طلب العلم في زمن الا نشغالات (lanjutan)


Nasihat ketiga: Jadilah penuntut ilmu yang memiliki semangat tinggi

Berkata Syaikh… Lemahnya semangat menuntut ilmu adalah persoalan paling mendasar bagi sebagian besar penuntut ilmu, adapun kesibukan-kesibukan duniawi hanyalah alasan yang dibuat-buat.

Perhatikanlah contoh ulama berikut yang sangat gigih dalam menuntut ilmu. Berkacalah kita pada mereka…

  • Tahukah kalian, jika kita perhatikan biografi ulama, maka kita akan dapati sebuah nama, beliau adalah الخوارزمي , beliau adalah seorang penuntut ilmu, beliau mengunjungi berbagai negara bahkan pada saat musim yang sangat dingin sekalipun hingga kaki beliau ‘mati rasa’. Oleh dokter pun kaki beliau akhirnya dipotong (amputasi). Sungguh beliau kehilangan kakinya karena menuntut ilmu. Baca lebih lanjut
Iklan

طلب العلم في زمن الا نشغالات


Pada kesempatan yang berbeda di masjid yang sama, syaikh Abu Hafsh kembali menyampaikan muhadharah tentang “bekerja dan menuntut ilmu” (pen). Tulisan ini adalah muhadharah pertama yang sempat penulis ‘abadikan’ melalui tulisan sederhana, semoga bermanfaat bagi penulis dan pembaca.

Sebagaimana judul… syaikh mencoba memberikan beberapa nasihat berharga tentang bagaimana menggabungkan 2 hal berikut ini, yaitu hal-hal yang menyibukkan kita pada dunia dan menuntut ilmu. Dua hal yang oleh kebanyakan orang dianggap sangat bertentangan, bak timur dan barat. Dua hal yang banyak terjadi pada zaman ini. Masa yang sedang kita semua lalui, bahkan kita jalani. Baca lebih lanjut

Catatan ta’lim: Bagaimana penuntut ilmu bergaul dengan kitab


Kajian ini merupakan lanjutan dari ta’lim setahun yang lalu yang catatannya bisa dibaca disini. Pada tahun ini, syaikh hafizhahullah kembali mengunjungi Bandung selama beberapa hari (Selasa-Jumat, 8-11 Rajab 1433 H, 29 Mei-1 Juni 2012). Khusus di Ma’had An Najiyah, kajian rencananya akan dilaksanakan setiap hari ba’da subuh dan ba’da asar (Agenda lainnya kurang tau). Catatan ini merupakan catatan kajian ba’da subuh tentang manhaj dalam menuntut ilmu, khususnya terkait dengan bagaimana seorang penuntut ilmu bergaul dengan kitab.

Baca lebih lanjut

Kata ahmad…


kata ahmad: “mi, kalo sholat jumat bapak-bapaknya kok banyak banget, tapi kalo sholat biasa kok cuma dikit?” (hayo loh… ketahuan nih bapak-bapak pada ga sholat jama’ah, sholat di masjid kalo pas jum’atan ajah!)

**

kata ahmad: “mi, kok pak thohir ga jadi imam lagi, cuma sekali, kan suaranya bagus” (hehe, kayaknya ahmad ngefans nih sama pak thohir, bisa ge-er nih pah thohir..)

**

kata ahmad: “mi, kenapa abi kok ga pernah jadi imam di masjid?” (hayo loh….ga level kali mad!)

**

kata ahmad: “mi, harunnya tante ika kok boleh jumatan ahmad ga boleh?!” (bukannya ga boleh, ahmad masih kecil…ga ada abi lagi…takut nanti malah ganggu bapak-bapak yang jum’atan, nanti gede mah harus! )

Facebook


Suatu hari teman bercerita, “umm, anak-anak SD sekarang dah pada fesbukan ya umm? Aku ditanya sama anak-anak, ‘bu, punya fb ga bu?’. Aku jawab, ‘ga’. Eh mereka malah bilang, ‘aku buatin yah’. Geleng-geleng aku”

Ada juga cerita, seorang akhwat menikah dengan seorang ikhwan, bermula dari kenal lewat facebook. Ngakunya salafy, ngaji sama ustadz itu dan ini. Eeh, ternyata hizbi dah beristri. Mau gimana lagi, bubur ga bisa jadi nasi…

Ada juga seorang akhwat cerita, “ummu ahmad, hati-hati loh ada ikhwan yang suka pake fb istrinya, ngakunya akhwat padahal ikhwan. Lagi cari-cari istri kedua. Baca lebih lanjut