Enaknya sekolah rumah (1)


Saat musim hujan seperti sekarang ini, hujan sering turun di waktu-waktu yang tidak diinginkan, pagi pas jam berangkat sekolah, atau siang dan sore pas jam pulang sekolah.

Kalau jaman aku kecil sih malah senang kalau hujan turun. Berangkat sekolah “nyeker” (lucunya aku dulu, meskipun punya sepatu tapi tak jarang sekolah memilih ga pake alas kaki alias nyeker seperti sebagian teman-teman, bahkan pake sandal pun tidak), meskipun punya payung tapi suka milih pake payung pelepah pisang ambil dari kebon tetangga, seru.. Bahkan teman-teman ada yang sangat kreatif. Pake baju plastik dari kresek bekas ukuran besar, kepalanya ditutup kresek ukuran kecil. Mungkin itulah cikal bakal jas hujan yang ada sekarang. Kali… (ngaco kalau ini). Kadang tasnya diganti pake plastik kresek juga. Jangan salah, jaman itu masih cukup banyak anak yang sekolahnya pake “tas” kresek. Jangan tanya apakah sampai sekolah baju seragam merah putih kering kerontang. Selama pelajaran biasa saja tuh pake baju basah-basahan. Paling kalau berhari-hari seperti itu baru sakit. Hehe..

Nha, pulang sekolah ada petualangan seru yang siap menantang. Karena di belakang SD inpres membentang sawah yang dipenuhi genangan air hujan, anak-anak sering memanfaatkan kesempatan untuk bermain. Jangan heran kalau anak-anak tidak langsung pulang, tapi malah buka seragam langsung nyebur ke air yang warnanya seperti karamel bahkan susu coklat itu. Kalau aku sih ga pernah (ciee…), soalnya ga bisa berenang dan takut ada ular atau lintah. Tak mau kalah aku pun ikut serta bermain meskipun hanya berjalan-jalan di pematang yang terendam air hujan cukup dalam. Karena kami sudah hapal dimana letak jalur pematang menuju area rumah penduduk desa, maka dengan bantuan sebilah bambu kecil, dengan mudah kami menyusurinya. Kadang juga terpeleset, baju basah. Tapi ga kapok juga. Malah terbahak-bahak. Di jakarta warga menangis-nangis karena selalu banjir. Sementara kami malah bahagia kalau sawah banjir.

Bukannya memilih jalan raya untuk pulang, kami malah menantang rute yang membahayakan. Kalau dipikir-pikir, cukup dalam lho genangan airnya, bisa selutut, sepaha, bahkan ada bagian yang sampai sedada. Tentunya tas atau buku kami panggul di atas kepala, bagi anak perempuan roknya ditarik setinggi-tingginya. Haha… (jangan ditiru ya..).

Ya, begitulah bagaimana kehidupan sekolah anak kampung jaman dulu. Orangtua sepertinya tak ada yang khawatir terhadap anak-anaknya. Paling-paling marah karena setiap hari mengotori seragam. Sebab itulah kebanyakan seragam anak tak berwarna putih susu, tapi coklat susu. Haha..

Sebenarnya saat musim hujan kegiatan belajar banyak yang tidak efektif. Si ini absen lah karena sakit, si itu juga absen karena sakit, anak-anak pada terlambat, gurunya juga terlambat, belum kalau kelas bocor, belum kalau anak-anak bajunya basah-basahan. Belum lagi kalau beberapa pelajaran ditiadakan karena hujan. Tapi ga masalah kan yang penting datang. Daripaa nanti di raport ada keterangan:
S : 11 hari
I : 7 hari
A : 5 hari
(s = sakit, i = ijin, a = alpha atau tanpa keterangan alias bolos). Kalau banyak catatan kriminal seperti itu kan bisa mempengaruhi rangking kelas. Wah gawat…

Kalau anaknya rajin sekolah sih hujan lebat tak jadi masalah. Kalau pemalas, hujan rintik saja bisa jadi alasan bolos. Apalagi kalau anaknya gampang sakit kayak ahmad ni, bisa ijiiiiin terus. Lha kalau musim penghujan berlangsung 4-6 bulan, mosok tho yo bolos setengah tahun. Hehe.. Cuma ambil summer school aja. Halah gaya kaya di londo sono…

Hmmm inilah nikmatnya jadi ahmad…

(sambil memperhatikan anak-anak yang penuh perjuangan ditengah hujan menuju sekolah ^^)

Semoga yang di rumah maupun di sekolah anak-anak tetap belajar dengan senang hati…

5 thoughts on “Enaknya sekolah rumah (1)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s