Maryam Parabombay (bag-1)


Maaf kakak ahmad, tokoh yang mengawali cerita di blog ini mulai tahun 2105 ini adalah maryam, sang adek. Kakak lain waktu ya….

 

Inilah sepenggal kisah kami

 

Awal kepindahan kami ke kota cibinong ini aku dalam keadaan hamil. Alhamdulillah.

Dari sinilah cerita bermula…

Mungkin akan kukisahkan sedikit riwayat kehamilanku selama ini:

1. hamil pertama (ahmad), sampai usia 38 minggu, bayi lahir sehat selamat, normal (skrg ahmad 8 th)

2. hamil kedua juga sampai 38 minggu, lahir normal juga, tapi sang bayi cantik anemia berat dan asfiksia berat, Hb cuma 3,2 an,  meninggal dunia

3. hamil ketiga IUFD (meninggal dalam kandungan), saat itu ahmad sedang sakit kawasaki, aku kecapekan, drop.. tahu-tahu pas diperiksa bayi meninggal

4. hamil keempat juga IUFD, usia sekitar 6 bulan… janin hydrops fetalis

5. hamil kelima, inilah yang akan kuceritakan….

 

Hamil kelima dimulai saat masa-masa sulit (suami menyelesaikan thesis dan persiapan pindahan). Wah, runyam. Aku ambruk, suami super sibuk. Sempat terpikir, kok ya sekarang tho…. hehe. Ga boleh gitu ya, insya Allah ini timing yang tepat. Ga tahu harus bagaimana nanti, apa yang akan terjadi, yang penting dijalani saja. Hal-hal berat sudah sering kami lalui… tinggal melalui ini satu lagi.

Sebelum pindahan, selama di bandung kusempatkan kontrol beberapa kali ke Dsog langganan. Banyak pertanyaan yang memenuhi kepalaku. Sampai di bogor, ternyata tak mudah mencari Dsog fetomaternal. Akhirnya awal-awal kami di sini kami tetap kontrol kehamilan ke bandung… jauh ya… Tak papa, demi… Sampai akhirnya setelah menelpon banyak rumah sakit, bertemulah aku dengan konsulen fetomaternal di hermina depok, dr Eva Roria. Sejak saat itu kami kontrol ke beliau. Langsung klik sama beliau. Pertama kontrol sudah kusiapkan berkas pemeriksaan dari bandung, sudah kususun kronologi kehamilan.. kusampaikan dengan lancar. Dan disambut dengan sangat baik. Tak bertepuk sebelah tangan, sepertinya aku cocok dengan dr eva. Komunikatif, jelas, enak diajak diskusi, ketika aku minta detil beliaupun OK.

Kehamilanku sebenarnya seperti kehamilan semua orang pada umumnya. Aku minum beberapa macam suplemen. Juga pengencer darah. Pada bulan ke-7 sudah mulai nampak janin anemia.. Ini sangat menggembirakan. Mengingat janin-janin sebelumnya sebelum 7 bulan sudah meninggal. Alhamdulillah janin bisa bertahan.

Minggu ke-31 aku kontrol ke dokter, sekalian minta ijin mau ikut suami ke bandung selama 2 minggu. Karena di bandung ada dokter langganan, dokter pun tak khawatir, kondisi janin juga cukup bagus.

Sampai di bandung, aku langsung kontrol ke dokter setyorini, konsulen fetomaternal di RSHS. Tepat di minggu ke-32. Setelah ngobrol-ngobrol, kemudian diperiksa, nampak di layar monitor anemia sudah nampak mengkhawatirkan (padahal seminggu lalu belum seperti ini). Janin malah ga naik beratnya, 1600 gr. Setelah diperiksa lebih teliti, hitung-hitungan segala macam.. akhirnya diputuskan oleh dokter, aku harus bedrest paling tidak 2 hari di RS, dan suntik pematang paru. Setelah itu pun aku tak boleh capek dan banyak beraktivitas, disuruh banyak istirahat dan banyak makan, agar janin bisa ngejar berat badan. Diusahakan janin bisa bertahan sampai usia 34 minggu, dan beratnya mencapai 2 kg. Prediksi dokter janin bisa bertahan sampai 34 minggu, dan ada kemungkinan dilahirkan pada usia itu (deg!!). Cuma punya waktu 2 minggu nih…Apa yang akan terjadi nanti? Mari kita lihat…

 

bersambung ya….

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s