Selingan: sesuatu yang hilang


Suatu hari, seperti biasa ahmad ga masuk sekolah. Kata dia, “mi, kemarin ahmad muntah… terus kata bu guru ahmad disuruh libur saja, istirahat”. Ya sudah, mau gimana lagi, malam belum menjelang saja sudah diniatin begitu. Pagi-pagi, setelah minum susu, kami berencana jalan ke alfa mart, lumayan jauh untuk ukuran kami berdua, terutama umminya. Tumben juga, saat-saat ga sekolah seperti ini, pagi-pagi ahmad dah mandi.

Sebelum berangkat jalan-jalan, dia nunggu umminya mengelap sandal karena ternyata sandal yang mau kupakai belepotan kena air hujan. Matanya jeli lihat seekor kupu terbang di depan kami, “Mi, kok tanaman ahmad ada kupu-kupunya? Berarti rumah ahmad kotor?”. “Bagus kan…, kupunya cantik kok, kupu-kupu juga suka yang indah-indah, tuh kan maunya datangin bunga,” kataku. Masih bertanya, “mi, emang kupu-kupu ga nggigit ya?”. “Enggak, cuma terbang2 aja cari nektar, sari bunga,” jawabku sekenanya. “Mi, kupu2 dari kotoran?”, dia tanya lagi. Hehe… beberapa hari kemarin pertanyaannya bolak-balik berkutat tentang binatang ini dari kotoran bukan mi, binatang itu dari kotoran bukan mi? Kalo binatang ini dari kotoran juga mi? Hahhhh…. rupanya dia salah tangkap alias salah paham.Gara-garanya, halaman penuh dengan ngengat mengerumuni lubang septic tank yang sedikit amblas. Weleh-weleh, sebagai pengontrak rumah ngeluh juga nih dikasih tambahan fasilitas seperti ini.

Baca lebih lanjut

Iklan

Mencuci Piring


Sudah beberapa hari ini ahmad rajin “membantu” ummi cuci-mencuci di dapur. Kalau biasanya piring yang dicuci adalah mainan, dengan sabun pura2 dan kran air pura2 juga (biasanya pake tembok), sekarang ahmad sudah benar2 mencuci piring, mangkok, gelas, n sendok, tentu saja bukan yang terbuat dari kaca karena riskan pecah dan berat.

Awalnya agak tidak percaya dengan keinginannya mencoba yang satu ini karena bagaimanapun piring2 n gelas2 bekas kan kotor, wastafel jg tinggi jadi harus pake kursi n licin. Tapi karena ngotot ingin mencuci sendiri, diajarin sebentar ternyata bisa juga, dia pun rela angkat2 kursi sendiri dibawa ke depan wastafel, dengan telaten dan hati-hati spon pencuci piring dimasukkan ke dalam cairan sabun, diremas2 (mungkin dia liat ummi n bibi mencucinya begini), dan digosok2nya gelas2, mangkok, dan sendok sampai semua bagian terkena busa sabun, luar dan dalam, putar kran air dan dibilas laaaamaaaaa sekali (alias buang2 air), semua dilakukan dengan rapi sekali…. n lumayan bersih (Tapi tetap harus diulang hasilnya. Lumayan juga, 1 th 2 th lg hasil cuciannya bisa diandalkan…. 🙂

Kegiatan ini menjadi rutin dilakukan selama beberapa hari ini, bahkan kalo didapur sudah ga ada gelas2/mangkok kotor, gelas2 bersih di rak pun jadi sasaran, demi ingin mencuci sendiri, bukan lagi pura2, tapi benar2 mencuci pake sabun dan air……