Bagaimana seorang penuntut ilmu mendengarkan pelajaran


Lanjutan muhadharah Syaikh Abu Hafsh Syadi Muhammad Salim Alu An Nu’man di Ma’had An Najiyah Bandung. Berikut catatan untuk kajian tanggal 1 Juni 2012 M/11 rajab 1433 H, ba’da subuh.

Nasihat bagi para penuntut ilmu terkait dengan mendengar pelajaran dengan baik:

  1. Hendaknya seseorang tidak bosan dengan mengulang materi yang sama, yang dengannya bisa didapatkan faedah tambahan atau rincian yang lebih detil.
  2. Hendaknya kita tidak memutus pembicaraan guru sampai kita diizinkan
  3. Hendaknya kita bersikap sebagaimana orang yang hendak belajar dan mengambil faedah, bukan sebagaimana orang yang hendak membantah. Pelajar hendaknya lebih konsentrasi pada materinya bukan konsentrasi pada kesalahan-kesalahan yang dilakukan pengajarnya
  4. Kalau seseorang ingin menambah pengetahuannya, maka seseorang berusaha mendengarkan pelajaran yang lebih tinggi tingkatannya.
  5. Ketika mendengarkan, cobalah menggabungkan dua mata dan telinga kita (berkonstrasi penuh). Tidak menoleh ke kanan dan ke kiri, tapi senantiasa memperhatikan ke arah guru sehingga tidak ada yg terlewat apa yang di sampaikan gurunya
  6. Bila telah mendengar pelajaran, cobalah untuk mengurutkan atau menyusun kembali apa yang disampaikan guru, mengurutkan faidah-faidahnya, sehingga kita bisa menemukan faidah yang baru dan memahami apa yang disampaikan guru
  7. Terkadang pengajar melakukan kesalahan seperti kesalahan bahasa, juga dalam uslub yang kurang bagus, maka pelajar hendaknya lebih berkonsentrasi pada materi bukan pada bahasa maupun pada uslub gurunya. Semisal kadang pengajar monoton, sehingga pelajar tertidur. Sebaiknya pelajar tetap konsentrasi, bagaimanapun di sana pelajar bisa mendapatkan faidah.
  8. Kadang pengajar ketika menyampaikan materi pokok disertai materi tambahan, maka kita lebih perhatikan pada materi pokok walaupun bisa jadi kita bisa mendapatkan faidah dari materi tambahan tersebut.
  9. Sebaiknya pelajar senantiasa konsentrasi memperhatikan guru dan tidak memperhatikan apa yang terjadi di sekitarnya. Semisal ketika ada yang batuk semuanya menoleh atau memperhatikan yang batuk tersebut, atau ketika ada yang salam (datang belakangan) semua pun memperhatikan yang datang tersebut
  10. Seorang pelajar kadang dia mesti mengistirahatkan pikirannya ketika suatu materi terus bersambung karena terkadang pikiran dan jiwa pelajar kelelahan, sehingga dia bisa mengurutkan apa yang guru sampaikan dan mengambil faidahnya
  11. (tambahan) Ketika konsentrasi memandang pengajar ketika mendengarkan materi yang disampaikan, maka jangan melewatkan menulis faidah yang disampaikan oleh pengajar.

Syaikh memberi nasihat singkat seputar manhaj da’wah yaitu bahwa wajib bagi setiap da’i untuk saling tolong menolong dalam da’wah. Kadang kita temukan seorang da’i membicarakan satu sama lainnya. Ini tidak pantas dilakukan, semestinya para da’i saling tolong menolong

Lihatlah ahlul fasad, mereka semua bekerja sama untuk menghasilkan kemungkaran-kemungkaran yang mereka lakukan. Semisal dalam pembuatan film, ada artisnya, sutradaranya, kameramennya, produsernya. Mereka bekerja sama untuk menyampaikan keburukan. Sedikit sekali ditemui para da’i bekerja sama untuk menghasilkan program da’wah. Inilah yg kita temukan. Seringkali mereka malah “gontok-gontokan”, bukannya bekerja sama menghasilkan program da’wah.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s