Belajar dari sebuah kegagalan


​Kali ini saya ingin cerita tentang sebuah kegagalan. Dalam HS, tentu tak semua sukses seperti yang diharapkan. Bahkan seringkali banyak hal tak dilakukan sesuai keinginan. Salah satu yang menurut saya gagal (berarti masih banyak daftar kegagalan saya ini ya, hahaha), yaitu tentang kemandirian.
Di usianya yang 10 tahun, Ahmad masih banyak kekurangan soal kemandirian. Pada banyak hal, Ahmad masih belum bisa mandiri, minta tolong ummi untuk menyelesaikan banyak hal yang sebenarnya dia harusnya mampu. Tentu ini membuat saya geregetan. Selain mungkin karena karakter, ini juga faktor salah perlakuan. Selama ini emaknya terlalu mudah menyerah, entah karena ga sabar nunggu dia menyelesaikan suatu hal, juga karena saya ga suka dia ga bener ketika menyelesaikan suatu hal. Jadilah saya turun tangan. Saya tahu teori nya ga boleh seperti itu kalau mau melatih anak mandiri, tapi kok ya saya susah mempraktekannya.
Sekarang saya belajar tega, salah satunya adalah membiarkan Ahmad memasang tali sepatunya meskipun lama. Biarpun dia menali sepatunya dengan wajah kusut karena jengkel tidak saya bantu, saya mencoba tabah.. hahaha. Kejengkelan tentang tali sepatu itu akan sirna sepulang dari sekolah. 
Itu baru masalah tali sepatu. Masih banyak yang lain. Tapi, bagi yg minat HS jangan jadi pesimis. Banyak HSer yang sukses tidak seperti saya. Hahaha… 
Alhamdulillah, sekarang saya jadi mikir, banyak hal yang harus diperbaiki…
#mohon dimaklumi, Ahmad hampir ga pernah pake sepatu, 10 th pake sandal kemana2, bahkan beli sepatu juga baru2 ini, maklum ga sekolah.. 😂

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s