catatan 6 tahun


# November kemarin Ahmad 6 tahun. Badan masih tetap mungil, Alhamdulillah. Kadangkala sakit, wajar. Sering mogok belajar, juga wajar (hehe).

# Alhamdulillah sudah selesai hapalan juz 30, dan sudah masuk juz 29. Hanya saja karena beberapa kekurangan, Ahmad harus banyak murajaah juz 30 agar lebih hapal. Baca al quran sampai surat an nisaa’

# Alhamdulillah sudah mulai rutin sholat 5 waktu. Sesekali bolong. Ngantuk ga mau bangun shubuh, sakit ga mau sholat, capek main sampai akhirnya ketiduran, dsb. Sekarang sudah tidak ngaco kalau ditanya “sholat wajib sehari berapa kali?”, Kalau sebelumnya suka jawab seenaknya, “tujuh kali”, sekarang sudah jawab “lima kali”. Jumlah rakaat pun sudah hapal, jadi kalau sholat dzhuhur mesti 4 rakaat (hehe..maklum dulu kan suka lupa, kadang kurang dari 4 rakaat). Kalau jamaah ke masjid dan masbuk, dia sudah mudeng kalau dia mesti nambah sendiri jumlah rakaat yang ketinggalan.

# Suka membantu ummi. Memasak, iris-iris, ngulek, ngaduk-ngaduk, nyuci piring, nyapu, bahkan ngepel! (iri banget ke ummi, karena ngepelnya dilarang pake super pel). Keinginannya yang terpendam ada 2, boleh bantu ngucek baju yang direndam deterjen dan nyetrika. Untuk sementara dia baru boleh bantu bilas baju (baju yang dilarang masuk mesin cuci). Untuk nyetrika dia harus lebih sabar lagi, nanti yah kalau sudah gede…

# Sekarang Ahmad sudah cukup bisa memanage emosi. Khususnya dalam hal menangis. Ketika dia salah dan dimarahi pun dia cenderung bersikap diam, mencerna apa kesalahannya dan kenapa dimarahi. Alhamdulillah Ahmad tidak pernah mengalami tantrum yang mengerikan. Sudah bisa diajak “berkompromi” pada banyak hal. Kehebatan dia adalah, rela memaafkan umminya meskipun umminya belum meminta maaf. Jika kami sedang terlibat konflik, dia selalu berkata, “ummi ga perlu minta maaf Ahmad juga selalu maafin ummi kok..” (uhuk..uhuk..). so sweet..

# Perkembangan bahasa meningkat. Tertarik dengan bahasa inggris. Tapi entah kenapa dia malah sering belepotan kalau bercerita sedikit panjang. Yang mau disampaikan banyak dan rumit, tapi apa daya sulit menyampaikan sesuai dengan yang direncanakan (mulutnya kalah cepat dengan kepalanya). Jadi pasti membutuhkan translator untuk mengeluarkan ide-idenya.

# Suka bersosialisasi. Tanpa teman, dunianya seperti terasa hampa, begitulah ahmad.. Suka melibatkan diri dalam pembicaraan orang dewasa. Tidak suka dianggap sepele, “ajak ngobrol aku juga dong!”. Pokoknya asal dilibatkan dalam segala hal, dia merasa sangat dihargai. Segitunya ya ternyata anak-anak? aku baru tahu…

# Dia menunjukkan ketertarikan pada segala macam hal yang berhubungan dengan militer. Tapi setelah dia tahu tentara suka hormat bendera dan ada upacara-upacara “aneh” lainnya, dia memutuskan tidak jadi bercita-cita jadi tentara. (syukurlah…batin umminya). Secara khusus dia belum menunjukkan bakat apa yang benar-benar dimiliki, dan bidang apa yang benar-benar diminati. Dia masih eksplorasi banyak hal. berganti-ganti dan apa saja bisa menjadi begitu menarik baginya

# Suka sekali menggambar dengan detil (jangan ditanya bagusnya! tak seindah yang dibayangkan). Tema gambarnya itu-itu saja. Tentang perang, tank, helikopter. atau rumah-rumah, gedung-gedung, beserta jalan-jalannya dan mobil-mobil. Berpuluh-puluh lembar-lembar sudah gambarnya, sepertinya kertas HVS satu rim dia sanggup menghabiskannya.

# Dia tertarik menjadi orang kaya. Haduh, salah apa aku kok ini anak kecil-kecil sudah matere! Pingin punya uang banyak, rumah bagus, mobil bagus, kolam renang, mainan banyak, dll. Kalau dinasihati tentang jeleknya tergila-gila mengumpulkan harta, dia jawab enteng, “Ahmad kan mau kaya raya tapi banyak shadaqah”. Duuuh…harus bilang apa.. kaya itu bukan diukur dari banyaknya harta. tapi kaya hatinya.. Aku bilang, “kalau kita punya makanan yang cukup untuk kita makan sehari, maka kita sudah kaya”. Sebenarnya kita sudah benar-benar kaya kok!! (melongo dia….).

# Alhamdulillah, pas tahun ajaran baru kemarin (juni), Ahmad berumur kurang lebih 5,5 th. kita coba beri dia buku-buku kelas 1. Alasannya: dia sudah lancar membaca, sudah mulai bisa menulis, sudah bisa sedikit berhitung, Sudah mau diajak “belajar”. Satu semester ini Ahmad mencoba buku-buku SD kelas 1 tersebut. Biasanya dia belajar sendiri, atau ditemani. Ketika susah memahami soal dia baru bertanya. Alhamdulillah selesai bahasa Indonesia, matematika juga hampir selesai, IPA selesai, IPS, PKN, bahasa Arab, aqidah, fiqh, akhlak, juga sudah sebagian dipelajari dan dikerjakan soal-soalnya. Proyek coba-coba ini ternyata hasilnya lumayan. Meskipun jauh dari sempurna, tapi setidaknya itu mendorongku, insyaAllah aku dan Ahmad bisa HS. Sepertinya benar, bisa jadi buku untuk satu tahun bisa diselesaikan kurang dari satu tahun. Tapi santai saja lah…sambil menikmati. kita tidak sedang berkejar-kejaran kan?

***

Akhir kata

# Mungkin ibu-ibu sedang atau pernah mengalami nasib seperti aku, bingung.. apa sih kurikulum untuk SD? Sekarang tak usah bingung-bingung.. seperti aku saja, datang ke toko buku, lakukan studi singkat untuk menentukan buku pelajaran apa yang kira-kira tepat untuk anak-anak kita sesuai usianya. kumpulkan bacaan yang menunjang pendidikannya. Untuk pelajaran diniyah, pinjam saja buku tingkat sd yang biasa dipakai di mahad (kalau disekitar anda tinggal ada mahad atau SDIT), pelajari garis besarnya kira-kira apa saja yang dipelajari (kalau bisa rangkum standar kompetensinya, kalau mau ya buat sendiri bahan ajarnya), kalau diizinkan untuk mengcopy (ya copy saja), atau kalau bisa beli buku-buku dari mahad tersebut langsung (ya beli saja).

# Homeschooling mungkin bukan hal yang mudah, tapi yakinlah itu bukan hal yang sangat sulit untuk dilakukan! Berpikir rumit seolah-olah kita tak bisa melakukannya benar-benar membuat jalan kita rumit untuk mewujudkannya.

6 thoughts on “catatan 6 tahun

  1. Mba…jangan pake HVS buat gambar heheh…boros. Ziyad mah udah berim rim mba. Pakek kertas buram…

    Masya Allah ahmad…barokallahu fiik…..kalo boleh mba…ana boleh ngopy kurikulumnya itu gak mba..siapa tahu SDnya Ziyad HS hehe… In sya ALlah

  2. Lha itu hvs aslinya buat ngeprint tgs kuliah abinya mlh dipake anake.

    Kurikulum? Nnggg… Yg jls ini ahmad mapelnya kurleb sm ky sdit: aqidah, fiqh, akhlak, bhs arab, hadits (tambhan), siroh, mtk, ipa, bhs indo, ips (ahmad ga bgitu suka), pkn. Hapalan quran, baca quran, paling ditambahin latihan nulis arab, ketrampilan rmh tangga (halah). Klo siska minat bukunya bs aku tanyain k adik ipar. Soale aku dpt buku2 tsb (dr mahad al madinah) jg lwt dia. Alhamdulillah kok kami boleh beli buku paket tsb. yah…itu sgt mmbantu homschooler. Ayo…mahad lain jg dong…kan ta’awun utk kbaikan. Hehe.

  3. Maa Syaa Allah.. Ahmad..barokallahu fiik…. senang sekali mampir di blog ini.. jadi penasaran bagaimana caranya mendidik anak agar bisa menghapal dan pintar seperti itu? mungkin harus dari umminya dulu ya yg menghapal al qur’an?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s