Passion….


Rada berat nih ngomongin tentang passion…

Beberapa waktu lalu saya bingung ketika harus mengisi semacam angket dari sekolah, salah satu kolom yang harus saya isi adalah tentang hobi ahmad. Aneh ya, emaknya masa ga tahu hobi anaknya apa, hehehe…. Saya bingung karena beberapa hal yang Ahmad sukai apakah masuk kategori hobi apa bukan. 
Ketika buka2 draft, saya tiba2 nemu coretan saya tentang sebuah hobi. Hobi yang akan saya ceritakan ini bertahan cukup lama dan hampir2 Ahmad tak pernah bosan dengan satu hal ini. Hobi ini mungkin bukan sekedar hobi, karena dia bisa sangat serius menjalaninya.. Hobi apakah itu?? Bertanam…
Sejak usia 3 tahunan Ahmad memulai karir bertanamnya di dago, bandung. Padahal di usia yang sama Maryam mah kerjaannya ngambek mulu..hahaha. Menanam benih melon dan semangka adalah percobaan pertamanya. Masih saya simpan potonya di komputer lama di indonesia. Dulu, kalau beli melon dan semangka saya dan Ahmad suka mengumpulkan bijinya dan dikeringkan. Pertama kali menanam, melon dan semangka Ahmad tumbuh subur, tapi sayang hanya rimbun berbunga tanpa berbuah. Ya maklum namanya juga benih abal-abal.. hihi
Tapi pengalaman pertama menanam itu sangat menyenangkan. Melihat proses tumbuh kecambah, muncul daun, tumbuh besar.. berbunga. Belum nyiram-nyiramnya itu dia suka banget.
Gagal menanam melon dan semangka dicobalah menanam sawi di kontrakan baru, di gedebage. Waktu itu kami pake botol aqua gelas bekas.. tumbuh??? Sayang ga ada yang tumbuh juga. Menanam pandan pun layu, entah kenapa, padahal tanahnya subur. Akhirnya menanam bunga2an di pojok halaman malah tumbuh. Karena punya kesibukan lain akhirnya hobi bertanam berjalan sekedarnya. 
Setelah pindah ke cibinong mulailah dia menanam lagi. Ide ngebet menanam sebenarnya berasal dari pengalaman mudik. Mbahnya punya kebun di samping rumah. Kalo mudik dia sudah minta jadwal berkebun sama mbahnya. Dari ngisi polibag dengan tanah dan kotoran hewan, ikut nyangkul, nanam cabe, nyiram2… Seneng banget karena yang disiram banyak. Waktu itu di kebun ada pohon singkong, cabe, tomat, dll. Senang dia ngubek-ubek kebun.
Mbah uti juga sempat punya tanaman kembang kol yang subur. Kebun mbah uti isinya banyak tapi kayaknya ga semua hasilnya bagus. Ada mangga yang saking pendeknya kalau berbuah diambilin anak-anak untuk mainan, ada alpukat yang sampai sekarang ga berbuah, ada pohon pisang yang cuma bisa diambil daunnya (jambu klutuk). Ada daun waung yang seger kalau dimasak sayur bening (pada ga tau kan daun waung, hehe).. Ada aneka macam bunga.. Bahkan mahkota dewa yang ga pernah dimanfaatkan buahnya. 
Eh kembali ke bertanam… singkat cerita ahmad melanjutlan karir bertanam di cibinong. Di kontrakan tanpa tanah (maklum semua dah disemen). Awalnya potnya pake botol bekas ukuran 1,5L. Ditanami benih hasil ngumpulin sendiri juga.. tanam cabe.. tomat, pare, sledri bekas ummi ngesop kalau masih ada akarnya juga dia tanam. Juga bawang merah ambil di dapur. Sebagian tumbuh sebagian tidak. Ada juga lidah buaya pemberian tante tetangga rumah yang meski ditinggal mudik hampir 2 bulan pun masih subur. Lidah buaya adalah tanaman favoritnya karena ga rewel merawatnya. 
Saking senangnya melihat proses tumbuh si benih makin semangtlah bertanamnya. Kalau ke gramedia buku yang dicari ya tentang tanaman.. Tapi belinya cuma 1-2 buku saja yang sesuai karena metode lain tidak cocok dengan kondisi rumah. Maklum kontraktor. Beraneka benih ingin dia beli. Pertama beli tanah kompos dan pupuk malah di ace hardware.. vip banget kan.. hahaha. 
Tiada hari tanpa membaca buku bertanam. Tiada hari tanpa browsing tentang bertanam.. benih benih yang ingin dicoba. Pun makin variatif, cabe, bayam, seledri, kemangi, tomat, bawang, pare pun… padahal ga doyan pare.
Kalau pinjam hp saya apa yang dibaca? Cara merawat tanaman pare.. cara membuat pestisida alami…cara menanam sledri.. cara menanam cabe.. bayam.. tentang penyerbukan.. bunga jantan dan bunga betina.. penyakit tanaman..dsb…. taak habis-habis.. hehe
Dari sekian hobi yang paling lama bertahan ya bertanam ini. Dengan penuh penghayatan dan penjiwaan pula. Sehari lebih dari 5 kali tengok tanaman dan tak lupa selalu ada laporan ke saya yang kadang hanya ditanggapi dengan jawaban ya, ya, dan ya, karena dikit2 laporan.. dikit2 laporan…hahaha.. maaap ya mad.
Apakah setelah pindah ke Kyoto keinginan bertanam itu hilang? Tidak.. Seringkali ahmad ingin sayuran hasil belanja saya ditanam. Lumayan kalau nanti butuh bisa metik sendiri. Iya sih, saya lihat di apato tetangga ada beberapa pot tanaman, bahkan tanah di sekitar apato ada yg ditanami kucai dan daun bawang.
Ternyata anakku calon petani ya.. hihihi.. emaknya baru nyadar apa gimana ini. Ga papa kan ya, yang penting halal.. siapa tahu suatu saat nanti bisa jadi petani sukses..

Tapi tiap kali ditanya cita2nya apa, tetap jawabnya mau jadi peneliti  kaya Abi. #peneliti pertanian gitu kali ya?😂
Bermain lego adalah favoritnya.. dan bertanam adalah passionnya. Di saat teman-temannya bercita2 jadi polisi, pilot, pembalap, pesepakbola, anak saya mah suka banget bertanam.. Sayang sekali kami belum bisa memfasilitasi hobi menarik ini, belum bisa mengasah minat bakat nya ini.. Passion no action jadinya ya…. Sabar ya mad, akan ada tempat dan timing yang tepat.. insyaallah.
#Sambil meresapi dinginnya kyoto#

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s