Si Kaya dan Si Miskin


1#

A: “mi, si anu kaya ya?”

U: “emang kenapa gitu?”

A: “si anu rumahnya tingkat, punya mobil, sepedanya banyak”

U: “@#$%*!?”

2# (di kesempatan yang lain)

A: “mi, kita ini orang miskin?”

U: “….???…emang kenapa?”

A: “rumah kita mau butut, ga punya mobil, ga bisa beli sepeda 1 lagi, uang ummi sama abi juga cuma sedikit tuh”

U: “?*&%$#@!??” (ada benarnya juga)

3# (di kesempatan yang lain lagi)

U: “ahmad mau kita kaya atau miskin?”

A: “kaya doong”

U: “jadi orang miskin juga ga pa pa, tapi miskin yang ceria” (pinjam istilah saga no gabai bachan)

A: “ahmad juga ceria” (betul kamu!!)

Nenek itu bener juga, jd orang miskin ceria… Meskipun ceria yang kumaksud bisa jadi beda dengan yang dimaksud obachan, tapi jika si miskin “selalu kaya hatinya” dengan kecintaan pada Allah, dia akan selalu ceria apapun kondisinya.

2 thoughts on “Si Kaya dan Si Miskin

  1. iya, udah pernah baca bukunya, pinjam punya teman
    ini malah ahmad minta dibeliin buku itu soalnya dia dulu belum sempat selesai bacanya
    ^^ ahmad pingin pintar kayak kak abbas^^

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s