Salamah, nama perempuan atau laki-laki?


Alhamdulillah, aku sekarang masuk kelas baru,

durusul lughah jilid satu,

belajar bersama ibu-ibu,

menyenangkan tentu,

tapi kadang juga lucu,

serasa jadi anak SD kelas satu,

tapi percayalah, seru!!

 

Sebenarnya, dars sudah berjalan 3x pertemuan, sudah selesai bab 3. Tapi karena beberapa hal, aku baru masuk di pertemuan ke-4, itu pun telat. Rencananya sih, kemarin pingin bawa ahmad masuk kelas ikut belajar, minimal dia mendengarkan. Ternyata dia malah asyik makan es yoghurt dan cemilan. Sambil sering-sering bertanya, “mi, sampai jam berapa? Mi, kurang berapa menit lagi?”. Dia ga sabar ingin bergabung dengan teman-teman sebayanya yang asyik bermain di luar. Mungkin aku yang keterlaluan atau bagaimana…ngajak ahmad ikut pelajaran durusul lughah.

Kadang aku heran, kenapa kalau dia ikut abinya kajian dia bisa duduk ‘anteng’ (ga minta main ke luar), tapi kalau sama umminya dia kabur main bersama teman-temannya. Yah, daripada ganggu ibu-ibu kajian, atau bikin umminya ga bisa menulis dan mendengarkan, akhirnya dilepas aja keluar. Kadang aku merasa diperlakukan ga adil  juga sama ahmad…

Kembali ke kelas durusul lughah… singkat cerita, aku terkagum-kagum, ibu-ibu pada semangat sekali. Tak hanya aku yang bawa anak, banyak juga ibu-ibu yang punya bayi pada ikut, bahkan mbah-mbah juga ada yang ikut. Satu kelas penuh…alhamdulillah.Yang sudah pernah belajar bahasa arab sebelumnya dan yang belum pernah bergabung jadi satu. Semua sama, belajar, menimba ilmu. Ibu-ibu pun aktif bertanya. Bahkan kadang aku mesam-mesem mendengar pertanyaannya (bukan ngejek lho!), aku hanya membayangkan diriku dulu. Ternyata aku tak sekreatif ibu-ibu itu. Masaku belajar dulu, akhwat rada-rada malu mengeluarkan suara, padahal mungkin ga dong tapi yo diampet.

Sampailah pada sebuah pertanyaan tentang “kenapa nama-nama laki-laki seolah semuanya ditanwin, sedang nama perempuan yang kebanyakan pake ta marbuthah ga ditanwin”. Kebetulan contohnya seperti muhammadun, abbaasun, haamidun, yaasirun…dsb. Sedang untuk nama perempuan yang dicontohkan seperti ‘aaisyatu, faathimatu, zaibanu… kenapa gitu ga ‘aaisyatun, faathimatun, zainabun.

>>jawabnya, karena itu termasuk isim ghairu munsharif, tafshilnya juga bisa dilihat di muyassar halaman -sekian-, (pen).

Ternyata ga semua nama yang pake ta marbuthah itu sebatas nama untuk laki-laki, bu. Ada juga nama laki-laki yang pake ta marbuthah, seperti hamzah, thalhah, muawwiyah, dan juga salamah. Tapi rupanya penduduk kelas khilaf, semua berpendapat ‘salamah’ adalah nama perempuan, kecuali aku. Lha aku ceritanya ada yang nggajel je tentang salamah itu, jadi sengaja jadikan ‘salamah’ sebagai contoh, siapa tahu mudarrisah bisa memberi jawaban yang terang benderang tentang salamah ini. Tapi bagaimana jelasinnya ya? Lha wong aku lupa dalil/kisahnya. Aku cuma bilang, “Saya dulu pernah mendapat penjelasan dari ustadz bahwa salamah adalah nama laki-laki”, gitu jawabku, –takut dikira menggurui ibu-ibu, padahal aku juga ga mudeng banget tentang itu-, bisa jadi aku salah.

Diantara pembaca blog ini (teman-teman dari jogja) mungkin ada yang mengenal ummu syafiq istrinya abu syafiq (rumahnya di karangbendo apa tawangsari ya itu, lupa). Beliau punya anak perempuan bernama salma. Ketahuilah, bahwa salma tersebut dulu bernama ‘salamah’, tapi karena kedua orangtuanya kemudian mengetahui bahwa ternyata ‘salamah’ adalah nama laki-laki kemudian diganti menjadi ‘salma’. Waktu penggantian nama itu, aku masih di jogja, jadi bukan hanya dengar kabar burung.

Mungkin telinga dan perasaan orang indonesia lebih nyaman menggunakan ‘salamah’ sebagai nama perempuan daripada laki-laki kali ya… Ga hanya ‘salma’ dari jogja yang pernah menggunakan nama salamah, tapi aku mendapati beberapa ummahat anak perempuannya dinamai ‘salamah’.

Nah lho, jangan-jangan aku salah dengar, salah paham… atau jangan-jangan ‘salamah’ ini boleh dipakai untuk nama laki-laki maupun perempuan?

Salamah… oh, salamah… sebenarnya dirimu laki-laki apa perempuan sih? Aku bingung… Apakah ada teman-teman yang bisa menjelaskan?

** semoga di pelajaran berikutnya kami dapat hal baru lagi….

11 thoughts on “Salamah, nama perempuan atau laki-laki?

  1. pernah diskusi dg suami jg mb ttg nama salamah. Sepengertianku itu nama laki2 krn ada nama tabiin : salamah bin dinar bkn? Tp krg paham scr kaidah bhs arabny gmn. Jd penasaran jg. Trus kalo ada nama perempuan salamah: hrs diganti ya mbak?pdhal kykny di indo bnyk ya?

  2. eh, umm harits… pa kabar? sampai blm jd2 sms-an ya umm… afwan ya, lupa wae, no hp anti msh tersimpan di WP blm tak catet di hp. afwan ya umm…

    iya, ada tabi’in bernama salamah bin dinar. sy jg ga tahu apa selain salamah bin dinar ada nama sahabat atau tabi’in atau tabi’ut tabi’in atau yg setelahnya yang bernama salamah jg?

    kalo soal mengganti nama salamah dg nama lain, kurang tahu jg itu umm harits. sy baru nemu kasus 1 itu di jogja. tanyain suami anti dong, siapa tahu ngerti

  3. oya umm, lha itu abu salamah dan ummu salamah anaknya (salamah) laki-laki apa perempuan? kan sering dengar hadits, ‘an ummi salamah….dst

  4. ikut nimbrung dong,

    setahu ana nama laki-laki ada juga yg pakai “ta’ marbutoh” misalnya Thalhah dan Hamzah. Jadi tdk menutup kemungkinan Salamah itu cowok, hehe. Tapi kalo Salman sopasti laki-laki.

  5. @ ummu salman
    tapi di sini ada ibu2 namanya ‘bu salman’, suaminya namanya pak salman. gmn itu neng? hehehe…

  6. Senyum2 geli deh baca postingan mbak. Jadi inget Ummu Syafiq, gmana ya kabarnya? Oooo, baru tau deh dek salma tuh dulu ternyata namanya salamah to..
    Di sini juga ada mbak, ummahat yang punya anak kembar laki-prempuan, yg prempuan namanya Salamah.
    Oh Salamah, dirimu sbenarnya laki2 atau perempuan.. hihihi ^^
    nanti kalo udh tau kbarnya salamah ana dikasih tau ya mba..

  7. kalo hasil browsing siy mba rin, ada beberapa shahabat lak-laki bernama salamah ex: salamah bin dinar, salamah bin qais al-asyja’i.. kalo salamah nama perempuan itu ada di kelompok googling nama2 edisi masa kini, wallahu a’lam😀

    utk ummu salamah ummul mukminin, kalo sebaca saya di postingan ini : http://ahlulhadist.wordpress.com/2007/09/28/ummu-salamah-radhiyallahu-%E2%80%98anha/

    di bagian C. KETIKA COBAAN DATANG, ada kalimat “Adapun Bani Asad menyerahkan kembali PUTRAnya, Salamah, kepadanya.”
    jadi bisa disimpulkan kalo salamah yang dikamsud disini adalah seorang laki-laki, wallahu a’lam🙂

  8. @ ummu yusuf
    syukron ya ‘penemuannya’. sptnya pada ‘zaman dulu’ nama tsb digunakan untuk laki2, lha trus penggunaan utk nama perempuan itu bgm hukumnya ya? wajib diganti sbgmn mengganti nama2 yg ‘buruk’ atau bgm?

  9. bismillah…, mau ikut komen, walaupun juga nggak pinter-pinter amat dalam bahasa arob, hehe…
    kebetulan nama anak perempuan sulung ana bernama salamah. Gara-garanya, duluuuu pas masih blom ngerti, pernah melihat buku nama-nama anak islami. Nah, disitu dibagian nama perempuan, ada tertulis nama “salaamah” (dengan lam alif, jadi dibaca panjang).
    jadi ana klo nulis dgn bhs arob bukan sa la mah (dengan la pendek), tapi sa laa mah (dgn lam alif). Allohua’lam….

    trus, kapan hari zauji pernah nanya ke ustadz ttg penggunaan nama ini. Ustadz sih menyarankan, ahsannya diganti, karena salamah itu dlm kaidah bhs arob ya untuk nama anak laki-laki. Jadi panggilannya diganti salma atau salmah, sementara kalo di akte ya biarkan saja…, lha wong sudah terjadi, qodarullohu wa maa syaa’a fa’al.
    tapi ya…, ana sih tetep aja dipanggil dgn kunyah ini, mw gimana lagi? udh terkenal dgn nama ini, hehehe….

    ya itu saja yg mau di-share, baarokallohu fiik

  10. @ ummu salamah
    syukron ya umm share-nya. btw, repot juga ya kalo mesti ganti akte. hehe.. trus salamah akhirnya dipanggil apa nih sekarang?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s