alhamdulillah, akhirnya ahmad bisa menulis…


sejak umur 5,5 tahun, perkembangan menulis ahmad cukup lumayan. sebelumnya ahmad kalau nulis lamaaa banget, beberapa baris kata saja bisa butuh waktu 1 jam (apalagi berbaris-baris kalimat). dihapus-hapus melulu karena salah-salah. kalau ditungguin atau didampingi, bisa lebih cepat, setengah jam. kayak nulis essay yang susah gitu.. itu pun sering sambil sewot. pokoknya, menulis adalah kegiatan yang sangat-sangat membuat dia boring. sangat mudah menjungkirbalikkan mood. bisa bertengkar loh, gara-gara menulis…

untuk beberapa waktu abi ahmad mewajibkan ahmad menulis setiap hari. pokoknya nulis apa saja, terserah!! yang penting nulis. nyalin dari buku, ngarang sendiri, atau nulis surat juga boleh! singkat cerita, setelah beberapa waktu… alhamdulillah kebijakan ketat ini mulai membuahkan hasil, sekarang dia sudah mulai luwes menulis, lancar katakanlah. tadinya setiap nulis selalu nanya, “mi, katanya itu ‘nya’ dispasi ga sih?”. “kalo ini..itu.. dispasi ga sih?”. “kalo ‘b’ itu gendutnya kemana?”. dll sebagainya. sekarang sudah jarang sekali bertanya. sense menulisnya mulai jalan. kalau sebelumnya salah satu huruf saja ribut, dihapus-hapus. sekarang mulai pede. kalau salah ya udah…tinggal bilang, “kan memang ahmad masih latihan mi, jadi ga pa-pa kan salah-salah”. kita mau bilang apa coba??

ternyata perkembangan menulis berpengaruh pada perkembangan menggambar (ini kalau ahmad lho ya..). yang tadinya gambarnya entah apa bentuknya, sekarang sudah mulai terlihat “oo, gambar ini tho”, yang lihat sedikit mudeng lah. meski masih “gitu deh..”, tapi gambarnya sudah memiliki muatan cerita. bahkan muatan ceritanya lebih bagus dari gambarnya. gambarnya sangat detil, sampai rumiiiit njelimet. gambar cpu saja lengkap banget dengan tombol power, lobang buat masukin flash disk, kabel data, dsb. (hehe, maap ya ahmad, ummi bilang apa adanya. tandanya..ahmad harus belajar menggambar lebih baik lagi!).

meskipun tulisannya belum rapi, tapi sangat membahagiakan. ternyata semua proses ini terasa indah. susah senang, sewot marah, kita lalui bersama. ternyata kasihan ya bu guru di sekolah, membayangkan beberapa anak yang seperti ahmad, pasti membuat bu guru sangat lelah. berarti aku sudah membantu bu guru di sekolah kan ya? hehehe… mengalami sendiri membuat kita lebih bisa menghargai jerih payah anak-anak kita..

tuh, benar kan..rumah memang membuat nyaman dalam menghadapi hal-hal yang dianggap sebagai kekurangan…

thumb for ahmad! go! go!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s