Chatting


Diantara hobi ahmad (yang kambuh2an) adalah mengetik. Seperti: chatting. Kalau dia lihat umminya buka gmail, otomatis dia bisa lihat daftar teman umminya, mana ya yang lagi online. Langsung weh sikaat….

“tante….”

“ini ahmad”

“balas dong….”

“kok ga dibalas-balas…”

dll… (sampe yang disapa bete kali ya, maapkan anakku ya, itu ide dia sendiri, bukan umminya yang ngompori)

Korban ahmad diantaranya adalah tante D**** dari ternate sana, tante R****, tante C***** dan tante I** dari jogja, dan abinya tentunya. Tapi kalo chat sama abinya di kantor, dia suka bete. Balasnya pendek2 katanya. Ga nanya2 ini itu (kan lagi kerja, mosok chatting wae). Padahal anaknya suka banget ditanya2, ditanya2 yang ga penting juga mau. Dia nunggu2 orang yang di seberang dunia maya sana menulis sesuatu untuknya, 1 jam juga tahan dia chatting. Asal dilayani, terus weh dia ngetik sambil pringas-pringis di depan komputer. Kadang suka aku larang, “eits, jangan nyamper tante chatting, takut lagi sibuk”.

Satu saja aku ceritakan di sini, kesan mendalam dia chatting dengan tante D**** dari ternate (semoga tante tsb ga ke-geeran karena jadi tokoh cerita). Setelah lebih dari setengah jam chatting (padahal juga cuma beberapa baris kalimat, hehe, maklum, anak kecil ngetiknya kan lama, pake mengarang indah pula), dan akhirnya mati lampu yang otomatis membuat monitar gelap, ahmad nanya terus tentang tante “itu”. Tinggal dimana, pulau apa, kota apa, apa masih di indonesia, disana jam berapa, dll-nya. Sampai akhirnya malam itu ahmad belajar tentang pembagian waktu, WIB, WITA, WIT. “mi, kalo disini jam 9, berarti di tempat tante jam 11 ya? Kalo disini jam 10 berarti disana jam 12 ya? Kalo disini jam sekian berarti disana jam sekian ya?” terus begitu sampai ga tidur2… Dan paginya ketika bangun tidur, begitu dia ngintip jam dinding, apa coba yang dia ucap pertama kali? “mi, di tempat tante sekarang jam 10 pagi ya mi?”, sambil kucek2 mata. Benarlah, chatting yang berkesan.

Ketika chatting, dia belajar nulis… belajar merangkai kata… belajar membuat cerita… belajar geografi, belajar waktu, matematika, dll-nya… belajar bersabar tentunya (nungguin dibalas maksudnya).

So, teman-teman yang pernah jadi korban anakku, terima kasih banyak ya…sudah menyediakan waktu untuk anakku (ada yang mau jadi korban berikutnya?). Mungkin bagi teman2 itu hanya sekedar obrolan sederhana dengan seorang anak kecil, tapi bagi anakku jadi cerita luar biasa (sampai ngetiknya rahasia segala, ga boleh diintip dan diintermezo umminya).

Juga, tante2 yang pernah berkunjung ke rumah kami, kedatangan kalian sangat berkesan buatnya, seringkali dia mengingat2 seolah sedang bernostalgia… mi, tante yang nginep di hotel papandayan itu lhoh mi, siapa namanya? Mi, tante yang yang pernah ke sini 2 kali itu lhoh mi, itu tante siapa? mi, tante yang pernah ke dago itu siapa mi? Mi, tante itu kesini naik taksi kan ya mi? Tante yang kasih boneka itu mi, siapa sih? Bla..bla..bla..

**

Kalau mengingat2 betapa lugu, polos, dan betapa “apa adanya” dia, menyesal rasanya marah padanya hanya karena masalah sederhana…

Kalau dipikir2, dia lebih menyenangkan bahkan di saat tingkahnya yang paling menjengkelkan sekalipun…

4 thoughts on “Chatting

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s