Berpikir logis ala anak-anak


Pernah dengar kalau anak kecil itu sebaiknya ditekankan untuk lebih banyak menghapal, bukan lebih banyak berpikir logis??. Karena usia kecil ketajaman hapalan anak-anak sangat bagus, maka sangat baik untuk diberikan porsi menghapal lebih banyak. Sedangkan untuk berpikir logis itu alami sesuai dengan perkembangan usia.

Tapi herannya ahmad… dia lebih mudah berpikir logis dan rada malas menghapal. Hehe… Kalau anak malas ngapal, jangan komplain anaknya dong, salahkan orangtuanya! Hehehe….

Sudah satu paket, apapun keadaan ahmad kami terima dengan senang hati alhamdulillah… Kelebihan dan kekurangannya. Lha wong orangtuanya juga begini banyak kekurangannya…

Akhir2 ini, ahmad makin bervariasi pertanyaannya, seiring dengan level berpikir logisnya… sayang sekali ga saya catat apa saja pertanyaan2nya. Padahal banyak yang belum terjawab.

Contohnya:  bijaksana itu apa sih mi?
(Hehe, bingung saya jelasinnya)

Pertanyaan2 dadakan sering terlontar saat menjelang tidur. Kayaknya, dalam keadaan mau tidur itu memorinya mereview kembali apa yang pernah dia baca, alami, dengar, dan temui… Ketika ada sesuatu yang mengganjal dia pun baru teringat untuk bertanya. Kalau rasa penasarannya terjawab, barangkali dia bisa tidur nyenyak… hehe.

Seperti halnya anak2 pada umumnya, ahmad juga bisa menarik silogisme dari premis2 yang dia temui. Seperti misalnya, ketika umminya tidur terus (maklum, bawaan hamil, ngantuk aja bawaannya, hehe membela diri), ahmad menyimpulkan, “jangan2 ummi kena penyakit tidur nih, soalnya ada lalat yang kalau menggigit jadi tidur terus”. Hahaha…. silogisme yang konyol!!! Entahlah dia baca dari mana fakta itu. Katanya dari salah satu ensiklopedi, tapi dia pun ga begitu yakin. Makanya dengan rendah hati dia bilang, “maaf ya mi, kalau ahmad salah ingat”. Hahaha…. dia kawatir salah vonis tuh!

Atau yg ini: dia berpikir ketika umminya melahirkan, otomatis umminya akan sibuk mengurus adek bayi, sehingga ga ada yang mengurus ahmad. Jd dia membuat silogisme “sebaiknya abi cari istri baru, biar ummi ngurus adek bayi, ummi baru ngurus ahmad”. Ini silogisme yang menguntungkan abinya tentunya, dan menyengsarakan batin umminya… hahaha… *kayaknya abinya ahmad masih mikir 1150x utk poligami*

Begitulah sedikit contoh konyolnya pikiran2 logis ahmad…

Jadi, temans…. kalau anda ingin anak anda tidak berpikiran konyol seperti ahmad, sebaiknya ajarilah menghapal sebanyak2nya…*senyum*

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s