Petualangan: Serunya Membaca


Akhir-akhir ini ahmad cukup giat membaca. Dia memang cenderung menyukai sains daripada matematika, kurang begitu minat pada kegiatan menulis, menggambar, apalagi berhitung. Pokoknya ga suka aja pegang pensil, pulpen, mending pegang mouse dan keyboard. Pernah dia bilang, :”mi..ahmad ga suka number”.

Ngomong-ngomong soal baca-membaca, bacaan apa saja sebenarnya dia suka. Kalau dulu dia enggan disuruh menceritakan kembali apa yang dia baca, sekarang ada kemajuan, tanpa disuruh dia suka bercerita sendiri. Waktu itu dia suka banget dengan roket. Tiap hari baca tentang roket, googling juga tentang roket, ngegame juga tentang roket, main juga berimajinasi tentang roket. Sampai bercita-cita suatu hari nanti mau bikin roket. Tapi bikin aja, ga akan ke luar angkasa, soalnya nanti susah sholatnya, katanya… Hahaha. Aya-aya wae…

Dia pernah suka banget mempelajari tentang tata surya, tentang planet. Tiap hari baca tentang ituuu terus, googling juga tentang itu, menggambar pun planet melulu, salah satu lukisan cat airnya tentang tata surya ditempel di tembok. Suka banget buka google map. Selalu yang dibahas tentang matahari, bumi, venus dan teman-temannya. Pernah dia nyeletuk, “mi, ruang angkasa Allah itu maha luas”. Kadang dia juga ngetes umminya, “ummi tahu ga apa itu bintik hitam matahari?”. Karena emang lupa tentang itu (atau emang ga tahu ya?), aku jawab aja ga tahu. “Makanya ummi rajin baca, bintik matahari itu tempat paling dingin di matahari”, dengan bangga dia menjelaskan, merasa lebih tahu dari umminya.

Pernah juga dia suka banget dengan ubur-ubur. Sebelum tidur juga tak lupa membahas ubur-ubur. Tiap hari baca tentang ubur-ubur, googling tentang beraneka jenis ubur-ubur. Sampai pusing, “kenapa sih kok ga ada ubur-ubur indonesia padahal ada ubur-ubur australi”.

Lain waktu dia suka banget dengan cerita tentang dinginnya kutub. Karena dia juga suka ‘yang dingin-dingin’, muncullah ide ingin tinggal di kutub. Suegeeer katanya… Dia pingin abinya pindah kerja di daerah kutub. Waduh….ga mau deh.

Pernah dia baca buku IPS kelas 1. Tentang hidup rukun. “mi, ternyata kita bertiga ga rukun ya? kadang abi berantem sama ummi, kadang ummi berantem sama ahmad.”. Hakhakhak…Ga bisa nahan ngakak. Adu argumen, eyel-eyelan, marah-marahan, ngambek-ngambekan, diem-dieman, perbedaan pendapat, adalah bentuk ketidakrukunan hidup yang dia persepsikan. Lutjuu nih anak. Maksudmu…ummi suka ngajak berantem gitu? Please deh…. (ketawa lagi ah).

Terus, dia juga suka banget cerita tentang gempa. Akhir-akhir ini dia juga masih sering membahas itu. Dia buka berkali-kali cerita tentang gempa, tsunami, gunung merapi, pokoknya tentang bermacam-macam bencana alam. Dengan wajah murung dia bilang, “Mi, ahmad berubah pikiran. Kalo nanti pulang kampung mending ga usah lama-lama ya, 10 hari aja. Takut ada tsunami. Kalo ke mbah boyolali juga jangan lama-lama, takut keletusan gunung merapi. Kita di bandung aja, di sini aman dari tsunami dan gunung merapi”. Ya…paling juga 10 hari ditambah 4, kataku. “berarti 14 hari, mi? Itu lama ga?”. Hahaha… kawatir amat sih. Mbah yang satu dekat pantai, yang satunya lagi ga begitu jauh dari gunung. Dia pikir paling aman di bandung.

Karena kecelakaan lidah, aku nambahi cerita tentang bencana lumpur lapindo. Dengan tergesa-gesa dia googling, kepingin lihat macam apa sih luapan lumpur di sidoarjo itu. “mi, sidoarjo ke bandung jauh banget ga mi? Bisa sampe ke sini ga lumpurnya”. Bisa ditebak kan apa isi kepalanya. “jauh banget, insyaAllah ga sampe sini, makanya berdoa ya”, kataku. Tapi sepertinya dia kurang yakin dengan alibiku. Dia bersikeras bahwa bisa saja pelan-pelan lumpurnya luber sampe ke bandung. Dan dia punya ide gila, “mi, mau ga ummi bantuin ahmad ngukur jarak dari bandung ke sidoarjo pake meteran?”. Ah, mbung, emoh aku… ahmad aja sendiri yang ngukur. Kemudian kami pun ngakak bersama, setelah menyadari betapa konyolnya ide itu. Setelah abi pulang, ternyata dia tahu bahwa ngukur jarak bandung-sidoarjo bisa melalui skala di peta. Setelah buka peta, dan abi itung-itung kurang lebih jaraknya 750-an km, jadi kalo ahmad bolak-balik 30 kali dari rumah ke ITB, baru sampe sidoarjo. Jauh kan?? Meskipun ga dong, dia hooh-hooh aja…

Kemarin, kurang lebih 2 jam dia nonstop mewancaraiku, sembari masak. Sampai pegel banget mulutku. Meni hawa panas, di depan ada 2 tungku menyala. 2 jam hanya untuk membahas gempa, tsunami, gunung merapi, dan lumpur sidoarjo. Habis ummi tahu macem-macem sih, ahmad kan jadi penasaran nanya-nanya….kan seru-seru ceritanya, gitu katanya. Seneng sih dengan kekritisannya dan pertanyaan-pertanyaan polosnya, tapi jujur…kalau suasana hati lagi kurang bagus kadang ‘rada dongkol’ juga kalau pertanyaan-pertanyaannya lama-lama sangat mengada-ada, ga rasional, karena rasa paranoid yang menyerangnya akhir-akhir ini. Huh, sabar..sabar…

Beberapa hari lalu, untuk pertama kalinya dia minum obat cacing, merek combantrin. Karena ini pengalaman pertama kali, tentulah dia sangat antusias dan penasaran. Ummi dan abinya disuruh berpencar mencari di majalah mana ada cerita tentang cacing. Dia penasaran cacing macam apa yang mungkin ada di dalam perutnya, cacing kremi kah, cacing tambang kah, cacing pita kah. Dia penasaran warna cacingnya apa, bentuknya gimana. Iiih…ya mana aku tahu. Padahal umminya paling jijik sama bangsa percacingan…geuleuh (bener ga ya nulisnya). Tak segan-segannya dia memperlihatkan gambar-gambar cacing yang dia temukan di majalah atau ensiklopedi. Maksudnya biar kalau kami diskusi nyambung. Dia sepertinya menyadari, kalau dia tanya sesuatu, aku sering bilang, “wah ummi kurang tahu, yang itu belum pernah baca, coba ahmad cari sendiri dulu”. Dan dia sebel dengan hal itu, mosok apa-apa suruh cari sendiri, baca sendiri… (protes nih).

Oh iya, ada satu lagi…. Tiba-tiba kemarin dia nanya, “mi, kawin tuh apa sih?”… DEG!!! kok nanyanya beginian sih, batinku. Udah berpikir yang macam-macam. Setelah ditelusuri, ternyata dia habis baca cerita tentang “bekicot kawin”. Halaah…kirain apaan. Bekicotnya menikah, kataku… (ngaco banget kan? hahaha….huzz ketawa melulu)”. Jadi bekicot kayak manusia ya mi, bisa menikah, punya istri…” Hooh…kataku (tambah ngawur kan ummiya).

Buku ahmad tak cukup banyak. Sehingga komik olahraga hadiah MILO bisa dia baca berpuluh-puluh kali. Majalah-majalah Kuark juga belasan kali dia baca. Buku-buku kisah juga suka dia baca. Buku ensiklopedi juga berkali-kali dia buka. Dan buku-buku lainnya. Untuk cerita atau kisah-kisah favoritnya, dia bisa membacanya berulang kali, seperti tak bosan dengan ceritanya. Padahal masih banyak buku lain yang belum dia sentuh. Mungkin suatu saat dia juga akan menyukainya… Masing-masing memang akan datang  waktunya. Percayalah… Kalau ingat dulu, suuusah ngajarin dia baca, eh… ga nyangka sekarang dia udah hobi baca. Alhamdulillah…

Yah… itulah sekelumit cerita seru ahmad. Masih banyak cerita seru lainnya. Tapi terlalu panjang diceritakan di sini. Bagaimana dengan teman-teman? Apakah kalian punya cerita seru dari buku-buku yang kalian baca?

10 thoughts on “Petualangan: Serunya Membaca

  1. Assalaamu’alaykum..salam kenal Um. Sebenernya dah lama sih baca2 blog anti, tp baru sekarang punya mood bwt komen..^^
    Ternyata punya kerabat Boyolali juga to? Alamat lengkapnya mana kalo boleh tau? Kebetulan rumah mertua di sana juga…
    Salam bwt Ahmad ya Um.. Salam kenal. Moga jadi anak yg shalih, aamiin..

  2. wa’alaykumussalam…
    mertua di sawit, kateguhan, ga tahu alamat lengkapnya, ga jauh dari patung sapi perbatasan klaten boyolali
    terimakasih doanya, amiin… jazakillahu khairan

  3. kalo percakapan nikah, punya istri itu “biasa” mba di sini hihi…soalnya emang concern banget tuh bedain tentang wanita dan pria dan batasannya. Ih jadi pengen cerita di blog aja ah insyaAllah, cerita di sini jadi panjang nanti hwehehe

  4. wah cizkah mikir yg ngga2 nih jgn2… mentang2 shaum njur lemot loadinge po piye? scr fisik org2 mengakui klo ahmad ga mirip umminya. tp karakternya byk yg setipe sama umminya. biar adil… mosok mirip bapake kabeh, kan yo anakku barang. hehehe…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s