Suatu hari, seperti biasa ahmad ga masuk sekolah. Kata dia, “mi, kemarin ahmad muntah… terus kata bu guru ahmad disuruh libur saja, istirahat”. Ya sudah, mau gimana lagi, malam belum menjelang saja sudah diniatin begitu. Pagi-pagi, setelah minum susu, kami berencana jalan ke alfa mart, lumayan jauh untuk ukuran kami berdua, terutama umminya. Tumben juga, saat-saat ga sekolah seperti ini, pagi-pagi ahmad dah mandi.
Sebelum berangkat jalan-jalan, dia nunggu umminya mengelap sandal karena ternyata sandal yang mau kupakai belepotan kena air hujan. Matanya jeli lihat seekor kupu terbang di depan kami, “Mi, kok tanaman ahmad ada kupu-kupunya? Berarti rumah ahmad kotor?”. “Bagus kan…, kupunya cantik kok, kupu-kupu juga suka yang indah-indah, tuh kan maunya datangin bunga,” kataku. Masih bertanya, “mi, emang kupu-kupu ga nggigit ya?”. “Enggak, cuma terbang2 aja cari nektar, sari bunga,” jawabku sekenanya. “Mi, kupu2 dari kotoran?”, dia tanya lagi. Hehe… beberapa hari kemarin pertanyaannya bolak-balik berkutat tentang binatang ini dari kotoran bukan mi, binatang itu dari kotoran bukan mi? Kalo binatang ini dari kotoran juga mi? Hahhhh…. rupanya dia salah tangkap alias salah paham.Gara-garanya, halaman penuh dengan ngengat mengerumuni lubang septic tank yang sedikit amblas. Weleh-weleh, sebagai pengontrak rumah ngeluh juga nih dikasih tambahan fasilitas seperti ini.
Continue reading →