Bukan gagal… hanya belum berhasil


Dear ahmad,

8 tahun sudah usia ahmad. Sebenarnya sejak bayi ahmad sudah menjadi seorang pembelajar. Belajar menyusu, tengkurap, makan, minum, duduk, merangkak, berjalan, berlari.. Hingga bertambah usia pun semakin banyak belajar. Belajar menggambar, mewarnai, menulis, membaca, berhitung.. Makin besar makin banyak yang dipelajari. Termasuk belajar mengatur emosi, menahan diri, bersabar, memahami.

Tak disangka, semakin besar semakin banyak hal yang harus dipelajari. Begitu membuka pintu dan jendela, nampak semakin banyak hal diluar sana yang belum disentuh. Semua itu baru terlihat dari jauh, belum didekati. Apa yang dipelajari baru satu titik tinta di tengah air lautan.. Bayangkan.. belum seberapa, kan?

***

Kalau tulisanmu masih acak-acakan itu bukan berarti kau belum bisa menulis. Kau hanya perlu banyak menulis, lama-lama akan rapi.

Kalau kau belum banyak hapalan, itu bukan berarti karena kau tak menghapal. Kau hanya perlu lebih banyak dan serius menghapal.

Kalau kau belum bisa membuat kreasi, itu bukan berarti kau tak bisa berkarya. Kau hanya perlu telaten dan mencoba.

Kalau kau belum pintar matematika, bukan berarti kau bodoh dalam matematika. Kau hanya perlu menyukainya, dan bersabar menghitung angka-angka.

Kalau kau masih belum disiplin, bukan berarti disiplin itu menyusahkan. Kau hanya perlu melakukan hal yang seharusnya, kau akan tertib nantinya.

Kalau kau belum mandiri, bukan berarti karena kau tak bisa melakukannya. Kau hanya perlu membiasakannya. Kau akan terkejut bahwa ternyata itu sangat mudah.

Kalau kau kurang rajin, bukan berarti kau itu pemalas. Kau hanya perlu lebih semangat. Kau akan tahu malas itu ternyata membosankan.

Kalau kau banyak kekurangan, bukan berarti kau tak punya kelebihan. Di antara kekurangan-kekurangan itu, satu saja kelebihanmu sudah membuat kami bangga. Kau tak harus menjadi seorang dengan penuh kelebihan, karena kekurangan tidak selalu menjadi suatu kesalahan.

***
Kekuranganmu adalah bagian dari kekurangan ummi dan abi,
kita hanya perlu memperbaiki

With love,
Ummi dan (mewakili) Abi

Iklan

Cerita mudik 2014


#Cerita lama baru sempat diposting#

Alhamdulillah setelah tahun sebelumnya ga mudik, tahun 2014 akhirnya bisa mudik juga.

Sebenarnya ga ada rencana mudik okt-nov kemarin. Malah rencananya mau mudik akhir tahun sekalian ambil cuti kantor. Liburan sekeluarga gitu.. Qadarullah mudiknya maju.

Karena pas abi ke swiss 2 bulan kami bertiga sempat masuk rumah sakit, akhirnya pas abi harus ke itali 1 bulan (atau 1,5 bulan ya lupa) kami pun memutuskan mudik.. daripada..daripada…

Dalam waktu setahun kemarin kami memang sering ditinggal, sepertiga tahun hidup tanpa suami.. halah halah.. Tahun sebelumnya, pas hamil tua, ditinggal ke itali 2 minggu. Pas maryam baru lahir, ditinggal ke jepang 2 minggu. Pas maryam 8 bulan, ditinggal magang di CERN swiss 2 bulan. Pulang dari swiss cuma 10 hari, pergi lagi ke itali 1/1,5 bulan.. Lebaran idul adha 2 kali tanpa suami. Kalau kata ahmad, poor ummi…

Ya, harus disyukuri, masih bisa pulang ke indonesia dalam keadaan sehat dan selamat. Bisa ketemu anak istri. Kan lagi musim kecelekaan pesawat kemarin tuh.. Tragedi M370, tragedi MAS yang ditembak jatuh di ukraina.. belum lagi tragedi air asia. Na’udzubillah.. jangan sampai mengalami..

Selama abi ke swiss, kami ditemani ibu mertua. Alhamdulillah, ga sepi-sepi amat jadinya. Dan kalau ada apa-apa ada bantuan. Kasian mbah uti, bantuin masak, belanja, nyuci, njemur, nyetrika.. momong (mantune ga sopan ya, hehe). Kalau aku masak, mbah pegang maryam. Kalau aku momong, mbah yang nyuci njemur dsb… Pas kami bertiga sakit, mbah yang merawat, mengerjakan semuanya.. Semoga mbah uti selalu sehat, dibalas pahala berlipat-lipat atas semua kebaikan yang beliau berikan untuk kami.

Kembali ke mudik…

Perjalanan dari cibinong-kebumen sangat melelahkan. Ga bisa naik kereta lagi seperti kalau mudik dari bandung. Mudik lewat pantura… Duuuuuh.. jalannya… pas awal awal lancar… mulai masuk kawasan purwokerto jalan grunjal-grunjal ga karuan, apa kami salah ambil jalan ya.. atau si sopir yang ga bisa nyetir halus.. weleh2… Ga tau nanti kalau mau mudik lagi mesti naik apa, naik mobil kok rada trauma. Naik kereta pun harus ke jakarta dulu. Posisi cibinong memang susah secara transport (ah, cuma perasaanku aja kali…)

Pas di jalan ahmad batuk terus, qadarullah pas mau mudik lagi batuk. Syukurnya maryam sehat, di jalan pun tak rewel. Sampai kampung pun maryam tetap sehat. Alhamdulillah…. Tinggal pemulihan si kakak.

Rencana mudik disusun rapi. Agenda mau apa aja dah dilist.

1. Program pemulihan kami bertiga.  Sebelum mudik, kami baru pada sembuh, aku sempat DB, maryam muntah2 diare sampai dehidrasi dan nginap di RS, ahmad jg batuk pilek demam beberapa hari disertai mimisan cukup parah beberapa kali, sampe ngocor-ngocor, bahkan sempat muntah-muntah hebat juga. Mantap lah sudah… langganan masuk rumah sakit rupanya kami nih.. Harapannya selama di kampung kami bisa menghirup udara segar. Dan makan bisa terjamin.. perbaikan gizi… kkkk. Tapi ternyata derita belum berakhir.. selama di kampung kami bertiga malah jadi santapan kutu kucing.. Gatal tak terkira, beberapa minggu lamanya. Habis badan ahmad digaruk-garuk.. aku pun parah.. maryam juga kena..  Sampai-sampai mbah kakung naik atap berburu kucing.. seperti adegan film tom n jerry saja.

2. Refreshing. Ahmad sudah lama pingin pulang kampung. Pingin jalan-jalan, sepedaan keliling kampung,berkebon, ke sawah, ke pantai.. Ternyata mbah kakung kerja full senin-jumat sampai jam 5 sore. Bahkan akhir pekan kerja juga. Gagal berkebun… Ke sawah juga sesekali, karena ternyata bukan musim bertanam atau panen. Ke pantai juga cuma sekali, karena ga ada yang nganter.. mbah kakung sibuk, abi ga ada, om pun ga ada yang pulang. Naseeeeb…

3. Ikut sekolah. Rencana 2 hari sekali ikut mbah uti k sekolah, ikut belajar dan ketemu teman-teman. Tapi ternyata hanya seminggu sekali. Sekolahnya bubar hampir sore, ga kuat capek. Malah kadang hujan. Mbah uti juga sibuk.. Kasiaaaan ahmad…

4. Silaturahim dan jalan2… ketemu keluarga, tapi akhirnya ga bisa mengunjungi keluarga satu persatu, kalau ga ada suami malas mau kemana-mana. Hanya bisa mampir sebentar. Padahal kalau mudik pinginnya abi cuti, pingin ke LIPI karangsambung, lihat situs bebatuan.. Atau kemana lah.. Benteng van der wijk kek, pemandian air panas kek, nyobain semua makanan kebumen kek.. Pupus sudah…

5. Shopping di bandung. Dari kampung rencana ga langsung balik ke cibinong. Karena abi mau workshop di bandung, kami ikut. Abi kerja, ummi belanja.. Kata abi, tepatlah kalau suami istri disebut workshop, suami kerja istri shopping.. Naaah, pas kaaan…hahaha. Ternyata… gagal maning. Aku sakit, diare parah.. akhirnya istirahat total di hotel. Hahaha.. hotel melati pula. Inilah hikmahnya, niatnya dah ga bener sih dari awal. #Rasain.. wkkk

##

Ahmad memang kecewa dan sakit hati…
Ada beberapa item yang mau dia beli…
tapi ga jadi gara-gara ummi…
Syukurlah abi dah beliin oleh-oleh dari luar negri…
Cukuplah untuk sekedar mengobati…

Yah, manusia bisa berencana.. kenyataan bisa saja beda…
sudah diatur sedemikian rupa..
tetap Allah yang kuasa…
kita tak bisa apa-apa…

hmmm… kata si abi..
ini bukan kejadian yang pertama kali..
mau liburan dan jalan-jalan gagal lagi..
memanglah ahmad dan ummi…
kalau sakit tak pernah bisa diprediksi..

tak apalah semuanya…
yang penting bisa jumpa keluarga…
setelah lama tak bersua…
senang tak terkira…
tatkala suami kembali tiba…
bertemu anak istri tercinta…

#mudik yang tak terlupakan#

Slow but sure*


Bener apa kagak nih bahasa inggrisnya… wkkkk…*

Baru juga 2 mingguan ngisi jurnal ahmad, eh sudah libur lagi belajarnya. Baru juga ikut tahfidz dan beladiri.. eh sudah minta ijin ga masuk. Baru juga berencana mau daftar kursus renang dan kelas robotik, eeeeh gagal.

Memang beginilah, ahmad gampang sakit kalau kecapekan. Bahkan dimarahin aja jadi anget badannya.

Syukurlah ga perlu ijin ke bu guru gara-gara ga masuk sekolah. Bisa-bisa dua minggu sekali libur.. hihi.

Alon-alon asal klakon… #motto baru#

 

Sedihnya lebaran di rantau


Lebaran hari ke-sekian, mbah uti nelpon ahmad…

Ahmad: “mbah, ahmad sedih lebaran ga mudik, ga ada yang ngunjungi”

Mbahnya: “terus?”

Ahmad: “Jadi kuenya dimakan sendiri”

Hahaha….. (terdengar tawa riuh di seberang sana)

***

*umminya dah serius dengerin telponnya, kirain bakal ada cerita yang mengharukan, ternyata….*

pertanyaan yang sama


menurutku, menjalani HS bukanlah sesuatu yang mudah, tapi bukan pula sesuatu yang tak mungkin dilakukan.

alhamdulillah, sudah 6 tahun ini kami menjalaninya. tentunya dengan banyak kekurangan disana-sini. dengan kata lain, sejak ahmad lahir kami memang berniat seperti ini.

awalnya, HS adalah murni keinginan kami (orang tua). ya iya lah anak bayi mana ngerti.. tanpa bermaksud memaksakan kehendak kepada ahmad, dia pun akhirnya setuju menjalaninya.

apakah ada semacam rasa terpaksa dari si anak? Baca lebih lanjut

Facebook


Suatu hari teman bercerita, “umm, anak-anak SD sekarang dah pada fesbukan ya umm? Aku ditanya sama anak-anak, ‘bu, punya fb ga bu?’. Aku jawab, ‘ga’. Eh mereka malah bilang, ‘aku buatin yah’. Geleng-geleng aku”

Ada juga cerita, seorang akhwat menikah dengan seorang ikhwan, bermula dari kenal lewat facebook. Ngakunya salafy, ngaji sama ustadz itu dan ini. Eeh, ternyata hizbi dah beristri. Mau gimana lagi, bubur ga bisa jadi nasi…

Ada juga seorang akhwat cerita, “ummu ahmad, hati-hati loh ada ikhwan yang suka pake fb istrinya, ngakunya akhwat padahal ikhwan. Lagi cari-cari istri kedua. Baca lebih lanjut