​Kenapa pilih kyoto?


Beberapa orang nanya kenapa suami saya kuliah di jepang. Barangkali ada yang berpikir orang seperti suami saya mungkin cocoknya di Arab. Padahal juga ga bisa bahasa arab, hanya mungkin karena jenggotan #eehhh….
Sebenarnya ini harusnya suami yang jawab. Tapi tak apa lah akan saya jawab versi saya sendiri. Karena kalau nanya suami jg paling sekata dua kata jawabnya. Susah nanti saya postingnya.
Pada mulanya saya ingin suami lanjut s3 ke saudi, ke KAUST. Hahaha.. Muluk-muluk banget ya. Biarinlah namanya juga kepingin. Atau ke KFUPM. Senada dengan saya, suami juga ingin ke dua kampus tersebut. Segala upaya sudah dilakukan, apply ke dua kampus tersebut sudah dilakukan berkali-kali, bahkan sejak mau lanjut s2 dahulu kala. Tapi apa daya, tetap gagal. Akhirnya s2 nya di ITB saja dekat dengan kantor. Dan rupanya, dengan mengantongi ijazah ITB pun suami saya tetap ga laku di KAUST n KFUPM, maklumlah nilainya pas2an, ahaha.. Setelah beberapa kali mencoba tetap saja dua kampus tersebut qadarullah ga mau menerima. Kkkk….

 
Suami sudah kadung ikut seleksi beasiswa. Dimana tahun 2016 kalau bisa sudah dapat kampus yang dituju. Suami saya juga aneh memang, daftar beasiswa tapi belum tahu mau kuliah dimana.
Karena ke saudi gagal.. Maka pilihan yang disarankan adalah k jerman. Tapi saya ga siap lahir batin. Lho yang mau kuliah memangnya siapa? 🙂 Ya intinya ga bisa lah saya ke jerman karena banyak alasan. Kalau suami sih jika ga mikir istri dan anak-anak mungkin mau-mau aja ke jerman. Ini versi saya (baca:husnudzon saya karena mempertimbangkan nasib istri dan anak-anak). Dari sudut pandang saya ya alasan ini lah salah satu yang mendasari  harus cari universitas lain. Dari sisi suami, mungkin karena kultur s3 disana rata2 lama. Untuk orang macam suami saya yang butuh dibimbing dan dikejar2, kurang cocok. Karena urusan suami kemana juga otomatis urusan istri mau dibawa kemana, maka perlulah memikirkan negara mana yang kira2 paling memungkinkan. Maklum lah kami ini kompak, dua sejoli yang tidak mau dipisahkan 🙂 Orang lain boleh kuliah pisahan bertahun- tahun jauh beda negara. Tapi saya sepertinya bukan tipe yang bisa seperti itu. Jatuhlah pilihan ke jepang. Setelah negara tujuan ditentukan urusan kampusnya dimana itu urusan suami. Yang mau sekolah kan dia..heheheh
Alhamdulillah dalam waktu yang mepet, singkat cerita suami berhasil diterima di kyoto university. Amazing juga saya. Ga nyangka… Batin saya, profesornya kurang teliti apa ga ini… hihihi. Masa kirim email selang beberapa jam langsung dibalas, disuruh tes bulan februari. pertengahan februari suami tes langsung ke kampus kyoto university, selang 2 minggu ada kabar diterima. eeh tengah april langsung berangkat. Benar2 di satu sisi kabar baik karena ibarat limit time eh tiba2 dapet universitas, tapi membuat saya pontang panting karena mau ditinggal secara dadakan. Mungkin seperti jodoh ya, waktu ketemu saya juga mepet dan ga disangka2. Wkkk
Kyoto ibarat jogja nya indonesia. Katanya begitu. Itu juga menjadi alasan memilih kyodai ini. Irama hidup n lingkungan jogja rupanya memang susah hilang dari ingatan kami. Selain itu kyodai katanya adalah kampus top di jepang setelah tokyo university (bener ora iki :), klo salah monggo dikoreksi). Mungkin ini yang bikin suami ngiler juga. Hahaha. Agak kawatir juga ga ketrima karena saudi pun sudah nolak. Tapi namanya takdir ya, siapa sangka akhirnya ketrima.
Di usia yang tidak lagi muda, akhirnya bertemulah suami dengan kampus yang mungkin pilihan terbaik untuknya. Juga untuk kondisi kami sekeluarga.
Semoga suami lancar dan sukses studinya dan ilmunya bisa bermanfaat.
Ganbatte kudasai!!!! 
Salam dari kyoto

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s