yang sudah-sudah, ahmad sangat menyukai “cerita”, cerita apa saja, apa saja jadi cerita. Bahkan cerita selingan yang “ga penting” saja sering dia “kupas” habis dengan pertanyaan-pertanyaan yang “ga penting” juga. Tapi mau bilang apa, buat anak mungkin itu begitu penting untuk dibahas…

Nulis-nulis

Untuk urusan nulis-nulis, ahmad kurang telaten, dan kurang bagus n rapi, masih campur-campur huruf kecil dan kapital. Meskipun tergolong “malas” nulis, tapi alhamdulillah sudah bisa lancar nulis abjad A-Z. Akhir-akhir ini juga lumayan cepat nulisnya, kayaknya sudah mulai enjoy. Juga angka 1-20 (angka lebih besar dari itu juga mayoritas bisa, max 100-an). Untuk nulis kalimat juga bisa, kadang dibantu mengeja kata-kata yang susah. Untuk nulis arab, kurang. Baru bisa nulis huruf hijaiyah, itu pun sebagiannya perlu dikasih contoh. Meskipun tulisannya “aduhai”, tapi dia berusaha untuk bisa menulis sebaik-baiknya. Pelajaran menulis ga mesti tiap hari, 2 hari sekali, atau kadang semaunya.

Berhitung

Kategori ini, ahmad juga kurang berminat (mungkin karena belum berminat). Alhamdulillah ahmad sudah bisa mengurutkan bilangan 1-50 (kadang sampai 100). Bisa penjumlahan 1-20 meskipun masih dengan bantuan jari, hanya saja untuk kurang-kurangan dia lebih malas lagi. Ga papa… Alhamdulillah, beberapa mingu ini sudah mulai mau rutin belajar berhitung (dikit-dikit)

Komputer

Wah kalau ini jangan ditanya. Minatnya pegang-pegang komputer sangat menonjol, mungkin karena terbawa abinya. PC di rumah hampir seperti komputer pribadinya. Sudah bisa googling sendiri, karena sudah bisa mengeja tulisan dia bisa ngetik benda-benda yang dicarinya, seperti mobil, roket, kapal selam, dll… Moga-moga bisa terkendali sampai dewasa. Untuk googling, selalu didampingi, soalnya yah namanya dunia maya…kadang muncul gambar-gambar “maya” yang berbahaya…

Sains

Ketertarikanya pada sains juga lumayan besar. Beberapa tema yang diminatinya, mobil, roket, gempa, tsunami, kapal selam, luar angkasa, tanam-menanam, beberapa jenis binatang. Akhir-akhir ini lagi suka banget sama “nemo”, sampai browsing sendiri ketik “n-e-m-o”. Bahkan dia pingin jadi peneliti (halaah..ini mah ikut-ikutan abinya). Kalo jadi peneliti, kata orang ntar gajinya kecil nak…hehe

Kemandirian

Mungkin ahmad tergolong anak yang kemandiriannya “kurang”. Tapi semua ini bukan semata-mata salah dia, umminya seringkali terlalu “protect”, dan memanjakannya dengan mudah “memberi pertolongan”. Itu pada beberapa kasus. Tapi secara umum, dia juga berlatih mandiri meski mungkin levelnya beda dari anak-anak “tetangga” yang sudah bisa mengerjakan banyak hal sendiri, entah karena emang orangtuanya begitu baik melatih kemandiriannya maupun karena emang terpaksa harus mandiri (misal ditinggal ibunya kerja). Tapi untuk hal-hal standar sih sudah bisa, seperti pipis dan cebok sendiri, lepas pakai baju sendiri (kecuali baju yang susah lho ya), makan sendiri, ambil minum sendiri, gosok gigi sendiri, kadang tidur sendiri. Urusan tertentu dia sangat menyukai, seperti lipat-lipat baju, nyuci gelas piring sendok. Hasilnya? Ya, namanya kerjaan anak-anak, ya begitulah. Kelemahan umminya, kalau dia mengerjakan apapun terlalu lama, sudah weeh umminya langsung turun tangan… Wah, umminya gimana ini???

Sosialisasi

Sepertinya, mitos anak “sekolah rumah” tidak bisa bersosialisasi, gagal bersosialisasi, susah bersosialisasi, tidak berlaku untuk ahmad. Aku yakin banyak anak-anak lain juga seperti itu. Jadi jangan pernah menyalahkan home schooling, home eduaction, sekolah rumah, jika ada anak-anak tidak bisa bersosialisasi. Bahkan banyak anak-anak sekolah umum yang “GAGAL DALAM SOSIALISASI”. Jika ada di antara anda berkata padaku, “homeschooling? nanti ga bisa sosialisasi”, maka anakku yang akan “membantahnya”.  Alhamdulillah, justru pada hal sosialisasi inilah, ahmad terlihat menonjol. Dia tertarik dengan “human relation”. Sosialisasi level ahmad yang kumaksud disini adalah dia pandai membawa diri dalam berbagai lingkungan, seperti di rumah, di tempat orang ketika bertamu, di tempat fasilitas umum, di tempat ibadah, di tempat berbelanja sekalipun, dll. Juga dia bisa membawa diri di antara beragam jenjang usia, di antara teman sepermainan, anak-anak yang lebih kecil, di antara orang dewasa maupun orangtua. Dan dia bisa “berbuat seharusnya” pada semua orang tak pandang usia, tak pandang status. Tinggal sosialisasi macam mana yang kita inginkan? Yang jelas bukan macam sosialisasi “terlarang” yang banyak terbentuk di beragam sekolah umum yang jauh dari etika dan batasan syariat, yang justru yang seperti itulah yang banyak didengung-dengungkan dan jadi patokan. “Sosialisasi” sesuai sunnah, bisakah kita menerapkannya…

Apa lagi ya?

Sampai bingung… Kadang mikir, kalau ditelisik dari sisi “multipel intelijen” ahmad masuk tipe pembelajar yang mana ya? Kemampuan berbahasa, visual, gerak, sosialisasi, cenderung seimbang. Lagian, aku ga begitu interest mengkategorikan masuk yang mana. Kayaknya anaknya memang tipe easy going… Apa saja lah asal mood dan menyenangkan!

Ya mungkin itu cukup jadi resume. Ada kelebihan ada kekurangan. Begitulah Allah menciptakan sesuatu itu berpasang-pasangan, sebagai tanda kekuasaanNya. Kekurangan-kekurangan itu sangat banyak jumlahnya, bahkan bisa jadi lebih banyak dari kelebihan yang ada, kalaulah itu pantas disebut kelebihan. Cukup itu semua menjadi PR buat kami sekeluarga. Semua yang ada tak lain adalah karunia Allah agar kami senantiasa bersyukur dengan apapun yang Allah berikan, dari kebaikan, kenikmatan, maupun kekurangan, ujian dan musibah.

Kisah perjalanan kami baru secuil, baru setapak langkah, dan belum ada apa-apanya…. Masih banyak hal yang belum dan harus kami pelajari, kami tapaki, jika saja Allah memanjangkan umur kami. Rasanya tepat sekali bahwa sesungguhnya belajar itu adalah sepanjang hidup, seperti motto blog ini, “perjalanan panjang untuk belajar”, jangan dikira engkau merasa sudah tahu segalanya, padahal engkau baru memulai untuk kembali belajar…..

12 thoughts on “5 tahun

  1. Assalamualaikum ummu Ahmad…. Ahmad home schooling ya?? boleh share kegiatan Ahmad sehari2? emm.. kalau boleh dan gak keberatan, boleh email aja, soalnya gak selalu bisa buka wordpress🙂 Trimakasih..

  2. Assalaamu’alaykum. Mb zulfa, mbok dicritakan dblog ttg perjalanan blajar mas ahmad dirumah?{msl ttg kpn mulainya mengenalkn aism dll}.dan apakah ada jdwal ketat, {msl senin sampai sbtu sdh tjadwal mau blajar apa gt}. Trus gmn dg mbagi wktunya antara ngurus rumah dan mengajari ahmad? Djawab yg panjang lebar y mb. Jazaakillahu khayran.

  3. wa’alaykumussalam ummu hamzah. perjalanannya panjang… masih dipertimbangkan untuk menceritakannya secara panjang di blog ini. tapi insyaAllah saya jawab kapan2…

  4. subhanallah.. mas ahmad.. pinter ya, anak sholih.. ayo main ke cibinong ajari dek khansa smua yang diajari ummuka whehehe..
    smoga mendapat keberkahan usia ya mas ahmad🙂

    wah, anniversary kita sammma donk bulannya hihi *ngga penting*

    oya, umm.. ana nunggu postingan rekap buku2nya mas ahmad atau yang anti pakai utk home learning yaw🙂

  5. mba indri, jgn begeto… kami yg perlu byk belajar. sayang sekali kami jauh dr teman2 yang lebih berpengalaman. btw, puji syukur, apapun yg Allah berikan harus disyukuri sedalam2nya. smg usia yang diberikan penuh barakah, amin. yang buku2 tea, japri aja kali, kapan2… (hehe, kapan2 terus yah?) afwan ya… belum bisa kenalan langsung dg khansa n ibuke.

  6. Assalamualaikum abang Ahmad,, subhannalloh,, semangat belajarnya luar biasa,,, semoga Azzam bisa belajar sesemangat abang Ahmad ya,,
    Eh baca obrolan ummi sama ummi Fathi, jadi kepingin gurileeemmmm,,, kangen bandung,, kangen Pangalengan,,
    Mudah mudahan kalo kami “pulang” Azzam bisa kenalan sama abang Ahmad dan main bola bareng ya,, he he,, abis kalo Azzam “dikenalin” sama saudara saudaranya di “dunia maya” selalu yang ditanya abang Ahmad sama Fathi suka main bola ga?? he he,,

  7. @ bunda azzam
    wa’alaykumussalam. hehe… semangat gmn teh? sering mogok n off gini…
    gurileem? hehe… enak tp jgn banyak2 kali ya, mesti ada penyedapnya kan teh? belum pernah nyicip nih.
    azzam suka main bola ya? wah, ahmad kurang suka tuh sama bola. depan rumah ada lapang, sesekali main bola tapi ga pinter “nendang”, kesenggol tmnnya ambruk… ahmad sukanya balap sepeda, meski kalo lomba balap sama tmnnya seringnya kalah, pasti balap lagi-balap lagi… hayo lomba balap sama azzam

  8. Assalämualaykum. Salam kenal buat umahat smua, mau sharing ni, gmn ya spy anak ana pintar sosialisasi? Soale dia trmasuk pemalu, g pernh mau main k luar kl g dtemenin uminy, umurny 3,5 th, pdhal uminy tak slalu nemenin krn ada adik kcil d rmh. Pengen kyk Ahmad yg pinter brgaul. Syukrn

  9. @ ummu naufal
    wa’alaykumussalam warahmatullahi wabarakatuh
    wah, gimana ya…. saya jg ga tahu tuh umm. ummi abinya pemalu juga kah? mungkin itu berpengaruh umm.
    kalau ahmad kayaknya karena terbawa “lingkungan” terdekatnya. dari kecil sampai sekarang umminya hobi bergaul.
    tapi saya bukan ummahat gaul lho umm… waduh, jangan sampai begitu lah, na’udzubillah.
    gimana nih, ummahat yg lain, ada yg punya tips2 bergaul untuk anak2?

  10. Assalamu’alaikum Wr. Wb.. saya baru mengenal manhaj salaf.. itupun belajar dari adik laki-laki saya.. maklum saya maupun suami belum pernah ikut kajian.. jadi saya berusaha mencoba gali apa yang sudah dipahami tentang Islam dengan berpedoman pada manhaj ini (Insyaallah) dan juga mencari by googling hehe.. Saya tertarik sekali dengan metode pembelajaran Ahmad.. ingin rasanya meminta saran dan mungkin juga materi ajar (kalu boleh) karena pengetahuan kami sangat minim dalam hal agama. Tapi satu hal tujuan dan cita-cita kami adalah ingin membesarkan Fazlie dengan keislaman yang kuat dan benar.. Sayang kami belum memperoleh materi yang benar-benar pas untuknya (lha wong pengetahuan kami juga terbatas) Fazlie baru mencoba metode homeschooling ini selama sekitar 2 minggu dengan materi ajar yang masih acak hehe.. Mulai dikenalkan pada huruf hijaiyah dan IQRA 1 meski memang masih agak susah mendapatkan atensi darinya dan juga nama2 hewan dalam bahasa Arab (baru sedikit, setelah sebelumnya googling dulu hehe..) Share ya Bunda materi dan metode pengajarannya by email juga boleh kalau Bunda berkenan.. Bunda Ahmad di Bandung ya? dimanakah Bandungnya? saya juga di Bandung. Terimakasih Bunda..
    Wassalamualaikum wr. Wb

  11. Wa’alaykumussalam warahmatullahi wabarakatuh.

    Alhamdulillah Allah telah menunjukkan pada kita manhaj yang benar, semoga kita semua bisa selalu istiqamah di atasnya. Amin. Semoga anti juga tak patah semangat untuk terus berusaha menimba ilmu dan mengamalkannya. Begitu juga dengan keinginan dan usaha anti untuk mendidik anak-anak agar mendapatkan pendidikan agama yang benar. Tak akan sia-sia insyaAllah… Memang seringkali terasa berat di awal, tapi mungkin memang seharusnya begitu ya Bun… bagus juga kan buat tantangan? Tenang aja, tidak sendiri kok… kami semua juga mengalaminya. Bahkan sampai sekarang juga bukan usaha yang mudah…. Kami tinggal di “pinggir” stadion gede bage yang gede banget (stadion yang baru dibangun). Bunda Fazlie di mana? Saya sudah lamaaa menunggu-nunggu kehadiran sunnihomeschooler di kota bandung. Barangkali suatu saat kita bisa ketemu dan membicarakan masalah tentang anak-anak yang sedang kita hadapi…. Dan siapa tahu juga kita semua bisa membentuk komunitas salafyhomeschool seperti di kota2 lain. Amin

    NB: Penulisan salam sebaiknya tidak disingkat bunda, karena salam termasuk doa

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s