Hilang satu, tumbuh seribu


​Seperti pepatah.. hilang satu tumbuh seribu.. 
Kakak berhenti HS dan mulai sekolah sejak kurang lebih sebulan ini. Tapi ada adiknya yang sudah mulai bisa diujicoba (emang barang?? Wkkk). 
Karakter Maryam sedikit berbeda dari kakaknya. Dia sejak kecil sudah suka makan sendiri, mau mencoba apa2 sendiri. Ketrampilan makannya di usia yang sama dengan kakaknya jauh lebih mahir adiknya. Mungkin ini juga salah emaknya, dulu terlalu memanjakan ahmad. Sifat kekeuh Maryam juga luar biasa. Umminya aja yang keras ini kalah kekeuh.. wkkkk. Di usia yang sama, kakaknya sudah sangat dewasa (dalam artian mudah diberi pemahaman), sedangkan Maryam boro2.. Hahaha.. di usia yang sama, kakaknya sudah bisa operasikan komputer, Maryam masih cengeng nangis dan belum bisa ngomong. Di usia yang sama kakaknya pinter main Lego, Maryam main masak2an.. ya iya lah. Di usia yang sama kakaknya pinter cerita, Maryam pinter beralasan…wkkk. Di usia yang sama, kakaknya sudah masuk iqro 3, Maryam baru main2 baca iqro 1… Hihihi… Unik kan? Ya, inilah kedua anak saya.. Bukan perbandingan keduanya yang jadi masalah, tapi dari perbedaan fakta itu berarti emak bapaknya semoga jadi bisa menilai bagaimana cara mengatasi si junior ini..
Terlepas dari banyak perbedaan antara dua anak ini, keduanya punya kesamaan, sama2 anaknya pak taufiq dan bu rini, hahaha… sama2 anak yang ceria, suka humor, suka bercerita, suka dibacain, suka susah tidur alias meleeek terus mbuh mikir apa ga merem2, suka bermain peran, sama2 cerewet, suka jalan2, suka berteman, dan perasa alias sensitif.
Meski Maryam ga pernah mau mengalah kalau terjadi konflik dengan kakaknya yang berakhir dengan saya memarahi Ahmad, tapi Maryam selalu setia, “ummiiii, jangang maah kakak, aciang” (ummi, jangan marahin kakak, kasian). So sweet kan… Hehehe
Dua anak ini selalu bikin keributan di rumah, ribut yang bikin ketawa dan ribut yang bikin marah. Tapi kalau keduanya diam (biasanya karena sakit), emaknya jadi merasa kesepian… Makanya, mending sehat aja lah semua meski rumah ribuuut trs. Tapi kalau disini saya juga mikir2 kalau mau buat keributan jangan parah2 amat lah ya. Karena penghuni apato ini kan macem2, ada yang bisa nerima keramaian dan kelucuan anak2 #eehh#, ada yang risih dan terganggu. Kemarin baru seminggu disini saja sudah dapat surat komplain dari obaasan… Wkkkk.. maap ya nek, saya bingung jelasinnya lha nenek ga bisa bahasa Indonesia, saya jg ga bisa bahasa Jepang… Semoga kita bisa menjadi tetangga yang baik untuk waktu yang lama (karena ahmad betah disini, eeh).
Belajar dari pengalaman Ahmad, sekarang saya lebih santai dalam menghadapi maryam. Saya merasa dulu terlalu cepat mengolah Ahmad, sehingga pada titik tertentu ada titik jenuh dan mentok. Baik dari pihak saya maupun si anak. Maryam sekarang sudah 3 tahun, tapi masih maiiin aja kegiatannya. Biarlah.. memang beda ini si junior.
Setelah Ahmad meninggalkan umminya pergi bersekolah, akan ada Maryam yang menggantikan, menemani hari2 ummi di rumah. Semoga Maryam bisa tumbuh kembang dengan baik…

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s